52 Perempuan Boyolali Ikuti IVA tes

52 Perempuan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak dan Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel mengikuti kegiatan pemeriksaan IVA tes di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) desa masing-masing pada Senin (22/5) dan Selasa (23/5). Hasilnya sebanyak 12 perempuan mengidap kanker leher rahim stadium awal dan 1 orang perempuan menderita polip.

Petugas medis fungsional Puskesmas Boyolali 1, Sri Indraswati, menyampaikan pemeriksaan IVA tes bagi perempuan sangatlah penting terutama bagi perempuan yang sudah berusia diatas 35 tahun, sudah pernah melakukan hubungan seksual dan sudah pernah melahirkan. “Pemeriksaan IVA tes bertujuan untuk mengetahui status kesehatan reproduksi perempuan terkait dengan ada tidaknya bibit kanker di dalam rahim perempuan, semakin dini ditemukan dapat segera disembuhkan”, ungkap Indras.

Indras mengingatkan pentingnya Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) utamanya di lingkungan tempat tinggal kita. Selain itu mengurangi atau tidak mengkonsumsi penyedap rasa, pengawet makanan, menghindari asap rokok dan menghindari alkohol menjadi beberapa upaya agar terhindar dari kanker leher rahim yang mematikan tersebut.

IVA tes merupakan kepanjangan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat yang merupakan cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. IVA tes bertujuan untuk mengurangi morbilitas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan, selain itu untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim.

Beberapa peserta IVA tes mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Warni, salah satu warga Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel mengaku penasaran dengan IVA tes. “Tadi sempat takut dan malu karena alat kelamin saya harus dibuka, setelah tahu hasilnya saya jadi lega,” ungkap Warni gembira. Setelah kegiatan ini diapun berjanji akan mengajak ibu-ibu yang lain untuk berani ikut IVA tes.

Sementara itu Fitri, salah seorang peserta dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak mengaku lega setelah mengetahui hasil IVA tesnya. Dia pun berjanji akan mengikuti saran dari petugas medis untuk menerapkan PHBS di tempat tinggalnya. “Tadi juga diminta oleh petugas medis untuk mengurangi konsumsi penyedap rasa, mengkonsumsi rebusan daun sirsat dan periksa IVA tes lagi setelah 3 bulan,” ungkap Fitri yang mengaku baru pertama kali mengikuti IVA tes.

Sebagai informasi, kegiatan uji coba layanan Kespro ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya, yaitu riset JKN-BPJS untuk Kesehatan Reproduksi Perempuan, pembentukan Forum Peserta JKN Boyolali, Audiensi dengan BPJS Kesehatan dan Dinkes. Kegiatan ini diselenggarakan SPEK-HAM bekerjasama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan (JP2K), dengan dukungan AUSAID Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan).  (Henrico Fajar K.W – Divisi Kesehatan Masyarakat/spekham.org)

Share This:

Post Tagged with , , , , ,