Bank Sampah dalam Aspek Ekonomi

Penimbangan bank sampa pada kelompok bank sampah perempuan

Sampah merupakan isu yang sudah lumrah kita dengar di negeri ini. Berdasarkan laporan-laporan yang didapatkan, jumlah sampah di Indonesia kian akan meningkat. Pada tahun 2019, jumlah sampah diperkirakan akan mencapai 67 Juta Ton. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar  64 Juta Ton. Bahkan disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara darurat sampah.

Oleh karenannya, perlu penanganan yang dilakukan bahkan sampai level terbawah dalam masyarakat (RT/RW) agar angka tersebut dapat kian menurun. Salah satunya adalah program bank sampah yang terdapat di  komunitas perempuan di RW II Kelurahan Kemlayan, Solo seperti ditulis di https://www.spekham.org/bank-sampah-sumber-rejeki-memberdayakan-kelompok-perempuan-kepala-keluarga/

Menurut pengertiannya, bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam( setiap bank sampah di daerah memiliki sistemnya masing-masing sesuai dengan kesepakatan atau peraturan setempat).

Selain meningkatkan kepedulian masyarakat terkait kebersihan lingkungan akan bebas dari sampah  , manfaat lain dari adanya program bank sampah adalah meningkatnya tingkat ekonomi masyarakat sekitar. Dana yang terkumpulkan dari pemilahan lalu penjualan sampah pada umumnya digunakan sebagai dana sosial atau pra koperasi dalam masyarakat sekitar. Tetapi, juga ada bank sampah yang menetapkan bahwa dana yang didapat dikembalikan lagi kepada anggota masyarakat yang telah memberikan sampah kepada bank sampah tersebut.

penimbangan di bank sampah

Banyak variasi manfaat dari dana sosial yang telah terkumpul dari penjualan sampah, di antaranya adalah, masyarakat dapat menggunakannya sebagai penambahan modal maupun jumlah omset dalam membuka dan membangun usaha rumahannya, contoh yang sudah direalisasi adalah usaha menjahit, membuka usaha gorengan, dan rumah makan. Tentunya, walaupun keadaan ekonomi bertumbuh ke salah satu pihak masyarakat, akan berdampak baik juga ke masyarakat sekitarnya.

Selain itu, tentu saja dengan adanya bank sampah dapat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga yaitu makanan, karena masih banyak warga miskin yang belum mencukupi kebutuhaan pangan yang dibutuhkan. Dengan banyaknya manfaat yang  diberikan oleh program ini, diharapkan daerah-daerah yang belum menerapkan program serupa dapat memulainya dengan segera ditambah lagi prosesnya pun mudah, penimbangan hanya diadakan sekitar 2 kali sebulan bahkan 1 kali sebulan. Diharapkan  dengan banyaknya daerah yang berpartisipasi dalam program ini tentunya tingkat ekonomi di Indonesia juga akan terbantu apabila dijalankan dengan masif.

Seperti dikutip bisnis.com, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengatakan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bank sampah perlu dilandasi langkah antisipatif dari hulu sampai hilir, seperti meningkatkan kapasitas pengelola, melakukan kemitraan dengan instansi terkait, serta perluasan pemasaran, pembiayaan, dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan evektivitas pengelolaan dan pengembangan produk derivatifnya. Dan saat ini sebenarnya yang dibutuhkan adalah penguatan kelembagaaan bank sampah agar dapat berkembang dengan efektif dan efisien. (pandu-mgg)

https://www.aa.com.tr/id/headline-hari/indonesia-hasilkan-67-juta-ton-sampah-pada-2019/1373712
https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/apa-itu-bank-sampah-dan-apa-manfaatnya-61
https://www.aa.com.tr/id/headline-hari/indonesia-hasilkan-67-juta-ton-sampah-pada-2019/1373712
https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/apa-itu-bank-sampah-dan-apa-manfaatnya-61

Share This: