FGD dan Layanan Mobile HCT Puskesmas Kalicacing Salatiga

Petugas Puskesmas dan Ucok M. Sirait, koordinator kegiatan

Junaedi , S.Kep,Ners.M.Kes, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Salatiga dalam paparan diskusi multistakeholder pada Agustus lalu membicarakan perihal Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian HIV-AID dengan tujuan Mencegah dan Mengendalikan epidemi HIV-AIDS di Indonesia pada 2030, dengan tujuan khusus mewujudkan Three Zero: Menurunkan hingga mengeliminasi infeksi HIV baru, menurunkan hingga mengeliminasi kematian terkait HIV-AIDS, menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Siang itu, Rabu (24/10), ada 18 orang dari populasi kunci yang melakukan Mobile HCT yang difasilitasi oleh layanan kesehatan Puskesmas Kalicacing Kota Salatiga. ke-18 orang itu berasal dari poupulasi kunci. Tiga orang Penjangkau Lapangan (PL) dari Program HIV dan AIDS dukungan Global Fund tampak sedang sibuk mempersiapkan administrasi untuk pendataan bagi klien mereka. Lima orang petugas Puskesmas Kalicacing saat datang langsung mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan saat memeriksa darah. Nia, seorang staf Global Fund yang bekerja di Dinas Kesehatan tampak pula sibuk.

Sementara itu dikoordinir oleh Ucok M. Sirait, para PL memastikan bahwa klien-klien mereka segera datang ke tempat kegiatan. Beberapa orang klien datang dengan mobilitas mereka sendiri. Namun delapan orang klien dari populasi kunci mesti dijemput oleh para PL. Mereka tidak memiliki alat transportasi.

Para klien tengah menunggu antrean layanan kesehatan Mobile HCT

Para PL yang saya tanyai tentang bagaimana edukasi diberikan memastikan bahwa edukasi dilakukan oleh para petugas layanan kesehatan sembari mereka melakukan pemeriksaan. Sedangkan para klien juga telah melakukan komunikasi dengan para PL.

Kegiatan FGD dan Mobile HCT berlangsung selama dua jam dengan lancar. Namun dari target 22 orang yang siang itu hendak melakukan pemeriksaan , hanya 18 orang saja yang mengakses layanan mobile HCT. Empat orang klien urung melakukan pemeriksaan. “Aku takut jarum suntik, enggak ah,” kata Anto sambil ngacir meninggalkan tempat.

Para petugas Puskesmas Kalicacing memberi kelonggaran bahwa keempat calon klien yang siang itu batal memeriksa, bisa datang ke Puskesmas keesokan harinya. Dan para PL menyanggupi. Male Sex Male (MSM) termasuk yang rentan atau berisiko tinggi untuk penularan virus HIV. (red)

Share This:

Post Tagged with ,