Karang Taruna Desa Blumbang Gelar Diskusi Sex Education

Suasana diskusi Sex Education di Balai Desa Blumbang

Karang Taruna Desa Blumbang menggelar diskusi dengan tema Sex Education pada Sabtu malam, 1/2 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Kegiatan dihadiri 45 orang anggota Karang Taruna, mereka nampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Henrico Fajar dari SPEK-HAM menjadi Narasumber dalam diskusi ini menyampaikan pentingnya Pendidikan Seksualitas sejak usia dini. Ia menyampaikan bila remaja mengetahui dan memahami informasi tentang seksualitas secara benar, maka harapanya bisa menekan angka kasus kekerasan seksual, kehamilan pada remaja, kehamilan tidak diinginkan (KTD) dan pernikahan anak.

“Berhenti menganggap Pendidikan Seksualitas sebagai hal yang tabu, Seksualitas adalah ilmu pengetahuan yang wajib dipahami semua orang tanpa terkecuali”, ungkap Fajar. Dia menambahkan bila semua orang paham tentang seksualitas maka laki-laki dan perempuan akan saling menghormati dan menghargai serta tidak coba-coba melakukan hubungan seksualitas sebelum menikah.

Beberapa orang peserta menyampaikan pengalaman pertama kali saat menstruasi dan mimpi basah. Gita Lestari misalnya, merasa terkejut dan kaget saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. ”Jujur saya kaget dan terkejut waktu itu, saya pusing, lemas dan rasanya pengen marah-marah saja”, ungkap Gita. Dia mengaku lebih nyaman bercerita dengan ibu saat mengalami menstruasi pertama pada saat itu.

Sementara itu Kresno Pambudi mengaku senang saat mengalami mimpi basah pertama kali. “Rasanya senang dan bangga pada diri sendiri serta merasa lega karena sudah menginjak masa remaja”, terang Kresno. Peristiwa mimpi basah untuk pertama kali ini menjadi ngobrolan bersama dengan teman-teman sebayanya waktu itu.

Menanggapi hal itu Fajar menyampaikan menstruasi dan mimpi basah adalah hal yang wajar yang dialami banyak remaja dan merupakan salah satu tanda orang memasuki masa pubertas. Perempuan sudah menstruasi berarti berpotensi besar untuk dibuahi atau hamil, sementara laki-laki yang sudah mimpi basah berarti dia berpotensi besar bisa membuahi atau menghamili.

Berwafoto bersama peserta diskusi Seks Education

Oleh karena itu penting untuk memahami masa pubertas, salah satunya dengan membangun  relasi yang dinamis dan seimbang dengan lawan jenis (laki-laki dan perempuan) yang sesuai dengan batasan-batasan atau norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Tentu saja norma-norma itu yang tidak membelenggu salah satu pihak, baik laki-laki maupun perempuan.   Sebagai informasi kegiatan Diskusi Sex Education ini terselenggara atas kerjasama SPEK-HAM, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Salatiga, Pemerintah Desa dan Karang Taruna Desa Blumbang. Henrico Fajar K.W/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Share This: