Kelompok Perempuan “Mawar” Balerante dan Pupuk Cair

Sore itu, Kamis 28 Agustus 2014 nampak Kelompok Perempuan “Mawar” Desa Balerante, Klaten sedang mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan kali ini bertempat di rumah Ibu Darsiati di RT 06 RW 03. Pertemuan kali ini mengadakan pembahasan mengenai pupuk cair, yang dipandu oleh teman dari SPEK HAM dan Mas Eka Budhi Sulistiyo sebagai fasilitator.

Pembuatan pupuk cair ini memanfaatkan bahan-bahan yang ada didaerah balerante, berupa sisa kotoran sapi, air kencing, air sisa memandikan sapi dan air yang bercampur kotoran sapi “lethong”.

Tahap-tahap pembuatan pupuk cair :

  1. Kotoran cair tersebut diambil langsung dari kandang sapi kemudian masukkan dalam wadah (botol mineral 1,5PIC_0724
    liter).
  2. Sisakan sepersepuluh bagian dari wadah untuk diisi cairan proaminosin hingga penuh, kemudian ditutup yang rapat.
  3. Setelah ditutup, jungkir-balikkan wadah yang sudah terisi kotoran sapi cair tersebut agar proaminosin bercampur merata.
  4. Kemudian tempatkan di tempat yang teduh, diamkan selama 24jam.
  5. Setelah 24 jam, buka tutup botol tersebut untuk membuang gas yang berada dalam botol.
  6. Setelah itu ulangi lagi buka penutup pupuk cair tersebut tiap 12 jam sekali selama 6 hari.
  7. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan dari awal membuat pupuk sampai pupuk dapat digunakan secara langsung adalah selama 7 hari atau 1 minggu. Larutan yang sudah jadi tersebut juga bisa dijadikan “Biang” pupuk cair. Sehingga pupuk cair tersebut dapat diperbanyak sendiri tanpa harus membeli.

Cara penggunaan pupuk cair :

  1. 200 ml pupuk cair dicampurkan dengan 10 liter air.
  2. Kemudian siram atau semprotkan pada tanah/media tanam.
  3. Semisal untuk memupuk tanaman rumput, setelah rumput dipotong, langsung siram dengan pupuk cair tersebut.
  4. Untuk penyemprotan rutin bisa dilakukan tiap 2 minggu sekali.

Semoga bermanfaat.

(nur eko/spekham.org)

Share This: