Lagi, BAZNAS dan SPEK-HAM Fasilitasi Pelatihan Kelompok Putri Mawar

Suasana pelatihan pembuatan ekstrak mawar

Tini (29) mengaku senang mendapat ilmu dan ketrampilan mengolah bunga mawar menjadi minuman instan ekstrak. Mawar menjadi potensi yang melimpah di Desa Cluntang Kecamatan Musuk Boyolali. Pada bulan-bulan tertentu seperti Ruwah, Syawal, dan menjelang puasa harganya bisa berlipat-lipat mencapai ratusan ribu per keranjang. Namun pada hari-hari biasa harganya anjlok, 5000 per keranjang. Padahal mawar adalah sumber penghasilan utama masyarakat di Desa Cluntang.

Sudah sejak 2016 perempuan yang tergabung di Kelompok Putri Mawar mengolah mawar menjadi aneka makanan dan minuman. Keripik, teh mawar, pilus mawar dan sirup adalah beberapa produk yang sudah dihasilkan.  

Pelatihan difasilitasi oleh SPEK-HAM dan BAZNAS

BAZNAS bermitra dengan SPEK HAM mengajak perempuan dari keluarga miskin untuk menambah varian olahan mawar yang lebih menjual. Sehingga produksi olahan mawar tidak menjadi sambilan tetapi menjadi sumber pendapatan bagi perempuan. Melalui pelatihan olahan mawar yang dilaksanakan tanggal 25-26 Maret 2019, 25 perempuan miskin di Dukuh Gondang Desa Cluntang belajar kepada Ibu Siti Ngaisah pelaku UKM Dapur Aura Samiran Boyolali membuat minuman instan ekstrak mawar siap saji. Produk baru ini merupakan inovasi baru supaya konsumen mudah mengkonsumsi karena praktis dibawa kemana-mana. 

Meningkatan skill perempuan dalam mengolah potensi lokal merupakan program yg diharapkan mampu meningkatkan akses perempuan dalam membangun kelembagaam ekonomi desa. Meningkatnya ekonomi perempuan miskin pedesaan berkontribusi besar terhadap penurunan angka kesenjangan ekonomi, ketidakadilan serta kekerasan terhadap perempuan. Di satu sisi menguatnya ekonomi perempuan akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan keluarga dan desa.(nila) 

Share This: