Post Truth dan Hal-Hal dalam Menyikapi Media Sosial

Diskusi Post Truth dan Media Sosial

Kata post truth sering dipakai mulai tahun 2015, ini adalah istilah yang berhubungan dengan mewakili situasi- situasi dimana keyakinan pribadi lebih mendominasi daripada fakta untuk membentuk opini-opini publik. Kata ini dipakai oleh seorang penulis tahun 1992, Steve Teisch. Post truth yang terjadi di masyarakat  saat  ini memiliki banyak sumber informasi tapi sedikit filternya. Masyarakat tidak cenderung mencari kebenaran, tetapi mencari pembenaran sesuai perasaannya bukan logikanya, sederhananya orang bersikap dulu baru berpikir.

Saat ini kita ada di era kebohongan sebagai sesuatu yang tidak dipermasalahkan. Era post truth melahirkan suatu kedangkalan dan kebohonga, misalnya kasus Ratna Sarumpaet. “Nalar post truth  penyebaran informasi hoax itu sudah di desain,hoax digunakan untuk kepentingan politik bahkan bisnis, dan bahkan sampai memiliki pasar yang jelas. Tujuannya adalah memainkan emosi,”papar Sinam M.Sutarno, Ketua JRKI yang menjadi narasumber pada diskusi yang diadakan di kantor SPEK-HAM, Selasa (28/5).

Perlu diketahui bahwa penggunaan internet di Indonesia tahun 2018 lebih dari setengah penduduk Indonesia, semua sudah sangat mudah mengakses internet. Paling banyak adalah penduduk di pulau Jawa, dan didominasi oleh pengguna laki – laki pada usia 35 – 44 tahun, kedua 25 – 34 tahun. Mayoritas pengguna adalah pekerja swasta dan kedua adalah ibu rumah tangga. Media menjadi salah satu kekuatan opini publik dan perannya besar dalam sektor informasi, pendidikan dan hiburan.

Sedangkan media sosial merupakan cara baru di masyarakat dengan jargon ‘dari kita, oleh kita dan untuk kita’. Sudah menjadi kewajiban media sosial memiliki tanggung jawab sosial. Etika bermedia sosial harus menyampaikan ungkapan yang santun, sopan , menyampaikan sesuatu yang benar dan sesuai fakta, menghormati kebinekaan dan paling penting menjaga privasi.

Salah seorang peserta diskusi mengemukakan bagaimana menyikapi post truth adalah dengan mengutip pernyataan Nezar Patria dengan tiga elemennya yakni :  Akal sehat, critical thinking  dan etika. (red).

Share This:

Post Tagged with , ,