Posyandu Kambing, Geliat Impian Kampung Wisata Kambing Desa Musuk

Kelompok Perempuan Rukun Makmur (KPRM), kelompok perempuan yang berada di dukuh Tawang Rejo, Pengkol dan Sukosari, yang memiliki kegiatan di bidang peternakan kambing dan pertanian di pekarangan, mengadakan kegiatan Posyambing atau posyandu kambing. Kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring kesehatan kambing. Kambing yang sehat akan menentukan nilai jual yang tinggi pula. Kelompok Rukun Makmur memiliki aturan agar seluruh kambing yang dikelola kelompok harus dimonitoring kesehatannya setiap 3 bulan sekali.

Posyandu Kambing

Posyandu Kambing

Kegiatan diadakan di rumah ibu Sri Surani selaku ketua kelompok yang berada di dukuh Tawang Rejo Rt 03/Rw 01. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Ada sekitar 24 ekor kambing dari anggota kelompok yang datang di Posyambing. Untuk mengetahui kenaikan berat kambing, kambing-kambing ini di timbang secara manual dengan timbangan gantung. Setelah dicatat berat kambing oleh petugas, dilanjutkan dengan mengecek kesehatan mata, kesehatan umum dan diberikan vitamin, obat cacing, obat mata dan cekok agar kambing makannya banyak. Petugas Posyambing adalah anggota Kelompok Rukun Makmur yang dibantu oleh Bapak Margono selaku Mantri kambing. Sama halnya dengan Posyandu Balita, di dalam Posyambing juga diberikan PMT/makanan tambahan yang berupa pakan fermentasi, bekatul, singkong dan daun hijau.

Posyandu Kambing

Posyandu Kambing

Kegiatan Posyambing dilanjutkan dengan acara launching film Impian Kampung Kambing“. Film tersebut menceritakan kegiatan peternakan kambing di kelompok ini, dan bagaimana peran perempuan terlibat dari proses pembelian, pemeliharaan dan juga penjualan kambing. Film berdurasi 12 menit ini akan digunakan untuk advokasi dan promosi kelompok kepada Pemerintah, maupun investor agar mensupport program peternakan kambing di desa Musuk untuk mewujudkan “Kampung Kambing“. Melalui pemutaran film ini diharapkan mampu memberikan semangat, inspirasi dan  program inovatif kepada masyarakat di wilayah  lain, sehingga dihasilkan kelompok-kelompok pertanian dan peternakan yang akuntabel dan memiliki program kelompok yang nyata. Kelompok ini juga dibekali dengan ideology dan juga perspektif gender, lingkungan dan kebencanaan, sehingga bagaimana mereka memiliki kegiatan-kegiatan yang berkeadian yang berkelanjutan dan pro dengan lingkungan.

Apa dan bagaimana Kampung Kambing?

Desa Musuk memiliki target ada 1000 ekor kambing tersedia di Musuk untuk perayaan Idul Adha nanti. Salah satu bentuk terwujudnya Kampung Kambing adalah adanya prosesi posyambing yang dikenal masyarakat luas, serta peternakan kambing dikelola dengan sistem yang lebih baik untuk menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Musuk. Kegiatan Posyambing juga dihadiri oleh Pemerintah Desa Musuk yang diwakili oleh Bapak Suhadi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Saya memberi apresiasi dan dukungan untuk kelompok ini dan diharapkan kegiatannya semakin berkembang dan mampu menjadi kelompok yang siap dengan UU Desa, dimana program masyarakat harus kreatif dan bertanggung jawab“.

Serangkaian kegiatan tersebut selesai pada pukul 12.30 WIB. Ditutup dengan makan siang dan pemotongan tumpeng nasi jagung, sekaligus untuk sosialisasi makanan lokal kepada anak-anak. Kegiatan yang melibatkan 21 anggota KPRM, 32 anak, 15 bapak, Pemerintah Desa Musuk, dan SPEK-HAM merupakan awal membentuk Kampung Wisata Kambing Musuk dengan icon Posyandu Kambing yang baru pertama kali diiniasi di Desa Musuk.

Pemulis    : Noko Alle – Community Organizer Divisi Sustainable Livelihhod.

Editor       : Nila – Manager Divisi Sustainable Livelihhod

Share This: