Remaja Juwiring Gelar Diskusi” Self Love”

Motivator memandu acara diskusi remaja di Juwiring

SPEK-HAM bersama Yayasan IPAS Indonesia kembali menggelar Diskusi Remaja Juwiring dengan mengangkat tema “Self Love” pada minggu 23/8 di Balai Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang bertujuan untuk menemukenali potensi diri, kelebihan dan kekurangan diri ini menghadirkan pembicara Heri Susilo, seorang Happiness Motivator dari Solo dan dipandu oleh Henrico Fajar dari SPEK-HAM. Dalam pengantarnya Fajar menyampaikan Self love menjadi materi yang cukup penting bagi remaja di masa kini, apalagi kalau kita melihat kasus-kasus kespro yang masih sering terjadi seperti hubungan seks sebelum menikah, kehamilan pada remaja, perkawinan anak dsb.

Menurutnya dengan remaja mencintai dirinya maka harapannya remaja tidak mudah terjerumus dalam praktik-praktik yang merugikan mereka. Mereka menjadi pribadi yang  bisa lebih  menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya sehingga terjalin relasi yang saling menguntungkan dan menguatkan. Selain itu dengan mencintai diri sendiri, remaja dapat saling mendukung satu dengan yang lainnya atau menjadi teman sebaya.

Dalam paparannya Heri menyampaikan pentingnya mencintai dirinya sendiri, menghargai dirinya sendiri dan menjaga dirinya sendiri. Menurutnya memahami dirinya sendiri seperti mengetahui ciri fisik yang ada di dalam dirinya, mengetahui kepribadian atau watak, memahami bakat yang ada di dalam dirinya, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan menerima dirinya seutuhnya adalah sangat penting dibutuhkan remaja di masa kini.

Suasana diskusi Remaja

Disisi lain Hari menyampaikan masih banyak remaja yang kurang percaya diri karena melihat banyak kekurangan di dalam dirinya. Misalnya malu berbicara di depan umum karena dilihat  banyak orang. “Dia bingung dan grogi karena tidak terbiasa berbicara di depan, bahkan sampai  menangis karena malu  berbicara di depan umum, ungkap Heri.

Sementara itu Nur Qomar mempunyai phobia berlebihan terhadap ular dan anjing karena pengalaman yang buruk di masa lalu. Menanggapi hal tersebut, Heri memberikan langkah dan cara untuk menyelesaikannya dengan tujuh langkah yang membuat remaja bangkit kembali, diantaranya memberikan kalimat afirmasi terhadap dirinya sendiri, kemampuan berbicara dengan diri sendiri (self talk), bersyukur atas yang dimiliki, belajar untuk memaafkan, berhenti untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, melakukan kegiatan positif dan melakukan penyegaran atau olahraga  terhadap diri sendiri.

Selain itu, ada cara untuk menyelesaikan masalah yang menimpa diri kita diantaranya mengidentifikasi masalah, melakukan analisa terhadap masalah, kembangkan rencana untuk penyelesaian masalah, terapkan rencana yang sudah dibuat sebelumnya  dan lakukan evaluasi untuk melihat kembali pada keputusan yang diambil. Pada tahap evaluasi atau tahap akhir Heri Susilo mengajak para remaja untuk melakukan self talk terhadap dirinya sendiri agar remaja merasa tenang. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan rasa percaya diri terhadap remaja, meningkatkan kualitas terhadap diri sendiri, merubah pikiran (mindset) remaja agar lebih maju dan membangun komunikasi terhadap dirinya sendiri. Tiara/Magang, Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM.

Share This: