SPEK-HAM Libatkan Remaja Dukung Program PEKERTi

Narasumber memberikan penjelasan tentang data kasus kehamilan remaja di Kabupaten Klaten.

SPEK-HAM bersama dengan Karang Taruna “Tlogo Bakoh” Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten menggelar penyuluhan dengan tema “Bergandengan Tangan, Cegah Kehamilan Pada Remaja.” Kegiatan diselenggarakan pada minggu pagi 15/3 bertempat di Balai Desa Tlogorandu.

Hadir dalam kegiatan ini pengurus dan anggota Karang Taruna “Tlogo Bakoh”. Mereka nampak antusias dengan terlibat aktif dari awal hingga akhir. Henrico Fajar pendamping dari SPEK-HAM menyampaikan data kehamilan pada remaja di Kabupaten Klaten dari tahun 2016 hingga tahun 2019 mengalami fluktuatif. Disampaikan dia di tahun 2016: 295 kasus, 2017: 295, 2018: 450, dan 2019: 315.

Menanggapi data tersebut beberapa peserta merasa sedih dan terkejut merasa tidak menyangka datanya sebesar itu. Winda Rohmawati misalnya, menyampaikan kesedihan sebagai sama-sama perempuan mestinya akses informasi yang benar terkait dengan Kesehatan Reproduksi (Kespro) menjadi mutlak dibutuhkan. “Melihat data itu tentu saja saya sedih sekali, apalagi kita sesama perempuan, saya kira akses informasi Kespro yang benar mutlak dibutuhkan untuk menekan kasus kehamilan pada remaja,”ungkap Winda.

Pada bagian lain para remaja yang hadir dalam pertemuan ini sepakat dan berkomitmen untuk melakukan kampanye berupa edukasi kepada remaja-remaja di desa Tlogorandu agar mereka tidak mengalami kasus-kasus Kehamilan Tidak Diingingkan (KTD), Keguguran dan pernikahan anak. “Sebagai sesama perempuan, ketika ada teman-teman kami mengalami KTD atau keguguran tentu saja kami tidak mengucilkan, justru kami akan memberikan dukungan dan motivasi supaya kasus-kasus tersebut tidak terulang lagi,” ungkap Putri.    

Suasana penyuluhan “Bergandengan Tangan, Cegah Kehamilan Remaja” bersama Karang Taruna “Tlogo Bakoh” di Balai Desa Tlogorandu.

Data dari Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri Kabupaten Klaten, menyebutkan Pernikahan Anak pada tahun 2018 mencapai 112 kasus dan di tahun 2019 mencapai 126 kasus. Sementara itu data dari Kantor Urusan Agama (KUA) Juwiring menyebutkan angka Pernikahan Anak pada tahun 2016 sebanyak 34 kasus, 2017: 33 kasus dan sampai dengan Mei 2018: 21 kasus. Sebagai informasi Yayasan IPAS bersama dengan SPEK-HAM saat ini sedang menjalankan program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi) di Kecamatan Juwiring, Klaten Tengah dan Bayat. Fokus di tahun kedua ini, selain melibatkan perempuan remaja, juga melibatkan kelompok laki-laki atau, tokoh agama dan masyarakat. Henrico Fajar/Divisi Kesmas/SPEK-HAM.

Share This:

Post Tagged with , , , ,