Tabungan Sampah “Sumber Rejeki”

Program Pengelolaan Sampah Terpadu adalah salah satu Program yang dicanangkan Pemerintah daerah Surakarta. SPEK-HAM merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang menunjang kebijakan Pemerintah tersebut bersama masyarakat dampingan. Program ini kami refleksikan sebagai program yang efektif dan perlu dikuatkan dengan dukungan berbagai pihak, baik Pemerintah setempat maupun swasta, agar menjadi sebuah gerakan yang signifikan dan memiliki rantai nilai ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesehatan. Pengelolaan sampah memang sudah semakin banyak dilakukan oleh banyak pihak, tidak terkecuali bagi perempuan di Kelurahan Kemlayan, khususnya di RW II. Program ini sesuai dengan gagasan SPEK HAM untuk membuat komunitas “Gerakan Cinta Bumi”.

Selasa, 15 Juli 2014 pukul 16.00 WIB, bersama salah satu Community Organizer dari Divisi Sustainable Livlihoods SPEK HAM, Murni, melakukan diskusi tematik tentang penanganan sampah perkotaan khususnya di RW II yang merupakan wilayah dampingan kerja SPEK HAM. Dalam diskusi tersebut kami melakukan pemetaan permasalahan sampah di RW II dan keinginan warga untuk rencana tindak lanjutnya. Dalam diskusi ini kami menemukan beberapa hal :

  • Kurang terkondisikannya sampah non organik yang hanya dibuang, dicampur dengan sampah organik.
  • Tidak ada inovasi yang dilakukan dari sampah non organik.
  • Sampah hanya dibuang dan dikumpulkan, serta diberikan cuma-cuma kepada pemulung.
  • Adanya ketertarikan dan minat dari beberapa warga untuk memanfaatkan sampah sebagai hal yang bermanfaat. “[nara sumber : Ibu Duma (ketua PKK RW II) dan Ibu Rosdiyah (warga peduli lingkungan)]”.

Sesuai peta masalah yang dirumuskan, maka perlu adanya solusi nyata yang akan menunjang masyarakat dalam melakukan aksi perlindungan lingkungan. Kelompok Perempuan RW II Kemlayan memiliki beberapa aksi yang perlu untuk direalisasikan, antara lain :

  • Sosialisasi tentang pemilahan sampah.
  • Melakukan pemilahan sampah organik dan an organik tingkat rumah tangga.
  • Memanfaatkan pemilahan sampah an organik untuk menunjang perekonomian perempuan dengan membuat tabungan sampah.
  • Membuat ketrampilan dari sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan digunakan.

DSCN9301Diskusi kemudian dilanjutkan pada hari Kamis, 28 Agustus 2014. Diskusi untuk menindaklanjuti adanya aksi pengelolaan sampah. Sebelumnya, Ibu Dumawati sebagai Ketua PKK RW II Kemlayan menyampaikan bahwa Kelompok Perempuan RW II Kemlayan menyetujui untuk mendirikan tabungan sampah. Tentunya ini menunjang program kerja Divisi Sustainable Livelihoods itu sendiri dalam penanggulangan resiko bencana berbasis masyarakat demi keberlanjutan hidup mereka. Dalam diskusi yang kedua, CO Divisi SL memberi sosialisasi tentang jenis sampah, dampak yang ditimbulkan, jenis sampah apa saja yang dapat dimanfaatkan, dan cara pemilahan sampah. Kemudian mensosialisasikan pembentukan managemen tabungan sampah.

Sebelum diskusi kedua dimulai, semangat terlihat dengan beberapa ibu yang membawa hasil pemilahannya ke tempat pertemuan. Ada sampah botol plastik, kardus, kain bekas potongan, dan kertas bekas. Hal tersebut merupakan perwujudtan dari komitmen yang sudah dibangun.

Diskusi ini membahas lebih rinci tentang bagaimana sistem tabungan sampah tersebut akan dilakukan. Tak selang berapa lama, komunitas membentuk Kepengurusan Tabungan Sampah. Didapatkan struktur kepengurusan baru, sebagai berikut :

Penanggungjawab               : Ibu Dumawati (Ketua PKK RW II)

Ketua                                      : Ibu Nofi (RT 03)

Sekretaris/ Pencatatan       : Ibu Ninuk dan Ibu Katileo

Bendahara                             : Ibu Takari

Penimbangan                        : Ibu Hartatik dan Ibu Aminah

Jadwal pengumpulan dan penimbangan sampah dilakukan pada minggu ke-2 tiap bulan.

Adapun mekanisme kegiatan penimbangannya :

  • Warga membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah.
  • Warga mengisi buku register dan menuliskan jenis sampah yang dibawa.
  • Sampah ditimbang sesuai karakteristik sampah oleh pengurus.
  • Pengurus menulis berat sampah dan nominal di buku nasabah dan buku pencatatan pengurus.
  • Kemudian sampah dijual ke pengepul (kerjasama pengepul akan dilakukan komunitas dengan pengepul setempat yang bernama Pak Soni).

Gerakan ini sebagai wujud cinta bumi oleh warga RW II Kemlayan, yang akan dimulai pada minggu kedua bulan September, yang jatuh pada tanggal 13 september 2014 nanti. Kegiatan ini dilakukan oleh 30 Ibu yang mengikuti diskusi. Karena dirasa pembukuan Pra Koperasinya sudah apik, maka sesuai kesepakatan dari kelompok Ibu-Ibu, uang hasil penjualan akan dimasukkan ke Pra Koperasi yang sudah ada sebagai tambahan tabungan atau simpanan sukarela Ibu-Ibu. Gerakan bertujuan demi terciptanya lingkungan yang nyaman, bersih, dan memberi edukasi untuk para generasi penerus. (onie/spekham.org)

Share This: