SPEK-HAM dan RSUD Pandan Arang Rancang SOP Layanan Kesehatan Ramah Korban

Penulis: Antonius Danang Wijayanto
BOYOLALI – Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan standar operasional yang berperspektif korban, cepat, dan terintegrasi, khususnya di fasilitas layanan kesehatan. Berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut, Yayasan SPEK-HAM Surakarta kembali menggelar kunjungan koordinasi dan pendampingan ke RSUD Pandan Arang, Kabupaten Boyolali, pada Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkesinambungan “Regular Coaching for the Government and Non-Government Service Provider”. Agenda utama dalam pertemuan kali ini berfokus pada pembahasan progres penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) di lingkungan rumah sakit.
Direktur SPEK-HAM, Rahayu Purwaningsih menegaskan pentingnya ketersediaan SOP yang komprehensif bagi tenaga kesehatan maupun staf layanan di RSUD Pandan Arang.
“Penyusunan SOP ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan fondasi penting untuk memastikan setiap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan mendapatkan penanganan medis dan psikososial yang tepat, aman, berkeadilan, serta bebas dari stigma,” ujar dia di sela-sela pertemuan.
Mendorong Sinergi dan Kebijakan Berkelanjutan
Sinergi antara organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization) dan penyedia layanan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan sistem perlindungan korban. Melalui pendampingan rutin ini, SPEK-HAM dan Tim KtPA RSUD Pandan Arang bersama-sama mengawal setiap tahapan penyusunan SOP mulai dari pemetaan alur penanganan, koordinasi lintas unit, hingga tahap legalisasi atau pengesahan resmi.
Adanya SOP penanganan KTPA yang terstandarisasi diharapkan dapat memperjelas alur rujukan, mempercepat tindakan penanganan darurat, serta menjamin privasi dan keamanan korban saat mengakses layanan kesehatan.
SPEK-HAM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen dan Tim KtPA RSUD Pandan Arang atas komitmen serta keterbukaannya dalam membangun ekosistem layanan yang inklusif.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi terbuka dari jajaran RSUD Pandan Arang. Langkah bersama ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang ramah korban di Kabupaten Boyolali,” tambah Rahayu.
Melalui kemitraan yang solid ini, SPEK-HAM mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bergerak bersama, memperkuat jaringan rujukan, dan memastikan hadirnya ruang aman serta adil bagi seluruh perempuan dan anak. ***






