Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, TP PKK Desa Jelok Dorong Jadi Garda Terdepan

Penulis: Henrico Fajar Kristiarji
BOYOLALI – Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menyadari pentingnya peran tersebut, sebanyak 30 orang pengurus dan anggota TP PKK Desa Jelok mengikuti diskusi komunitas pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Balai Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali untuk membahas situasi kekerasan serta upaya pencegahan dan penanganannya di tingkat desa.
Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai beragam bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual terhadap anak, hingga kekerasan berbasis gender online (KBGO). Peserta juga diajak memahami dampak kekerasan terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan masa depan korban.
Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak menjadi salah satu perhatian serius. Paparan dalam kegiatan menyoroti bahwa kekerasan dapat terjadi di lingkungan terdekat korban, termasuk dalam lingkup keluarga. Situasi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta keberanian untuk melaporkan dugaan kekerasan.
Persoalan kekerasan juga berkaitan dengan kesehatan mental remaja dan ancaman di ruang digital. Perundungan, tekanan sosial, serta penyalahgunaan media digital dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dan remaja. Karena itu, keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman sekaligus membuka ruang bagi anak untuk bercerita tanpa takut disalahkan.
Diskusi ini juga menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk hak atas pengasuhan, pendidikan, kesehatan, identitas, ruang bermain, dan partisipasi. Korban kekerasan harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan, bukan stigma atau diskriminasi yang justru memperburuk kondisi mereka.
Sebagai tindak lanjut, kader PKK dan tokoh desa didorong untuk memperkuat edukasi pencegahan kekerasan, membangun kelompok peduli kekerasan di tingkat desa, serta mengembangkan jejaring rujukan dengan layanan kesehatan, pemerintah, dan lembaga pendamping korban.
SPEK-HAM, yang memberikan layanan pengaduan dan pendampingan kekerasan secara gratis, khususnya di wilayah Solo Raya, turut menjadi bagian dari penguatan akses masyarakat terhadap layanan bantuan.
Melalui kegiatan ini, Desa Jelok diharapkan semakin memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam mencegah kekerasan. Upaya tersebut membutuhkan kepedulian bersama, keberanian untuk melapor, serta komitmen untuk memastikan setiap perempuan dan anak dapat hidup aman, memperoleh haknya, dan terbebas dari kekerasan.***






