Dari Dapur Rumah ke Panggung Pameran: Lumpia Anisa Buktikan UMKM Gunungkidul Digdaya

Senyum Anisa menyambut pembeli di booth UMKM miliknya. (Foto: Muhammad Taaruf HudaT Huda/SPEK-HAM)
Senyum Anisa menyambut pembeli di lapak UMKM miliknya. (Foto: Muhammad Taaruf Huda/SPEK-HAM)

Penulis: Muhammad Ta’aruf Huda

Sang surya mulai menyinari Gunungkidul saat lembaran telur dadar berjejer rapi di dapur rumah Anisa. Suara riuh aktivitas memasak dan mengolah bahan dasar hingga menjadi lumpia sudah dimulai sejak adzan subuh berakhir. Sejak tahun 2022, Anisa Dian Pertiwi mulai berjualan lumpia isi untuk menambah penghasilan. Sebuah jalan awal menjadi UMKM Gunungkidul yang lebih jauh.

 

 

Usaha itu berawal dari keinginannya memiliki kegiatan produktif yang bisa memberikan pemasukan tambahan. Dari rumahnya di Kebonjero, Kalurahan Pengkol, ia mulai memasarkan lumpia kepada orang-orang di sekitar tempat tinggalnya. Penjualan belum menentu, dan kegiatan usahanya masih berjalan dengan cara sederhana.

 

 

Saat itu, perhatian Anisa masih tertuju pada produksi dan penjualan sehari-hari. Ia belum banyak memikirkan sertifikasi produk, pengembangan pemasaran, maupun berbagai persiapan yang diperlukan untuk memperluas jangkauan usaha. “Pelanggan saya saat awal-awal dulu masih berasal dari lingkungan terdekat. Kalau untuk memperkenalkan produk ke konsumen di luar wilayah belum banyak sih,” ujar dia.

 

 

Perjalanan membangun usaha ke tahap yang lebih lanjut semakin menjadi ketika keterlibatannya dalam Program ACCESS yang didampingi SPEK-HAM memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha dengan lebih serius.

 

Anisa mulai memberikan perhatian pada berbagai aspek yang sebelumnya belum banyak ia pikirkan, termasuk kesiapan produk dan peluang pemasaran. Ia juga mendapatkan kesempatan mengikuti pameran, sebuah pengalaman yang membawanya keluar dari lingkup penjualan yang selama ini ia kenal.

 

 

Ketika Lumpia Bertemu Pelanggan Baru

 

 

Sebelum mengikuti kegiatan program, Anisa lebih banyak mengandalkan penjualan di sekitar tempat tinggalnya. Melalui kesempatan mengikuti pameran, ia dapat memperkenalkan lumpia buatannya kepada lebih banyak orang. “Saya akhirnya mendapat kesempatan untuk bisa mempromosikan produk ke konsumen yang lebih luas,” ungkap dia. Menurutnya, pameran menjadi ruang pemasaran yang berbeda dari kesehariannya, sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan pelanggan baru.

 

 

Pengalaman tersebut membuat Anisa semakin bersemangat menjalankan usaha. Ia tidak lagi hanya memikirkan penjualan kepada pelanggan di sekitar rumah, tetapi juga mulai melihat kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Setiap peluang berjualan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada orang-orang yang sebelumnya belum mengenal usahanya.

 

 

Anisa juga merasakan perkembangan dalam penjualan harian. Ia menyampaikan bahwa penjualan kini lebih rutin dan stabil dibandingkan sebelumnya. “Sekarang ini sudah ada pelanggan tetap, orderan bisa dibilang ada terus. Alhamdullilah ini makin semangat menjalankan usaha saya juga makin aktif memasarkan produk ke luar wilayah,” cerita dia.

 

 

Bersamaan dengan itu, Anisa mulai memikirkan kebutuhan usahanya secara lebih serius. Sertifikasi produk menjadi salah satu hal yang ingin ia lengkapi. Ia juga ingin mengembangkan pemasaran agar lumpia buatannya dapat menjangkau pelanggan di luar daerah tempat tinggalnya. Baginya, memperluas pasar membutuhkan persiapan dan kemauan untuk terus mempelajari hal-hal baru.

 

 

Menyiapkan Langkah Berikutnya

 

 

Menjalankan usaha kini menjadi pengalaman belajar bagi Anisa. Kesempatan mengikuti pameran memberinya pengalaman memasarkan produk di lingkungan yang lebih luas, sementara perkembangan penjualan harian membuatnya semakin bersemangat untuk melanjutkan usaha. Ia mulai melihat berbagai kebutuhan yang perlu dipersiapkan agar lumpianya dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas.

 

 

Sebagai anggota UMKM Srikandi Pengkol, Anisa juga menjadi bagian dari kelompok perempuan yang sedang mengembangkan usaha masing-masing. Melalui kegiatan pengembangan UMKM dalam Program ACCESS, para pelaku usaha perempuan mendapatkan ruang untuk memperkuat kapasitas dan membangun peluang bagi usaha mereka. Pendampingan SPEK-HAM menjadi bagian dari proses yang mendukung perjalanan tersebut.

 

 

Anisa berharap usaha lumpianya semakin berkembang, penjualan meningkat, dan produknya dikenal oleh lebih banyak pelanggan. “Ya ke depan ingin lebih serius dalam meningkatkan kualitas lewat sertifikasi produk juga kepengen sering-sering ikut kegiatan pemasaran ke luar,” ungkapnya.

 

 

Usaha yang dimulai pada 2022 untuk menambah penghasilan kini menjadi sesuatu yang ingin Anisa kembangkan lebih jauh. Ia telah merasakan pengalaman berjualan di pameran dan perkembangan penjualan yang lebih rutin. Dengan bekal pengalaman tersebut, Anisa terus melangkah untuk memperluas pasar lumpianya dan mempersiapkan usahanya agar semakin berkembang.***