Search for:

Rangkaian Pemeriksaan IVA, IMS dan VCT di Kota Surakarta

Di negara-negara berkembang, Infeksi Menular Seksual (IMS) dan komplikasinya berada di peringkat lima teratas kategori penyakit yang saat ini mencari perawatan kesehatan. Infeksi dengan IMS dapat menyebabkan gejala akut, infeksi kronis dan konsekuensi tertunda serius seperti infertilitas, kehamilan ektopik, kanker leher rahim dan kematian mendadak bayi dan orang dewasa.

Mobile Klinik 3

IMS merupakan penyebab utama infertilitas (ketidaksuburan), terutama pada perempuan. Antara 10% – 40% perempuan dengan infeksi klamidia yang tidak diobati berkembang pada gejala penyakit radang panggul. Pasca-infeksi kerusakan tuba bertanggung jawab untuk 30% – 40% kasus infertilitas perempuan. Selain itu, perempuan yang pernah menderita penyakit radang panggul berisiko 6 – 10 kali lebih mungkin untuk mengembangkan ektopik (tuba) kehamilan dibandingkan dengan mereka yang tidak, dan 40% – 50% dari kehamilan ektopik dapat dikaitkan dengan penyakit radang panggul sebelumnya. Infeksi dengan jenis tertentu dari human papillomavirus dapat mengarah pada perkembangan kanker kelamin, kanker serviks terutama pada perempuan.

Mobile Klinik 6

Infeksi menular seksual (IMS) disebut juga penyakit menular seksual (PMS) atau dalam bahasa Inggrisnya sexually transmitted disease (STD), sexually transmitted infection (STI) or venereal disease (VD). Infeksi (lebih tepatnya infeksi-infeksi) yang digolongkan dalam IMS/PMS salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual (vaginal, oral, anal) dengan pasangan yang sudah tertular.

Jenisnya IMS antara lain : Kencing Nanah (GO), Klamidia, Sifilis, Jengger Ayam, Hepatitis, HIV AIDS. Semakin sering berganti-ganti pasangan seks maka semakin besar kemungkinan tertular (bisa saja tertular berbagai macam virus, bakteri, jamur, dan protozoa dalam tubuh). Ada jenis yang efeknya terasa dalam 3 hari sesudah terpajan (terkena), ada pula yang membutuhkan waktu lama. Sebaiknya IMS cepat diobati karena menjadi pintu masuknya HIV ke dalam tubuh.

Mobile Klinik 5

Sebagai bentuk kepedulian SPEK-HAM terhadap masyarakat, khsusunya perempuan, SPEK-HAM bersama dengan Bapermas PP, PA dan KB Kota Surakarta, serta menggandeng beberapa Puskesmas, mengadakan rangkaian kegiatan pemeriksaan IVA, IMS dan VCT untuk perempuan. Pemeriksaan yang dilakukan secara gratis ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Kader Kespro di beberapa Kelurahan di Kota Solo.

 Rangkaian Agenda Pemeriksaan :

jadwal pemeriksaan

 

 

 

 

 

 

 

 

(lutfia/spekham)

Tes IVA, IMS dan VCT untuk Perempuan di Kelurahan Kadipiro

Kesehatan adalah hal yang penting, namun sering disepelekan dan  tidak semua orang menyadarinya. Kesadaran bahwa kesehatan itu penting muncul saat mereka sudah merasakan sakit. Bagi perempuan, yang mempunyai organ tubuh yang rentan terhadap penyakit, seperti misalnya organ reproduksi yang unik sehingga membuat rentan terhadap virus, bakteri maupun jamur masuk ke dalamnya, jika tidak dideteksi dini maka akhirnya akan menjadi penyakit yang serius bahkan berujung pada kematian.

SPEK-HAM Surakarta peduli dengan kesejahteraan perempuan, salah satunya adalah peduli terhadap kesehatan reproduksi perempuan, mengadakan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), VCT (Voluntary Conseling and Testing) dan IMS (Infeksi Menular Seksual) untuk perempuan di beberapa Kelurahan di Kota Surakarta, salah satunya adalah pemeriksaan gratis di Kelurahan Kadipiro yang dilaksanakan pada hari Selasa, 1 April 2014, bertempat di Kantor Kelurahan Kadipiro. Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk kerjasama SPEK-HAM dengan Bapermas PP, PA, dan KB kota Surakarta, serta menggandeng Puskesmas Manahan yang memiliki tenaga dan alat untuk tes IVA sebagai tenaga pelaksana.

IVA Kadipiro 1

Sasaran dari pemeriksaan gratis tersebut adalah semua perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah, serta memiliki risiko terkena IMS dan HIV/AIDS. Pemeriksaan dilakukan selama dua hari, satu hari untuk pengambilan darah dan sekret serta pemeriksaan, dan hari berikutnya, 2 April 2014 untuk pengambilan hasil (post test), dengan kuota lima puluh orang.

Kegiatan pemeriksaan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi tentang bahaya IMS dan HIV AIDS yang sudah dilakukan sebelumnya, yang mempunyai tujuan agar masyarakat khususnya perempuan, mempunyai kesadaran untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit tersebut. (lia/spekham)