Search for:

Diskusi Kespro pada Kelompok Laki-laki Risiko Tinggi di Kabupaten Boyolali

Diskusi HRMKegiatan diskusi komunitas laki-laki berisiko tinggi di Kabupaten Boyolali dilakukan pada komunitas-komunitas laki-laki yang ada pada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan bergiliran di rumah anggota komunitas tersebut.

Kegiatan dilakukan satu bulan sekali dan setiap pertemuan dilakukan menurut kalender Jawa, contohnya setiap selasa pon atau rabu pahing tiap bulannya. Kegiatan diskusi komunitas diadakan karena melihat semakin banyaknya orang terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten ini. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai HIV\AIDS dan infeksi menular seksual atau IMS di kalangan warga dan komunitas yang sangat mungkin beresiko tertular HIV/AIDS dan IMS, khususnya laki-laki. Terutama laki-laki yang sudah berkeluarga, karena istri dan anak-anak mereka juga berisiko tertular. Oleh karena itu, kegiatan diskusi komunitas High Risk Man (HRM) atau laki-laki beresiko tinggi sangat penting untuk dilakukan.

Untuk dapat melakukan kegiatan ini, para penjangkau mencari tahu komunitas apa saja yang ada pada suatu daerah. Setelah mendapat informasi yang cukup, kemudian kami melakukan pendekatan kepada salah satu anggota atau pengurus komunitas tersebut untuk dapat masuk dan melakukan kegiatan diskusi mengenai HIV/AIDS dan IMS kepada komunitas tersebut pada saat komunitas tersebut melakukan kegiatan pertemuan rutin yang dilakukan tiap bulan. Pada saat acara diskusi komunitas, selain memberikan informasi mengenai HIV/AIDS dan IMS, kami juga menyampaikan layanan kesehatan yang dapat diakses jika ada yang terkena HIV/AIDS dan IMS, sehingga diharapkan tidak ada diskriminasi dan mereka tahu apa yang harus diperbuat jika ada yang terinfeksi HIV/AIDS dan IMS. (spekham/ivan andy)

Pengalaman Kelompok Dampingan SPEK-HAM di Boyolali tentang VCT

VCT

 

 

 

1. Yuni   (Waria)

Saya bangga dan senang sekali karena di Boyolali sudah ada mobil klinik VCT. Ini bukanlah kali pertama saya melakukan tes VCT, saya sudah beberapa kali melakukan tes VCT. Saya melakukan tes VCT ini dengan kesadaran sendiri dan bukan karena paksaan orang lain. Saya menyadari kalau perilaku seksual saya berisiko tinggi, oleh karena itu saya menginginkan adanya tes VCT ini dilakukan secara rutin dalam 3 bulan sekali. Saya juga semakin berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan.

2.Roni  (Laki-laki Risiko Tinggi)

Saya senang sekali dengan adanya VCT, karena saya bisa mengetahui status kesehatan saya. Saya merasa perilaku seksual saya masih tergolong risiko tinggi, dan dengan adanya tes ini saya bisa merubah perilaku saya. Hasil dapat dilihat dari REAKTIF atau NON REAKTIF dari tes yang dilakukan. Untuk itu saya juga berterima kasih kepada teman saya yang memberikan informasi  dan dukungan agar saya lebih  mengerti apa tujuan VCT ini. Terima kasih  pada teman-teman semunya.

Sosialisasi HIV AIDS di Kabupaten Salatiga

Salatiga, Jawa Tengah.

Pertemuan kempok Laki-laki beresiko

klub VespaUntuk memutus mata rantai penularan HIV AIDS yang semakin hari semakin meningkat angka penambahan kasusnya maka Tim dari Grahamitra di bawah koordinasi SSR SPEK-HAM, melakukan kegiatan diskusi komunitas kelompok lelaki beresiko. Kegiatan tersebut dilakukan pada bulan Mei 2013. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk diskusi untuk memberikan Debt colectorinformasi tentang  HIV AIDS, dilakukan melalui kelompok-kelompok seperti pemuda karang taruna, klub motor, pecinta Jeep, klub Vespa dan kelompok debt collector. Didalam kegiatan ini selain berbagi informasi seputar HIV dan AIDS juga berbagi informasi terkait permasalahan yang ada di komunitas. Penjangkauan dan pendampingan pada komunitas-komunitas beresiko juga dilakukan, sebagai bentuk usaha perubahan perilaku pada populasi kunci HRM.

Diskusi IDU (Pengguna Narkoba Suntik)      

Diskusi IDU dilakukan secara roadshow, karena karakterisktik komunitas yang berkelompok dan seringkali ada beberapa kelompok yang tidak bisa dipertemukan karena ada masalah personal sehingga kegiatan diskusi harus dilakukan secara berpindah. Materi yang disampaikan lebih kepada pengetahuan tentang program HR dan IMS.

Diskusi dan Pendampingan Pedila (Perempuan yang Dilacurkan)

Pada kelompok ini disampaikan informasi seputar HIV, IMS serta tambahan ketrampilan berupa membuat aksesoris sebagai bentuk kegiatan pemberdayaan dan sumber pendapatan alternative. Kegiatan pendampingan dilakukan pada semua populasi kunci tidak terkecuali kepada Pedila, bentuk edukasi dari tempat kost satu ke tempat kost yang lain merupakan strategi untuk mensiasati kendala mengganggu jam kerja dari kelompok dampingan. (spek-ham/graha mitra)

Karnaval Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Boyolali

Karnaval HAS 2

SPEK-HAM bersama dengan PEPARI mengadakan karnaval untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang diadakan di Jalan protokol kota Boyolali tepatnya di Bundaran Tugu Pasar Kota Boyolali, serta di sekitar Taman Kridanggo yang dimulai dari pukul 06.00 – 07.30 WIB. Kegiatan diadakan pada tanggal 1 Desember 2013 yang telah ditetapkan sebagai Hari AIDS Sedunia .

Karnaval HAS 1

Kegiatan juga diikuti oleh masyarakat umum Boyolali karena juga bertepatan dengan car free day, selain itu juga terdapat teman-teman kelompok dampingan yang juga ikut menyebarkan KIE (leaflet informasi) yang berisi tentang apa itu HIV AIDS, bagaimana cara menularnya, serta bagaimana cara untuk mencegahnya. Selain itu PMI Kota Boyolali juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut untuk mendukung pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Boyolali.

Kegiatan tersebut pada khususnya bertujuan untuk membuka wawasan yang lebih pada masyarakat secara luas tentang bahaya penyakit AIDS. Bahwasanya penyakit tersebut juga dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali, apabila melakukan perilaku yang menyimpang, diantaranya yaitu sex bebas, penggunaan narkoba suntik secara bergantian, penggunaan jarum tattoo yang tidak steril dan lain-lain. Agar masyarakat Boyolali secara khusus dapat terhindar dari bahaya penyakit HIV AIDS, setelah mengikuti kegiatan, masyarakatdiharapkan menjadi lebih peduli akan kesehatan orang-orang terdekatnya.  (Agung Sri Kuncoro)