Search for:

Pelatihan Produk Hilir Minyak Atsiri Serat Wangi di Aula Kecamatan Larangan

Pada 13 Maret 2019 bertempat di Aula Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes diselenggarakan pelatihan produk hilir minyak atsiri serat wangi yang diselenggarakan oleh SPEK-HAM dan difasilitasi oleh Baperlitbangda Kabupaten Brebes. Dalam sambutan pembukaannya, Abu, dari pihak Baperlitbangda mengharapkan dalam pelatihan ini para peserta kebanyakan ibu-ibu dapat berwirausaha dan mendapatkan penghasilkan dari produk minyak atsiri.

“Nanti dari narasumber akan detail menjelaskan tentang pengolahan. Proses penanamannya sudah dianggap tahu. Nah, ini nanti proses produksi produk turunannya bagaimana. Saya berharap ibu-ibu dapat mengikuti pelatihan dan bisa menjadi wirausaha sukses,” terang Abu.  Pihaknya juga berharap agar pelatihan dapat mengurangi angka pengangguran di Kecamatan Larangan dan Songgom. Selain itu juga meningkatkan ketrampilan proses pengolahan minyak atsiri.

Dalam sambutannya, Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM memperkenalkan tentang lembaga yang sudah sejak tahun 2014 bekerja di Kabupaten Brebes. “Program yang kami lakukan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan ekonomi,” terang Rahayu Purwaningsih. Menurutnya semua kegiatan pelatihan ini bisa terlaksana atas kerja sama SPEK-HAM dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Brebes. Setelah pelatihan ini akan ada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan mendampingi packaging dan produksinya.

tidak ada kendala berarti saat pelatihan membuat sabun sereh wangi

Tidak ada halangan yang berarti bagi para peserta pelatihan, kecuali bahan cetakan untuk membuat sabun yang susah didapat dan akan diusahakan oleh SPEK-HAM. Dan untuk rencana tindak lanjut dalam minggu ini kelompok akan berpraktik pembuatan sabun dengan didampingi dari relawan SPEK-HAM dan koordinator/ketua kelompok masing-masing desa. (red)

Pertemuan OPD Kabupaten Brebes Penyusunan Profil Kegiatan Investasi/Kajian Kawasan Atsiri Organik

Pertemuan SPEK-HAM bersama OPD Kabupaten Brebes

Berlatar belakang Brebes yang sangat dekat dengan kemiskinan dan itu juga ditemukan di wilayah Kecamatan Pamulihan. Waktu ke Kecamatan Wlahar maupun ke Pamulihan mesti dengan kondisi  menyeberang. Bahkan menurut cerita jika ada guru kalau ditempatkan pada wilayah tersebut selalu ingin pindah karena sulitnya medan yang dilalui. Melihat situasi tersebut kemudian ada keinginan untuk menulis dan membuat proposal untuk menangani blank spot area yaitu wilayah Pamulihan.  

Di Kabupaten Brebes ada tujuh wilayah perbatasan: Kabupaten Kuningan, Cilacap, Tegal, Banyumas, Kuningan,  Majalengka,  Ciamis, yang terdiri dari 17 kecamatan dan 5 kawedanan. “Brebes iakan jadi ajang internasional salah satunya Kecamatan Larangan akan dijadikan  agropolitan tetapi kemudian itu tidak direspon dengan baik oleh Pemerintah daerah/bupati. Pendekatan untuk meminimalisir kemiskinan sebenarnya dengan pengelolaan sumber daya yang ada dengan kearifan lokal yang ada,”ujar Rofik dari Baperlitbangda dalam pertemuan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Baperlitbangda, Selasa (12/3).

SPEK-HAM dengan program Membangun Kawasan Atsiri Organic di Brebes Provinsi Jawa Tengah menyampaikan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bahwa ke depan program ini akan menjadi eduwisata industri minyak atsiri dari hulu ke hilir. Sedangkan strategi implementasinya adalah kemitraan multipihak, kelompok sosiopreneurship dan penguasaan teknologi.

Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki usul pengembangan kawasan ada di dualokasi dan masing-masing lokasi ada di wilayah utara. Pengembangan bisa di Brebes Selatan karena area yang luas dan sekarang juga tidak sedang ditanami. Sebagai contoh, di Kecamatan Bumiayu, dan Maribaya ada peternakan dan pertanian. Pihaknya juga mengusulkan bagaimana agar bisa menyentuh semua kecamatan di Brebes, dengan melakukan langkah konkrit membentuk kelompok/kader pemberdayaan seperti perempuan kepala keluarga di masing-masing kecamatan. “Kalau butuh data wilayah silahkan bisa berkoordinasi,”ujar narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tersebut.  

Sedangkan narasumber dari Dispermasdes/pemberdayaan ekonomi  karena ada wilayah Kecamatan Larangan, Pamulihan, Wlahar, Cenang saat ini  ada program BUMDES bisa memperkuat masalah perdagangan misalnya untuk pemasarannya dan lain – lain. “Kalau ada kelompok-kelompok tani juga bisa diberdayakan,”ujarnya.

Suasana pertemuan SPEK-HAM dengan OPD

Menurut Endang Listiyani dari SPEK-HAM  kawasan yang akan dibangun adalah kawasan organik dan ini akan jadi jembatan Brebes yang full kimia. “Untuk 46ha itu baru rintisan kawasan, nah ke depannya butuh pengembangan dan kemudian bisa direspon masyarakat Brebes sendiri,”ujar Endang Listiyani. Menurutnya ini yang nanti bisa didiskusikan bersama peran yang bisa dilakukan bersama seperti apa. Kemajuan wilayah itu tidak terlepas dari kepemimpinan yang berpihak pada masyarakatnya serta mengawal program penangulangan kemiskinan. (red)