Search for:

Kesehatan Reproduksi bagi Kelompok Dawis Banyuanyar

Kepedulian dan antusias Pengurus  Kelompok  Dawis 1 dan 2dari  RT03 RW 06, Kelurahan Banyuanyar, tentang kesehatan reproduksi sangat terlihat pada kegiatan Pemeriksaan bersama yang dilakukan di rumah Bapak Pramono Agung Nugroho, Pengurus RT 03 RW 06, Dukuhan Taruma Negara Gang U.I, Kelurahan Banyuanyar pada tanggal 6 Juni 2014.

DIGITAL CAMERAKegiatan dilakukan untuk Pemeriksaan IVA, IMS dan VCT. Merupakan kerjasama Yayasan SPEK HAM dan layanan Klinik IMS dan VCT dari Puskesmas Sangkrah. Semula direncanakan 20 orang akan mengikuti pemeriksaan ini. Karena kegesitan Ibu Itaselaku Pengurus Dawis dan didukung oleh Ibu PutriPramonoAgung selaku tuan rumah, akhirnya 27 orang ibu mengikuti pemeriksaan tersebut dengan antusias. (soepadmin/spekham)

Geliat Kelompok Perempuan Mawar Desa Balerante

Kelompok Mawar, Kelompok perempuan dari Desa Balerante sebagai wadah berkumpul, berdiskusi dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan para perempuan Balerante.

Gadoh Sapi 1Diskusi dan pertemuan rutin dilakukan untuk kemajuan bersama. Seperti yang dilakukan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 di rumah Bu Darsi. Pertemuan kali ini membahas tentang pengelolaan ternak kelompok. Dengan memperhitungkan pengeluaran, pemasukan dan pembagian hasil, kelompok mempunyai keinginan untuk beralih dari pengelolaan sapi penggemukan ke pengelolaan sapi perah.

Pengalaman kelompok “MAWAR” dalam gadoh sapi penggemukan selama 5 bulan ini dirasa belum bisa mencukupi kebutuhan yang berkelanjutan. Penggadoh merasa masih kurang dan tidak seimbang antara harga jual dibandingkan dengan tenaga penggadoh, pola pakan, rumput, dan air. Air diperhitungkan karena daerah Balerante merupakan daerah yang mempunyai kesulitan dalam memperoleh air, air diperoleh dengan cara membeli atau memanfaatkan dari tadah hujan. Sedangkan dari pengalaman pribadi anggota kelompok yang mempunyai sapi perah, ada pemasukan rutin yang didapatkan setiap bulannya dari penjualan susu.

Gadoh Sapi 2Kelompok Mawar belum pernah melakukan penggadohan sapi perah, oleh karena itu perlu pendalaman lagi. Pendalaman tentang sistem penggadohan, serta pemanfaatan kotoran sapi yang memungkinkan untuk mendapatkan tambahan pemasukan bagi kelompok ini.

Perencanaan pertama adalah pembelian sapi perah, sapi perah yang akan dibeli adalah sapi perah yang dalam kondisi hamil 5 atau 7 bulan. Keuntungan pembelian sapi saat dalam kondisi hamil adalah anakkan sapi itu sendiri, dan susunya juga bisa langsung diperah, jadi ada pemasukan tiap bulannya. Sapi dapat menghasilkan jumlah dan kualitas susu yang baik sampai pada tahap 4 kali beranak. Setelah beranak 4 kali, sapi masih menghasilkan susu, akan tetapi jumlah dan kualitasnya sudah menurun. Sapi indukkan tersebut akan dijual saat hamil yang ke 2 atau 3 kali, agar harga jual sapi tidak merosot jauh. (eko nur/edit:nuel/spekham)

“Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination”

Malam Renungan AIDS Nusantara atau yang akrab disebut MRAN merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman aktivis HIV AIDS yang rutin diadakan setiap tahunnya. Sederet aksi-aksi atau kegiatan bermunculan dari berbagai pemerduli HIV AIDS tersebut, tak ketinggalan salah satunya adalah SPEK-HAM yang digawangi oleh teman-teman Petugas Penjangkau wilayah Klaten, yang bekerja sama dengan KPAD Kabupaten Klaten, DINKES Kabupaten Klaten, Ikatan Waria Klaten (IWAK), BEM UNWIDHA, MURAL, STUCK, KOMPAK, teman-teman dari Sekolah Kesehatan Klaten dan teman-teman musisi Akustik Klaten, mengadakan sebuah Aksi di Jalan Pemuda yang pagi itu menjadi kawasan Car Free Day (Minggu, 1 Juni 2014). Kegiatan ini mengusung tema “Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination”.

mran cfd 2

Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 09.00 WIB. Dalam kegiatan ini, semua elemen bergabung menjadi satu dalam satu barisan dan berjalan menyusuri Jalan Pemuda. Tidak sekedar berjalan, teman-teman pemerduli HIV AIDS ini juga melakukan orasi untuk menyampaikan berbagai informasi tentang HIV AIDS, membagikan 1000 leaflet, 1000 PIN yang bertuliskan informasi kasus HIV AIDS di tahun 2014 dan 1000 Permen berpita merah. Teman-teman ini berjalan mulai dari depan kantor BRI Klaten dan berakhir di Depan Alun-alun Klaten.

mran cfd 4

Di depan Alun-alun Klaten ini mereka menggelar sebuah aksi yang tak kalah menarik yakni berupa pertunjukan Live Akustik, Pembacaan Puisi dan Aksi Pembubuhan Tandatangan (signature sign) sebagai bentuk dukungan dan partisipasi masyarakat Klaten. (butet harahap/spekham)

Sadar Kesehatan Reproduksi Kampung Kandang Doro

Usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi dilakukan oleh SPEK-HAM. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan menyasar pada kelompok-kelompok resiko tinggi, kelompok Ibu rumah tangga, dan juga pelajar serta mahasiswa.

Kelompok Perempuan Kampung Kandang Doro, Kelurahan Kestalan merupakan salah satu komunitas yang selama lebih kurang tiga tahun menjadi kelompok dampingan SPEK-HAM. Kelompok yang terdiri dari Ibu rumah tangga ini telah banyak melakukan banyak kegiatan terkait dengan kemadirian serta peningkatan kapasitas pengetahuan perempuan, termasuk peningkatan pengetahuan akan kesehatan reproduksi. Kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi sudah mulai terbangun dengan adanya diskusi-diskusi menyangkut hal tersebut.

iva kandang doro 3Terbangunnya kesadaran tersebut ditindaklanjuti dengan adanya pemeriksaan kesehatan reproduksi dengan Tes IVA (Inspeksi visual dengan asam asetat), tes IMS dan tes HIV AIDS pada hari Rabu, 21 Mei 2014. Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Sangkarah ini bertujuan untuk mendeteksi dini kelainan pra-kanker leher rahim pada tahap awal dengan pemeriksaan IVA. Program ini hanya membutuhkan sumber daya dan sarana kesehatan sederhana, namun sangat efektif.

Proses tes IVA dan IMS dilakukan dengan pembersihan leher rahim. Spekulum, alat semacam cocor bebek, membantu proses pembersihan. Pembersihan dilakukan dengan cara memulas leher rahim dengan zat asam asetat 3-5% selama satu menit.

Pemeriksaan paling lama memakan waktu 5-6 menit untuk setiap orangnya. Dengan waktu maksimal 5-6 menit, hasil tes langsung diketahui seketika itu juga. Petugas medis yang memeriksa akan menyimpulkan normal (negatif) atau Lesi pra-kanker (positif). Idealnya, pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dilakukan secara rutin dan berkala. Pemeriksaan minimal dilakukan 3 tahun sekali dengan cara Papsmear atau tes IVA. (atik fatma/edit:nuel/spekham)