Search for:

Kunjungan Direktur IPAS Global ASIA ke Sanggar SPEKTA Klaten Tengah

Berfoto bersama sebelum mengakhiri kunjungan

Senin, 24 Juni 2019 sanggar kesehatan reproduksi perempuan dan perempun muda SPEKTA (Solidaritas Perempuan Kuat dan Tangguh) Kecamatan Klaten Tengah dampingan SPEK-HAM mendapatkan kunjungan dari IPAS Global. Ada 20 orang Direktur dan Program Manager yang hadir  mereka berasal dari negara Pakistan, Bangladesh, India, Myanmar, Nepal dan Indonesia. Kegiatan ini adalah bagian dari pertemuan para Direktur afiliasi IPAS Global di ASIA yang diselenggarakan di Yogyakarta, yang salah satu kegiatannya kunjungan ke wiayah program pemberdayaan masyarakat sebagai saranan sharing dan pembelajaran atas praktik baik yang telah diterapkan di wilayah dampingan.

Mengawali kegiatan Rahayu Purwaningsih, SE selaku Direktur lembaga Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM ( SPEK-HAM ) mengucapkan selamat datang kepada semua tamu baik dari Pemerintah Kota Klaten ( Dinas Kesehatan, Kecamatan Klaten Tengah, Kepala Kelurahan Kabupaten, Kepala Puskesmas Klaten Tengah, Bidan ) dan rombongan dari IPAS Global. Dalam sambutan pengantarnya Rahayu Purwaningsih memperkenalkan semua staff yang masuk dalam jajaran program IPAS dari SPEK-HAM, kader-kader perempuan dampingan dan sekelumit memberikan informasi terkait lembaga dan program.

Selain perkenalan juga dipaparkan terkait dengan situasi kesehatan reproduksi, anggka dispensasi pernikahan, kehamilan tidak diinginkan dan kekerasan dalam pacaran di kabupaten klaten, disebutkan Rahayu Purwaningsih sebagai pijakan kerja-kerja di lapangan bahwa data di tahun 2017 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Klaten menduduki peringkat ke 7 di Jawa Tengah dan menurut data dari Pengadilan Agama Kabupaten Klaten ada 135 dispensasi pernikahan, serta temuan-temuan di lapangan terkait angka kekerasan dalam pacaran (KDP) yang menyebabkan kehamilan yang selalu meningkat. Perkenalan tidak hanya dari SPEK-HAM saja, Mrs Simran selaku ketua rombongan juga memperkenalkan masing-masing Direktur dan asal negara.

Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM sedang mendapingi tamu.

Setelah agenda perkenalan, Ibu Catur selaku ketua sanggar SPEKTA memaparkan kegiatan yang sudah dilakukan dari bulan Oktober – Juni diantaranya : Pelatihan kader terkait Hak Kesehatan, Pertemuan Kelompok belajara, pertemuan kelompok sanggar kespro, safari kader pemberian informasi kepada masyarakat di tingkat desa dan advokasi kepada pemerintah desa terkait keperpihakan program dan anggaran melalui Dana Desa. Elizabeth Yulianti yang didaulat memandu acara dan juga sebagai penanggung jawab wilayah mempersilahkan rombongan untuk melihat kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan di Klaten Tengah dalam bentuk slide yang ditempel-tempel di dinding ruang sanggar selama 5 menit sebelum proses tanya jawab.

Elizabeth Yulianti sebagai koordinator wilayah dampingan sedang menjawab pertanyaan dari tamu

Muncul ungkapan-ungkapan positif yang keluar dari peserta terkait keperpihakan pemerintah baik kabupaten maupun lokal (desa/kelurahan) serta semangat kader dalam berproses di tingkat basis. Acara selesai pukul 09.30, dan ada banyak hal yang didapat dari kunjungan rombongan IPAS Global. Kader-kader perempuan Klaten Tengah merasa dihargai kerja-kerja yang dilakukan, serta menjadi suntikan semangat sendiri. Berikutnya rombongan melanjutkan kunjungannya di RSUD Bagas Waras Klaten untuk melihat dari sisi layanan kesehatan dan kelengkapannya. (Ant.Danang Wijayanto)

Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah Punya Cerita

Tim IPAS SPEK-HAM bertemu dengan Lurah Kabupaten

Sesuatu yang baik dan berguna bagi masyarakat kenapa harus dihalang-halangi, buat saya itu sangat membantu kerja-kerja saya sebagai kepala kelurahan. Pertama, saya tidak bisa bekerja sendiri, kedua masyarakat saya jadi pintar, ketiga saya jadi bisa belajar isu-isu terkini terkait dengan perempuan, dan saya akan memihaki program-program panjenengan yang sudah saya dengar dari kader-kader saya terkait kerja-kerja panjenengan semua di Klaten Tengah khususnya di Kelurahan Klaten. Silakan mengumpulkan ibu-ibu RT,RW di kelurahan dan berkegiatan nanti anggarannya biar kami pikirkan”.

Tulisan di atas adalah sepenggal cerita kami (Liza,Ayun,Atik dan Danang) mengawali aktivitas kegiatan di Kabupaten Klaten, saat bertemu dengan Kepala Kelurahan Kabupaten  Kecamatan Klaten Tengah Hartini,S.IP,MM. Kami diundang setelah  beliau mendengar cerita dari para kader posyandu yang mengikuti kegiatan bersama-sama dengan SPEK-HAM dalam program yang namanya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi). SPEK-HAM sudah bekerja di Kecamatan Klaten Tengah selama lima bulan. SPEK-HAM bersama dengan kader-kader posyandu melakukan kegiatan yang dikemas dalam pelatihan kader posyandu, diskusi-diskusi kelompok belajar, konsolidasi lintas kelompok  belajar serta pertemuan di kelompok perempuan muda dan sanggar kespro. Isu kesehatan reproduksi menjadi pembahasan utama dalam setiap kegiatan, serta membedah kasus-kasus kesehatan reproduksi yang ada dan bagaimana proses pencegahannya di tingkat masyarakat.

Program PEKERTi ini memiliki maksud dan tujuan untuk berkontribusi terhadap penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Klaten dan Indonesia pada umumnya. Selain itu juga untuk meningkatkan status kesehatan reproduksi perempuan termasuk tentang perencanaan kehamilan dan penanganan Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD), termasuk Asuhan Paska Keguguran(APK) di Kabupaten Klaten. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Klaten menduduki peringkat ketujuh dalam menyumbang Angka Kematian Ibu (AKI) di tahun 2017 dengan berbagai macam indikasi, di antaranya : kedaruratan medis (jantung, hipertensi, dll) dan preklamsi.

Tim IPAS SPEK-HAM bersama Lurah Kabupaten Kecamatan Klaten Tengah

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Klaten bisa dibilang tinggi dengan berbagai macam latar belakang indikasi penyebabnya. Satu langkah sudah dilakukan oleh teman-teman kader posyandu di Kecamatan Klaten Tengah, dengan memberanikan diri melakukan advokasi-advokasi di tingkat kelurahan masing-masing, memaparkan kasus yang ada kepada kepala  kelurahan sebagai dasar mendorong pemihakan program dan anggaran untuk isu kesehatan reproduksi perempuan. Komitmen Kepala Kelurahan Kabupaten Kecamatan Klaten Tengah Hartini.S.IP,MM. untuk memihaki isu KESPRO perempuan sebagai bentuk nyata keperpihakan pemangku kepentingan terhadap situasi di daerahnya. Kami menunggu komitmen dari kepala kelurahan dan kepala desa yang lain melalui cerita-cerita kader. (Antonius Danang)