Search for:

“KELUARGA ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK TUMBUH & KEMBANG BAGI ANAK“

Sosialisasi hak-hak anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2014.

“KELUARGA ADALAH TEMPAT TERBAIK  UNTUK TUMBUH & KEMBANG  BAGI  ANAK“

Bulan Juli datang kembali, meski sebagian orang juga tidak peduli atau bahkan tidak mengingat, tetapi anak-anak di RW 03 Tempen Joyosuran ; seperti Agnes, Mayanda Sari, Putri dan Lia pada bertanya  “Mbak, apa tidak ada kegiatan lagi untuk anak-anak seperti tahun lalu ?” Sesaat saya berfikir, apakah kegiatan setahun lalu begitu berarti bagi mereka hingga mereka masih bisa mengingat dan merasakan akan arti dunia anak. Saya berfikir perlu untuk sekedar mengingatkan kepada masyarakat Joyosuran dan sekitarnya bahwa masih ada anak-anak yang perlu diperjuangkan hak-haknya, khususnya hak kesehatan dan pendidikanya.

Saya pun memulai melakukan lobi kepada Pengurus KLA, Bapak Budi, dan juga Pengurus PPT, Bapak Gito. Mereka menyetujui kegiatan yang saya usulkan yaitu sosialisasi hak anak. Bahwa anak memiliki hak untuk partisipasi dan berekspresi,  juga memberikan pengetahuan tentang hak-hak anak kepada para orang tua.

Langkah selanjutnya, kami bersama beberapa Pengurus Forum Anak Joyosuran (Forajos) berdikusi pada bulan Agustus 2014, dimana kami menyepakati ada 2 kegiatan untuk peringatan Hari Anak Nasional, yaitu pada hari Minggu, 31 Agustus dan 14 September 2014. Kegiatan tanggal 31 Agustus akan diisi dengan pelatihan dan workshop pengelolaan sampah menjadi barang kerajinan dan workshop/sosialisasi pengelolaan sampah. Sedangkan tanggal 14 September, kegiatan penjurian lomba kreatifitas berbahan limbah plastik, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD, serta sosialisasi hak-hak anak yang akan mengundang narasumber dari KLA dan SPEK HAM.

Kegiatan tanggal 31 sudah berjalan dengan cukup menarik, meskipun antusias peserta kurang maksimal karena peserta hanya hadir 65%. Sedangkan untuk tanggal 14 September, peserta cukup banyak, hampir 80% undangan dating. Mereka merasakan bahwa kegiatan seperti ini cukup memberikan manfaat dan juga menginspirasi kepada anak-anak dan remaja. Isian materi Sosialisasi Hak Anak 4tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak juga cukup di respon positif, bahkan ada yang baru tahu ternyata orang tua harus memenuhi hak-hak anak. “Mbak acaranya sangat bermanfaat lho, tahun depan diadakan lagi ya?” begitu kata Bu Desi dari RW 04. Dalam kegiatan ini, selain ada respon dari Bapak Gito selaku Ketua PPT (Pos Pelayanan Terpadu) dan juga Ibu F Sulastri A selaku Ketua KPJ. Hadir sebagai  narasumber dari SPEK HAM,  mbak Nila Ayu Puspaningrum,  yang memperkuat pengetahuan ibu-ibu dan anak-anak  tentang hak-hak anak dan juga pemahaman para orang tua bahwa tempat tumbuh dan berkembang bagi anak adalah dalam keluarganya.

Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman hasil penjurian  tentang tulisan anak oleh Mas Nocko selaku community organizer di Joyosuran.

Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan respon masyarakat Joyosuran semakin banyak dan positif. Selaku Pengurus KLA dan Pendamping Forajos, kami ucapkan banyak terimaksih .

Sosialisasi Hak Anak 3Sosialisasi Hak Anak 2

Ditulis oleh Ekky Puji Lestari, Pengurus KLA dan Pendamping Forajos.

(edit : nocko/photo : onie/spekham.org)

Pernik Cantik dari Limbah Sampah

“Workshop Pemanfaatan Limbah dan Sampah Plastik”

Diselenggaran  oleh KPJ – Forajos – PKK Joyosuran – SPEK HAM untuk mendukung gerakan “Cinta Bumi“

Minggu pagi tanggal 31 Agustus 2014. Sejak pukul 09.30 WIB, anak-anak dan ibu-ibu berkumpul di Bale Kelurahan Joyosuran. Mereka datang membawa botol plastik aneka ukuran dari botol minuman yang sudah tidak terpakai yang biasanya berserakan atau dibuang ke kali, yang semakin membuat mampet saluran air dan membuat air tergenang  yang akan mengakibatkan banyak nyamuk.

Setelah peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja serta anak-anak dari 12 RW di Kelurahan Joyosuran sudah mulai berdatangan, acara segera di mulai. Diawali dengan sambutan dari PKK Kelurahan Joyosuran Pokja Satu, yang menyampaikan perlunya mendorong kegiatan-kegiatan di masyarakat yang terkait dengan lingkungan dan peningkatan keterampilan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan potensi sampah. Sampah bisa bermanfaat pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan industri rumah tangga dan juga kebersihan lingkungan menjadi lebih terjaga.

DSCN9398Dalam kegiatan ini, Kelompok Perempuan Joyosuran (KPJ) berperan pada pemberian materi, yang disampaikan oleh Ibu Eky Puji Lestari selaku koordinator perempuan untuk penguatan ekonomi kreatif di KPJPU. Selain itu juga ada ada co fasilitator Ibu Rani Misdiyati dan Ibu Trie yang membantu pada proses prakteknya. Diawali dengan pemaparan hasil pemetaan KPJ tentang lingkungan, dimana wilayah ini berpotensi terjadi  genangan air atau banjir yang disebabkan oleh insfrastruktur yang kurang memenuhi syarat karena saluran pembuangan air  dibuat sempit dan kurang saluran yang bisa dibuka untuk dibersihkan. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan khususnya kali dan saluran air juga masih perlu ditingkatkan. Selain itu juga disampaikan pemaparan hasil temuan dalam pemetaan tentang potensi perempuan Joyosuran, termasuk  remaja, dalam berperan aktif  menjaga lingkungan dan mencintai bumi dengan terlibat dalam gerakan “Cinta  Bumi” yang mulai dicanangkan sejak Desember 2013.

DSCN9343Berbagai kreasi dari barang bekas seperti botol minuman yang terbuat dari bahan dasar plastik menjadi aneka pernak-pernik cantik seperti kap lampu, celengan dari bahan plastik, aneka bunga dan lain-lain. Kegiatan ini  menjadi salah satu media untuk mengenalkan kepada remaja dan ibu-ibu untuk menjaga lingkungan dengan berperilaku yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah. Kegiatan ini menjadi gerakan awal pada remaja karena akan dilanjutkan dengan pelatihan kepemimpinan dan workshop pendalaman bagi ibu-ibu, yang akan dilakukan di show room Griya Lilin di Kampung Gabudan pada minggu kedua. Kemudian pada tanggal 14 September 2014 akan dilaksanakan kegiatan mendukung gerakan ini dengan berbagai aktifitas untuk remaja maupun ibu-ibu.

Kegiatan semacam ini akan lebih baik jika dikomunikasikan secara intens kepada Pemerintah Kelurahan sehingga akan menjadi bahan diskusi tentang keberlanjutan kegiatan ini. Dengan adanya keterlibatan dari pihak Kelurahan akan lebih memaksimalkan dukungan kepada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Terlebih ketika terjadi perubahan Kepala Kelurahan tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan yang ada di masyarakat karena sudah menjadi  keputusan Kelurahan melalui SK Lurah. Berawal dari membangun kesadaran diri, memperkuat komitmen keluarga dan masyarakat  untuk  mulai peduli dengan lingkunganya, moment peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2014 memberikan spirit kepada masyarakat bahwa tumbuh di lingkungan yang sehat menjadi bagian salah satu hak manusia. (a noko alee/spekham.org)