Search for:

Sebagian Pemerintah Desa Belum Paham Kesehatan Reproduksi

Berswafoto bersama Kader Kesehatan “Permata” Kecamatan Juwiring.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Diskusi bersama Kader Kesehatan “Permata” se-Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten pada rabu, 12/2 di Sanggar Kespro “Permata” Desa Tanjung. Hadir dalam kegiatan ini kader kesehatan perempuan perwakilan 19 desa yang ada di Kecamatan Juwiring.

Disampaikan mayoritas kader kesehatan yang hadir, bahwa saat ini pemerintah desa belum paham tentang informasi Kesehatan Reproduksi (Kespro). Sutiyem Kader dari Desa Serenan menyampaikan bahwa pemerintah desa belum mengerti dan paham tentang apa itu Kesehatan Reproduksi. “Setahu saya ya belum paham (Kespro), makanya sampai dengan saat ini belum menjadi prioritas penganggaran,” ungkap Sutiyem.

Diskusi Kader Kesehatan “Permata” Kecamatan Juwiring.

Feri Ariningsih salah seorang Kader Kesehatan dari Desa Trasan mengatakan bahwa Pemerintah Desa saat ini masih berorientasi pada pembangunan fisik atau infrastruktur dan belum menganggap bahwa Kesehatan Reproduksi menjadi kebutuhan. “Persoalannya adalah pemerintah desa tidak peduli, tidak ngerti apa itu kesehatan reproduksi. Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), pemerintah desa banyak menganggarkan untuk pembangunan fisik daripada pembangunan manusia,“ jelas Feri.

Sementara itu hal lain disampaikan oleh Rini Dwi Lestari Kader Kesehatan dari Desa Pundungan, menurutnya Pemerintah Desa Pundungan sudah memberikan dukungan dalam program Kespro, yaitu berupa anggaran. “Pada saat pembahasan anggaran, saya masukkan kegiatan tentang Kespro, kebetulan saya kan ketua PKK,” ungkap Rini.

Dia menambahkan Kepala Desa juga telah memberikan dukungan, salah satunya dengan memberikan sosialisasi tentang Stunting, Kesehatan Reproduksi dan perlindungan anak pada kelompok laki-laki atau suami. Harapannya agar laki-laki atau suami memiliki keberpihakan pada perempuan dan anak. Henrico Fajar dari SPEK-HAM yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya melakukan lobi dan advokasi kepada pihak-pihak terkait agar muncul keberpihakan pada isu Kesehatan Reproduksi. “Lobi-lobi harus dilakukan kepada pihak-pihak potensial yang bisa diajak untuk mendukung program atau kegiatan ini dan tidak harus formal, lobi bisa dilakukan di dimanapun dan kapapun,” ungkap Fajar. Pihak-pihak potensial yang dimaksud adalah Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua PKK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Karangtaruna dsbnya. Henrico Fajar/Divisi Kesmas/SPEK-HAM

Pemerintah Desa Blumbang Gelar Musrenbangdes

Widayanto, Kepala Desa Blumbang menyampaikan sambutan dalam kegiatan Musrengbandes

Pemerintah Desa Blumbang Menggelar kegiatan Musrenbangdes pada Jumat, 24/1 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Hadir dalam kegiatan ini Camat beserta Muspika Kecamatan Klego, Kepala Desa beserta perangkat, BPD, para RT dan RW, anggota PKK, kader kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pendamping desa dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Partisipasi Perempuan dalam Musrengbandes Blumbang

Kepala Desa Blumbang Widayanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangdes tahun ini akan menghasilkan usulan atau program kegiatan di tahun 2021 yang terdiri atas rencana kegiatan bidang sosial budaya (kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kepemudaan, lingkungan hidup), ekonomi (industri, home industri, UMKM, pertanian) dan infrastruktur (pengelolaan sampah, pengelolaan air bersih, pembangunan jalan, jembatan, dsb).

“Kegiatan ini akan merumuskan dan menetapkan pembangunan desa, menentukan prioritas kegiatan yang akan diajukan ke Musrenbang Kecamatan. Semua warga bisa memberikan usulan terkait dengan program pembangunan desa di tahun 2021 yang sesuai dengan kebutuhan desa”, jelas Widayanto.

Dia menambahkan Musrenbangdes merupakan forum musyawarah desa yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selain merumuskan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, Musrenbangdes ini juga akan menentukan tim delegasi di tingkat Kecamatan.

Drs. Sudarmadi, MM Selaku Camat Klego menyampaikan musrenbanges ini bertujuan untuk menyusun rencana prioritas pembangunan desa, misalnya pemberdayaan terutama di bidang ekonomi. Pemberdayaan menurutnya sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan dalam rangka menyejahterakan masyarakat.

“Jadi saya berharap agar pembangunan itu tidak hanya infrastruktur saja, tetapi juga pemberdayaan itu juga penting bagi masyarakat agar kesejahteraan warga bisa tercapai dengan maksimal”, terang Sudarmadi. Sementara itu Fikri salah seorang kader kesehatan akan mengusulkan kegiatan pelatihan kesehatan reproduksi perempuan dan remaja. ”Nanti di sesi diskusi per bidang pembangunan saya mengusulkan kegiatan untuk perempuan, yaitu pelatihan kesehatan reproduksi untuk perempuan dan remaja”, ungkap Fikri. Menurutnya kegiatan ini penting dilakukan karena masih banyak perempuan yang belum paham tentang kesehatan reproduksi. Mustika Ayu, Novenda/magang, Henrico Fajar K.W/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Perencanaan Pembangunan Desa Kuncen Tahun 2016

Musrenbangdes merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh desa dalam melakukan perencanaan dan penganggaran partisipatif dengan melibatkan semua unsur masyarakat. Penyelenggaraan desa mustahil akan berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak yang peduli, perlu kiranya aparat desa mendapatkan masukan-masukan yang dibutuhkan dari masyarakat dan menyepakati skala prioritas kebutuhan dan kegiatan desa yang akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes).

Desa Kuncen, Kecamatan Ceper yang diampu oleh ibu Christiani S.Pd. sebagai Kepala Desa melakukan kegiatan MUSRENBANGDes pada hari Senin, 25 Januari 2016. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30-12.15 WIB ini dihadiri perwakilan masyarakat (tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, Karang Taruna, GAPOKTAN, P3A, KP3A, LINMAS, BPD, LPMD dan Perwakilan masyrakat, Camat Ceper beserta perangkatnya). Dalam MUSRENBANGDes ini semua unsur yang hadir bisa menyepakati prioritas kegiatan desa yang akan dilaksanakan oleh desa sendiri, dan dilakukan secara swadaya, prioritas kegiatan desa yang akan dibiayai desa sendiri melalui alokasi dana desa.

Acara yang berlangsung selama hampir 3,5 jam ini sangat menarik, peserta yang hadir sangat aktif. Keterlibatan perempuan di Desa Kuncen bisa dibilang besar, baik secara kehadiran maupun keterlibatan dalam menyampaikan aspirasinya sesuai kebutuhan yang diperlukan komunitas perempuan di Desa Kuncen. Dari hasil diskusi semua unsur masyarakat, ada satu hal yang menarik di Desa Kuncen dan diakui merupakan usulan pertama kali sepanjang kegiatan MUSRENBANGDes. Usulan tersebut berkenaan dengan pembinaan kemasyarakatan (Komunitas Perempuan & Anak, serta Komunitas Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi) yang masuk dalam RKPDes tahun 2017 sebesar Rp 15.000.000,-.

Beberapa usulan tokoh masyarakat ikut mewarnai kegiatan ini. Dengan suasana hangat dan bersahabat ditanggapi oleh pihak kecamatan maupun pihak Pemerintah Desa Kuncen. Terjalin komunikasi dua arah yang berjalan baik sehingga terbangun usulan yang direncanakan menjadi skala prioritas untuk usulan RPJMDes maupun Musrenbangdes 2016.

Pada Musrenbangdes kali ini, Kepala Desa Kuncen, ibu Christiani S.Pd. menegaskan prioritas utama yang tetap menjadi perhatian diantaranya adalah pembangunan infrastruktur yang menjadi fasilitas umum, seperti jalan lingkungan. Diharapkan, di seluruh dusun bisa dibetonisasi, pengerasan jalan. Sarana dan prasarana pertanian (pengadaan mesin tanam padi/rice transplanter), kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembinaan masyarakat juga mesti dioptimalkan dengan melihat potensi yang ada agar desa punya penghasilan yang tiap tahun terus meningkat, sehingga mimpi menjadi desa mandiri bisa terwujud.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, secara tegas meminta kepada pemerintah desa supaya apa yang menjadi usulan masyarakat yang sifatnya prioritas harus terus diperjuangkan oleh pemerintah pada tahap musrenbang tingkat kecamatan, agar kedepannya juga mendapat manfaat bagi masyarakat banyak. “Kami hanya mengusulkan kegiatan yang jadi prioritas utama untuk tahun 2017 mendatang, itulah yang harus kita godok supaya masyarakat tidak kecewa atas usulan mereka yang tidak disetujui oleh pemerintah daerah. Sukses buat Desa Kuncen menuju desa yang mandiri dan berkualitas” (Antonius Danang/spekham.org)