Search for:

Pertemuan Rutin Forum Paralegal Soloraya

Pertemuan Forum Paralegal Soloraya ini dilakukan di Kantor SPEK-HAM pada tanggal 6 Juli 2018. Kegiatan ini merupakan pertemuan setiap dua bulan yang dilakukan forum Paralegal Soloraya untuk membahas perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani Paralegal serta mendiskusikannya jika terjadi tatantangan dalam penanganannya. Selain itu pertemuan ini sebagai forum untuk saling meningkatkan kapasitas bersama tentang Paralegal. Pada pertemuan ini peserta mendiskusikan tentang pemalsuan identitas dan dampak – dampaknya. Salah satu contoh kasus yg dijadikan bahan diskusi terkait adopsi anak lewat prosedur ilegal. Salah satu Paralegal Bu Mulyowati, menceritakan bahwa beliau mendampingi keponakannya sendiri yang lama belum memiliki anak kemudian mengadopsi anak dari seorang mahasiswa yang hamil tetapi belum melakukan pernikahan.

Dalam prosesnya tidak ada hal yang dicurigai oleh Bu Mulyowati karena si Ibu anak tersebut menyerahkan dengan sukarela dan tidak ada paksaan apapun. Kebingungan Beliau setelah anak keponakan tersebut mau masuk PAUD dan mengetahui kalau akta lahirnya ternyata atas nama keponakannya tersebut dan suaminnya, bukan atas nama Ibu yang melahirkannya dulu.  Dari cerita tersebut kemudian Paralegal saling mendiskusikan kekerasan yang terjadi apa saja. Dari pertemuan tersebut kemudian Paralegal mulai merefleksikan kejadian yang terjadi disekitar mereka terkait dengan pemalsuan identitas dan hak – hak apa saja yang dilanggar. Pertemuan tersebut kemudian diakhiri dengan makan bersama. 

 

-Fitri Haryani-

MAHASISWA BELAJAR BERSAMA KELOMPOK SRIKANDI KELURAHAN GILINGAN SURAKARTA

Kesejahteraan masyarakat dapat terwujud jika masyarakat sendiri tahu kebutuhannya. Untuk itulah SPEK-HAM melakukan kerja kerja pemberdayaan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menggali kebutuhan dan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan. Keterlibatan aktif masyarakat serta sinergi dari berbagai multistakeholder menjadi daya ungkit dalam pencapaian perubahan yang lebih baik.

Atas dasar tersebut, pada hari Rabu 4 Juli 2018, empat mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta ikut dalam pertemuan Kelompok Perempuan Srikandi RT 002 RW V Kelurahan Gilingan Kota Surakarta. Mereka ingin mengetahui kegiatan kelompok perempuan yang di gawangi Ibu Sulis yang ternyata sangat membantu dalam menunjang perekenomian keluarga. Berawal dari pemetaan persoalan dan potensi wilayah yang dilakukan oleh perempuan, masyarakat memiliki kesadaran dalam mengelola potensinya dalam berbagai bentuk kegiatan : 1. Pra koperasi perempuan, 2. bank sampah, 3. menciptakan produk olahan pangan berupa karak non borax untuk meningkatkan ekonomi perempuan.

Dengan pendampingan dari SPEK-HAM dalam menguatan kemandirian organisasi, administrasi dan pembukuan sehingga menjadikan pemberdayaan yang transparan dan berkelanjutan. Diharapkan kedatangan mahasiswa pasca sarjana jurusan sosiologi UNS bisa menjadi angin segar untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi kelompok perempuan Srikandi Gilingan.

Soepadmin/NL