Search for:

Cegah HIV-AIDS, Pemdes Pundungan Gelar Penyuluhan

Suasana Penyuluhan HIV-AIDS di Balai Desa Pundungan,
Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten

Pemerintah Desa Pundungan bekerja sama dengan SPEK-HAM dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten menggelar penyuluhan tentang HIV – AIDS di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten pada Sabtu 18/12. Kegiatan diikuti oleh puluhan Kader Kesehatan Desa.

Amin Bagus Panuntun pegiat HIV-AIDS dari KPA Kabupaten Klaten, menyatakan saat ini penyakit HIV-AIDS masih dianggap sebagai penyakit yang tabu dikalangan masyarakat. Menurutnya penyakitnya ini sering dikaitkan  dengan perilaku menyimpang sehingga stigma dan diskriminasi pada penderitanya masih sering ditemui.

“Saya mengajak kita semua untuk melihat HIV-AIDS secara lebih mendalam dari sudut pandang yang lain, penyakit ini memerlukan jangka waktu yang panjang agar dapat terdeteksi atau disebut periode jendela”, ujar Amin. Dia menambahkan selama 30 hari pertama jika seseorang tersebut melakukan screening HIV maka hasilnya akan negatif, setelah 30 hari maka baru akan terdeteksi.

Dalam kegiatan ini juga disampaikan tentang pentingnya pencegahan penularan HIV pada ibu menyusui ke anaknya, hubungan seksual heteroseksual, homoseksual, pengguna narkoba suntik dan terapi ARV pada pasien positif HIV.

Tutik salah seorang peserta, menyampaikan sosialisasi perlu dilakukan pada semua orang baik laki-laki, perempuan maupun remaja di semua latar belakang keluarga. Sehingga harapannya tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV.  Diakhir kegiatan ini Amin mengajak peserta yang hadir untuk tes HIV. Hampir semua peserta menyatakan berani tes HIV di puskesmas maupun rumah sakit, mereka mengaku mengetahui status kesehatan adalah tindakan yang baik dan wajb dilakukan. Mey-Magang UNWIDHA/Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Remaja Pundungan Belajar Komunikasi Persuasif

Melakukan Komunikasi Persuasif dengan permainan tebak kata

SPEK-HAM bersama Pemerintah Desa Pundungan kembali menggelar Pertemuan Remaja pada Senin, 23/12 di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Diskusi kali ini mengangkat tema Komunikasi Persuasif.

Kegiatan ini diawali dengan permainan tebak kata. Setiap peserta yang dibagi ke dalam 2 kelompok. Mereka harus menebak kata yang diberikan fasilitator dengan memperagakannya secara berantai. Kata-kata yang ditebak, yaitu Menstruasi, Mimpi Basah, Kehamilan Tidak Diinginkan, Perkawinan Anak, Remaja Sehat dan Remaja Berencana.

Marlina salah seorang peserta menyatakan permainan tebak kata ini menyenangkan dan seru. Menurutnya butuh kemampuan untuk memperagakan lewat gerak anggota tubuh supaya kata yang dimaksud bisa dijawab peserta lainnya.

Charin peserta yang lain menyampaikan melalui permainan tersebut remaja diingatkan untuk konsisten dalam menyampaikan informasi kepada remaja lainnya dengan bahasa yang singkat, jelas dan mudah dipahami.

Henrico Fajar dari SPEK-HAM menyatakan seorang remaja tentu saja membutuhkan kemampuan berkomunikasi persuasif kepada teman sebayanya, sehingga perubahan perilaku yang diharapkan dapat terjadi sesuai yang kita inginkan. “Misalnya remaja semakin sadar dan paham tentang pentingnya kesehatan reproduksi, mengajak atau membujuk untuk tidak melakukan seks sebelum menikah, bergaul dengan teman yang baik dan memiliki perencanaan di masa depan,” ungkap Fajar.

Fajar menambahkan, harapannya bila semakin banyak remaja terpapar informasi, maka pemenuhan hak kesehatan dan akses layanan kesehatan reproduksi menjadi nyata dilakukan. Selain itu bisa membantu penurunan angka kasus kesehatan reproduksi hingga peningkatan derajat kesehatan perempuan menjadi lebih baik lagi.

Dalam kegiatan ini peserta diajak bermain peran seolah-olah menghadapi kasus-kasus atau persoalan yang seringkali dihadapi remaja di tingkat desa, misalnya temuan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Kehamilan Pada Remaja, Perkawinan Anak dan sebagainya. Sementara itu Danang Setiawan, selaku Kepala Desa Pundungan menyatakan saat ini kita membutuhkan Sumber Daya Manusia yang baik dan terampil berkomunikasi serta mampu mengedukasi sesama remaja atau teman sebaya sehingga dapat bersama-sama menekan angka kasus-kasus kesehatan reproduksi yang masih sering dijumpai. Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM.

Remaja Hebat, Remaja Berencana

Suasana Pertemuan Remaja Pundungan Sabtu 23/11 di Balai Desa Pundungan,
Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Demikian yang mengemuka dalam Pertemuan Remaja Pundungan yang diselenggarakan pada Sabtu 23/11 di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Disampaikan Nur Khazanah salah seorang peserta diskusi, bahwa remaja yang hebat adalah yang mampu mimiliki perencanaan dalam hidupnya. Kapan seorang remaja harus menyelesaikan pendidikannya, kapan mulai bekerja dan memutuskan menikah.

Menurutnya remaja saat ini sering kali terbawa pada pergaulan bebas karena hanya ingin menjadi gaul dan mengikuti tren kekinian. “Jangan sampai hidupnya kacau tidak berencana, bahkan malah sering terbawa pergaulan bebas yang tidak jelas kita prihatin kalau ada remaja yang seperti itu,” ungkap Nur.

Sementara itu Sukma Adi Permana yang juga menjadi peserta pada diskusi kali ini, menyatakan keprihatinannya pada makin banyaknya remaja yang melakukan aksi perundungan baik lewat media sosial maupun perjumpaan tatap muka.

Menanggapi apa yang disampaikan peserta, Henrico Fajar dari SPEK-HAM menyatakan perundungan bisa berdampak buruk pada kondisi psikologis seseorang yang mengalaminya. Mereka bisa mengalami trauma yang berkepanjangan sepanjang hidupnya. Oleh karena itu  dibutuhkan adanya peran yang konkret dari para remaja untuk tidak melakukan perundungan dengan bijak bermedia sosial dan mempopulerkan gerakan remaja berencana.

“Remaja harus berani memanfaatkan media sosial salah satunya dengan berkampanye mengedukasi remaja untuk tidak melakukan seks sebelum menikah, menghindari perkawinan anak, bijak dalam bermedia sosial dan sebagainya,” ungkap Fajar. Sebagai informasi kegiatan ini rutin dilakukan sebulan sekali dengan menghadirkan tema-tema yang berbeda dan terselenggara atas kerjasama Pemerintah Desa Pundungan, SPEK-HAM dan didukung sepenuhnya oleh GF for Women. Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM.