Search for:

Remaja Pundungan Bermain Ular Tangga Kespro

Lintang (15 tahun) bersama teman-teman sebayanya bergegas menuju Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten pagi itu, Santu 27/2. Mereka akan mengikuti Pertemuan Remaja yang rutin digelar setiap bulan. Tepat pukul 10.00 acara dimulai. Tak seperti biasanya, ada hal menarik saat tim SPEK-HAM membawa alat permainan bernama Ular Tangga Kespro. Kespro merupakan singkatan dari Kesehatan Reproduksi.

Berbeda dengan Ular Tangga pada umumnya yang berukuran kecil. Ular Tangga yang satu ini memang didesain khusus berukuran 2×2 m, terdapat gambar organ reproduksi, informasi kespro dan setiap nomor terdapat daftar pertanyaan-pertanyaan seputar remaja.

Permainan dimulai, Henrico Fajar dari SPEK-HAM memandu permainan ini, dia membagi peserta menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang. Mereka diminta untuk mimilih satu orang yang akan menjadi pemain.

Untuk menentukan langkah pemain, secara bergantian pemain mengambil dan melempar Dadu  Dini, memegang dan melempar Dadu berukuran besar itu, lalu muncullah angka 3, dia harus berjalan 3 langkah. Pertanyaanpun diberikan kepada dia dan kelompoknya. Apa yang dimaksud remaja? “Remaja adalah peralihan dari anak – anak menuju dewasa”, ungkap Dini.

Pemain lainnya, Putri mendapat giliran untuk melempar Dadu, lalu muncul angka 6 dengan pertanyaan apa yang diketahui tentang mimpi basah? “mimpi basah adalah keluarnya cairan sperma ketika sedang tidur,” ungkap Putri.

Demikian secara bergantian para pemain bermain sampai menuju garis finish. Puluhan remaja yang hadir dalam kegiatan ini mengaku senang. Rini salah seorang peserta mengaku mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi melalui permainan ini. “Informasi yang saya peroleh tentang menstruasi, organ reproduksi, masa pubertas, mencegah perkawinan dan sebagainya”, ungkap Rini.

Danang Setiawan, Kepala Desa Pundungan menyatakan kegiatan yang rutin digelar sebulan sekali ini, diharapkan muncul kader-kader sebaya di tingkat desa yang mampu mengedukasi teman-teman remaja. Selain itu, mampu berkontribusi pada penurunan angka kasus KTD, Perkawinan Anak dan Kekerasan Seksual. Sebagai informasi permainan ular tangga kespro dimaksudkan untuk membantu peserta memahami materi mengenai kesehatan rerpoduksi yang mencakup segala aspek. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kesehatan fisik, mental, maupun sosial secara utuh dan solid. Henrico Fajar (Divisi Kesmas SPEK-HAM)

Langkah Forum Kesehatan Kelurahan Bareng untuk Mewujudkan Kelurahan Siaga

Pertemuan FKK

Forum Kesehatan Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten mulai bergeliat lagi dengan mengumpulkan Stakeholder untuk bersama-sama menyamakan persepsi mengenai tujuan pembentukan FKK, hal itu dilakukan pada tanggal 21 September 2020 di Aula Kelurahan diadakan pertemuan yang dihadiri oleh 23 orang terdiri dari Kader Posyandu, Karang Taruna, Bidan dan Aparat Kelurahan.

Pertemuan diawali dengan diskusi kelompok yang mengidentifikasi apa saja potensi masalah kesehatan secara umum dan kesehatan reproduksi secara khusus yang ditemukan serta solusi apa yang bisa dilakukan untuk memecahkannya. Dari hasil diskusi yang kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok kemudian bisa menjadi dasar bagi FKK untuk duduk bersama dan mendiskusikannya.

Setelah diskusi kemudian dilanjutkan dengan sharing dari Ketua FKK Bareng mengenai keberadaan dan struktur kepengurusan yang sudah ada sejak tahun 2015 dan telah diserahkan ke Puskesmas Klaten Tengah. Kemudian jika dilihat dari fungsi FKK sebagai wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengembangkan pembangunan kesehatan dengan merencanakan, menetapkan, koordinasi dan penggerak kegiatan serta monitoring evaluasi maka dibutuhkan komitmen dan keberpihakan dari stakeholder khususnya pihak pemerintah kelurahan agar dapat memfasilitasi FKK dikemudian harinya. Hal itulah yang kemudian ditekankan oleh SPEK-HAM sebagai fasilitator pertemuan. (Elizabeth Yulianti)

Cegah Kematian dan Kesakitan Ibu dengan Pelatihan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

SPEK_HAM dan IPAS menyelenggarakan pelatihan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi perempuan dan perempuan muda di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten (30/11-1/12). Pelatihan diikuti oleh 25 peserta kader kesehatan dari 19 desa . Program ini dinamai PEKERTi, singkatan dari Pendidikan kesehatan reproduksi terintegrasi. Triningtyas dari Intervensi Pendidikan Akses Menuju Sehat (Ipas) mengatakan bahwa dilatarblekangi angka keguguran yang cukup tinggi dari beberapa data kematian ibu menunjukkan tren yang beda dan akan dibahas dalam pelatihan selama dua hari. Sementara itu, Danang Setiawan Kades Pundungan mengatakan bahwa ke depan akan mengakomodir kelompok perempuan dan perempuan muda melalui dana desa.

Saat ini Program PEKERTi yang dilaksanakan kerja sama antara SPEK-HAM dan IPAS berada di tiga wilayah kecamatan di Klaten yakni Juwiring, Bayat dan Klaten Tengah. Pelatihan yang dilakukan selama dua hari di Balai Desa Pundungan Kecamatan Juwiring sebagai praktik atas modul yang sudah dibuat oleh tim IPAS bersama konsultan. Modul ini nantinya akan dipergunakan di mitra IPAS lainnya di Yogyakarta dan Ponorogo. Sedangkan tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman materi tentang asuhan paska keguguran yang komprehensif, kehamilan yang tidak diinginkan dan perencanaan kehamilan dan proses kehamilan.

Harapan atas pelatihan ini adalah ke depan para kader kesehatan sebagai peserta pelatihan akan memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya pemahaman tentang pengasuhan paska keguguran dan hal-hal terkait proses kehamilan. Wiwik, kader kesehatan reproduksi dari Desa Pundungan Kecamatan Juwiring mengatakan kepada penulis bahwa di wilayahnya telah ada posyandu remaja sehingga kegiatan pelatihan ini akan bisa ia tularkan kepada remaja dan perempuan. (AP)

Advokasi KIE dalam Rangka Pendewasaan Usia Perkawinan

Upaya peningkatan keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan perlu diadakan pembekalan lintas program dan lintas sektor yang terkait. Bicara pembangunan tentunya tidak lepas dari kependudukan dan kesehatan penduduk itu sendiri. Dalam kependudukan berkaitan dengan peningkatan jumlah penduduk serta program kesehatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas masyarakat dalam peningkatan status kesehatannya maupun kualitasnya.

Menyadari akan hal tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Surakarta bekerjasama dengan SPEK-HAM Surakarta melaksanakan kegiatan pelatihan “Advokasi dan KIE dalam Rangka Pedewasaan Usia Perkawinan” di 5 kelurahan yang ada di kota Surakarta (Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Laweyan,  Kelurahan Timuran, Kelurahan Bumi dan Kelurahan Purwodiningratan) pada tahun 2017.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan organisasi-organisasi yang ada di keluraha-kelurahan (PPT, WPA, KTI, GSI, Posyandu, PKK, KLA, Forum Anak, Desa Siaga, KP Ibu). Program pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan tahun 2013-2016 yang sudah dilakukan di 41 kelurahan, yang mempunyai tujuan untuk membekali para kader yang ada di 51 kelurahan guna peningkatan pengetahuan tentang kesehatan dan hak-hak kesehatan perempuan serta kesehatan reproduksi remaja. Mereka dibekali dengan beberapa materi yang meliputi :

  • Kesehatan Reproduksi Remaja
  • Gender dan Kespro
  • Hak Seksual Perempuan dan Hak Kespro
  • HIV dan IMS
  • Pengendalian Penduduk dan Keluraga berencana

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Surakarta, ibu Ariani Indriastuti, SH dan kemudian dilanjutkan oleh Kepala-Kepala Kelurahan (5 kelurahan) dengan paparan kegiatan yang ada di kelurahan masing-masing. Dalam sambutannya, ibu Ariani selaku kepala DPPKB memperkenalkan diri bahwa DPPKB dulu dikenal dengan BAPERMAS PP, PA dan KB. Berhubung Solo dinyatakan sebagai kota terpadat di Jawa Tengah maka untuk mengefektifkan kerja, khususnya untuk isu-isu pengendalian penduduk dan KB maka dibentuklah dinas baru yang namanya Dinas Pengendalian Penduduk dan KB atau untuk lebih mudah dimengerti disingkat DPPKB.

Selain sebagai media perkenalan, ibu Aryani juga menyampaikan pesan untuk generasi muda yang diwakili oleh teman-teman KTI sebagai peserta tentang pentingnya kesehatan reproduksi di tingkat remaja dan adanya perencanaan dalam  berumah tangga, terutama untuk usia pernikahan kalau bisa sesuai dengan ketentuan, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Upaya peningkatan partisipasi perempuan dan generasi muda di kota Surakarta di bidang kesehatan secara langsung akan dilakukan antara lain dengan pemeriksaan IVA tes guna melakukan deteksi dini kanker leher rahim serta IMS (Infeksi Menular Seksual) sebagai pintu utama masuknya virus HIV dan AIDS. Dua agenda ini diutamakan karena angka kematian yang disebabkan oleh kenker leher rahim menduduki peringkat pertama, dan penderita HIV AIDS juga didominasi oleh perempuan (ibu rumah tangga). Kegiatan ini dilakukan di 51 kelurahan yang nantinya akan diampu bersama dengan kader-kader kelurahan dengan dana anggaran dari kelurahan setempat pula, khususnya untuk isu Kespro.

Pelatihan kali ini diisi dengan materi-materi yang berkaitan dengan gender, kespro dan hak perempuan yang disampaikan oleh teman-teman dari FPL, AMPERA, JPPAS, serta SPEK-HAM. Sedangkan materi berkenaan dengan medis dibawakan oleh pihak Dinas Kesehatan; dr. Soewardji dari Puskesmas Manahan, dr. Retno dari Puskesmas Sangkrah, dan para dosen kedokteran UNS; dr. Andri dan dr. Istar. (Anthonius Danang Wijayanto/spekham.org)

Membangun Kesadaran Pentingnya Kesehatan Reproduksi

Spekham.org, PAJANG – Pertemuan Jaringan Kota komunitas perempuan yang menjadi kelompok dampingan SPEK-HAM telah dilakukan 12 Juni 2015. Jaringan Kota ini konsern pada isu kesehatan masyarakat, terutama kesehatan reproduksi pada perempuan.

Pajang merupakan salah satu kelurahan yang menjadi bagian dari Jaringan Kota ini, yang saat sebelum pertemuan Jaringan Kota ini dilakukan sudah berproses dan belajar bersama SPEK-HAM mengenai kesehatan reproduksi dan banyak hal lainnya.

Sosialisasi dan Pelatihan Kader Kesehatan telah dilakukan guna membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi. Kesadaran yang sudah mulai tumbuh ditindaklanjuti dengan adanya pemeriksaan bersama di Kelurahan Pajang pada tanggal 26 Mei 2015.

Pemeriksaan kesehatan reproduksi berupa IVA tes, pemeriksaan IMS dan VCT. Dari 35 orang peserta pemeriksaan ditemukan kasus IMS positif sebanyak 60% dan IVA positif 6%. Adanya kasus ini tidak menyurutkan niat Ibu-ibu untuk mengikuti pemeriksaan karena merasa pentingnya untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi lebih dini. Melihat jumlah peserta pemeriksaan yang melebihi kapasitas (terdaftar 45 peserta, yang terlayani 35 peserta) maka pemeriksaan akan dijadwalkan kembali untuk dilakukan di Kelurahan Pajang.

Peserta pemeriksaan mendapatkan konseling terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas. Salah satu tujuan konseling adalah untuk mengetahui perlu atau tidaknya peserta mendapatkan pemeriksaan. Ada 3 orang peserta yang tidak mendapatkan pemeriksaan dikarenakan 1 orang menopause dan 2 orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. (Soepadmin/editor : Nuel Oei)

Rangkaian Pelatihan Kader Kespro 51 Kelurahan Tahun 2015

SPEK-HAM Surakarta bekerja sama dengan BAPERMAS PP, PA, dan KB pada tahun 2015 melakukan pelatihan kesehatan reproduksi di 10 Kelurahan di Kota Surakarta. Pada periode sebelumnya, yaitu tahun 2013-2014, juga telah dilakukan kegiatan serupa di 14 Kelurahan. Pelatihan Kesehatan Reproduksi ini akan menyasar pada 51 Kelurahan yang ada di Surakarta.

Pelatihan Kader Kespro, Hotel Margangsa
Pelatihan Kader Kespro, Hotel Margangsa

Pelatihan ini bermula dari Pelatihan Kader Kesehatan Reproduksi yang dilakukan pada tahun 2013 di Hotel Margangsa. Peserta dalam Pelatihan ini merupakan perwakilan dari 51 Kelurahan yang ada di Kota Surakarta. Kemudian ditindaklanjuti dengan adanya pelatihan di masing-masing Kelurahan yang mengundang 25 peserta/kader di tiap-tiap Kelurahannya.

Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader di masing-masing Kelurahan. Selain itu, dari pelatihan ini juga ada tindak lanjut berupa pemeriksaan kesehatan reproduksi yang meliputi tes IMS (Infeksi Menular Seksual), tes VCT (HIV AIDS), dan tes IVA. Pemeriksaan dilakukan dengan datang langsung ke Kelurahan-Kelurahan yang bersangkutan, dengan tujuan mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. (Hasil pemeriksaan sudah dapat dilihat di website SPEK-HAM di www.spekham.org ).

Pada tahun 2015, pelatihan dilakukan di 10 Kelurahan. Dimulai tanggal 14 April – 21 Mei 2015. Yan mejadi sasaran utama pada pelatihan tahun adalah remaja. Pelatihan 10 Kelurahan tersebut adalah sebagai berikut :

Kelurahan yang Sudah Dilatih
Kelurahan yang Sudah Dilatih

(Atik Fatmawati – CO Divisi Kesehatan Masyarakat/spekham.org)