Search for:

Pertemuan PE di Kabupaten Boyolali

Boyolali.

Setiap satu bulan sekali, SPEK-HAM dalam keterkaitannya dengan Program Pencegahan HIV dan AIDS, mengadakan Pertemuan PE (Peer Educator) untuk wilayah Kabupaten Boyolali.

PE yang dikoordinasikan oleh teman-teman Penjangkau Lapangan (PL) dari SPEK-HAM ada 10 orang, yang berasal dari Komunitas WPS, Waria, LSL, dan HRM. PE bersama-sama dengan PL memberikan informasi mengenai HIV, AIDS dan IMS serta pengetahuan tentang kesehatan reproduksi lainnya kepada teman-teman komunitas sebaya.

Pada satu kesempatan, pertemuan PE kami adakan bekerjasama dengan PEPARI. Pertemuan kami laksanakan tanggal 24 September 2013, pukul 15.00 – 17.30 WIB, bertempat di kantor PEPARI di jalan Pisang Boyolali. Pertemuan PE yang difasilitatori oleh PL Wahyu, diawali dengan pemberian dan pendalaman mengenai jenis-jenis penyakit kelamin, kemudian dilanjutkan dengan membahas mengenai rujukan IMS dan VCT. (spek-ham/tim boyolali/nuel)

Karnaval Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Boyolali

Karnaval HAS 2

SPEK-HAM bersama dengan PEPARI mengadakan karnaval untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang diadakan di Jalan protokol kota Boyolali tepatnya di Bundaran Tugu Pasar Kota Boyolali, serta di sekitar Taman Kridanggo yang dimulai dari pukul 06.00 – 07.30 WIB. Kegiatan diadakan pada tanggal 1 Desember 2013 yang telah ditetapkan sebagai Hari AIDS Sedunia .

Karnaval HAS 1

Kegiatan juga diikuti oleh masyarakat umum Boyolali karena juga bertepatan dengan car free day, selain itu juga terdapat teman-teman kelompok dampingan yang juga ikut menyebarkan KIE (leaflet informasi) yang berisi tentang apa itu HIV AIDS, bagaimana cara menularnya, serta bagaimana cara untuk mencegahnya. Selain itu PMI Kota Boyolali juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut untuk mendukung pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Boyolali.

Kegiatan tersebut pada khususnya bertujuan untuk membuka wawasan yang lebih pada masyarakat secara luas tentang bahaya penyakit AIDS. Bahwasanya penyakit tersebut juga dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali, apabila melakukan perilaku yang menyimpang, diantaranya yaitu sex bebas, penggunaan narkoba suntik secara bergantian, penggunaan jarum tattoo yang tidak steril dan lain-lain. Agar masyarakat Boyolali secara khusus dapat terhindar dari bahaya penyakit HIV AIDS, setelah mengikuti kegiatan, masyarakatdiharapkan menjadi lebih peduli akan kesehatan orang-orang terdekatnya.  (Agung Sri Kuncoro)