Search for:

Tingkatkan Capaian Program Kespro, SPEK-HAM Gandeng MUI Juwiring.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pertemuan rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Kantor Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Juwiring pada Rabu 15/1. Hadir dalam pertemuan ini Muspika dan pengurus beserta anggota MUI Kecamatan Juwiring yang merupakan perwakilan dari NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, IPHI, Asyiyah dan beberapa elemen organisasi keagamaan lainnya.

Paparan Direktur SPEK-HAM terkait angka kasus kespro di Klaten

Dalam kesempatan ini Direktur SPEK-HAM Rahayu Purwaningsih menyampaikan data kasus Kesehatan Reproduksi (Kespro) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten yang masih tinggi. Kasus tersebut antara lain Angka Kematian Ibu pada tahun 2017 yang mencapai 18 Kasus dan merupakan peringkat ke 7 di Jawa Tengah. Kehamilan pada remaja, di tahun 2016 mencapai 125 kasus, tahun 2017 naik menjadi 295 dan tahun 2018 sampai bulan September mencapai 158 kasus.

Suasana pertemuan MUI Kecamatan Juwiring, Klaten

Disampaikan oleh Ayu bahwa angka remaja yang bersalin di tahun 2016 mencapai 77 orang, tahun 2017 naik menjadi 136 dan tahun 2018 mencapai 102 orang. ”Kehamilan pada remaja disebabkan karena faktor informasi Kespro yang tidak berkualitas dan banyaknya konten pornografi di media sosial,” jelas Ayu. Pihaknya berharap ada dukungan nyata dari para pihak terkait untuk menyukseskan program Kesehatan Reproduksi.

Sementara itu masih menurut Ayu, angka kasus kehamilan remaja di Kecamatan Juwiring tahun 2019 mencapai 8 kasus. Hal ini berbanding lurus dengan angka Dispensasi Perkawinan di tahun 2019 yang mencapai 22 kasus. Kasus keguguran pada ibu hamil di Kecamatan Juwiring pada tahun 2018 ada 20 kasus. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 24 kasus di tahun 2019.

Menanggapi hal tersebut, Muslim Fadhil Penasehat MUI Kecamatan Juwiring menyampaikan pentingnya kampanye dan edukasi pada kelompok perempuan dan remaja agar mereka paham tentang dampak dari seks bebas, pernikahan dini dan kehamilan pada remaja. ”Pamflet atau selebaran menjadi kebutuhan bagi kelompok perempuan dan remaja, harapannya mereka membaca dan paham informasi Kesehatan Reproduksi”, ungkap Fadhil. Hal senada disampaikan Dayadi selaku Ketua MUI Kecamatan Juwiring yang berkomitmen  mendukung dan mengajak pengurus MUI untuk membantu program ini dengan mengedukasi masyarakat di wilayahnya masing-masing.   

Sebagai informasi pada tahun 2018 SPEK-HAM bersama dengan Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia telah menjalankan program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi) di Kecamatan Juwiring, Bayat dan Klaten Tengah. 400 perempuan dewasa dan 250 perempuan remaja telah menerima manfaat dari program ini. Salah satu fokus kegiatannya adalah layanan Asuhan Paska Keguguran (APK). Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Launching CATAHU kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2019

Launching CATAHU 2019

Solo, Kamis (9/1/2020)  SPEK-HAM mengadakan Launching Catatan Tahunan(CATAHU) kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak selama tahun 2019.Manager Divisi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Masyarakat (PPKBM) SPEK-HAM Solo, Fitri Haryani  menjelaskan bahwa data Kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah Solo Raya yang dilaporkan sepanjang 2019 tercatat ada sebanyak 62 kasus. Jumlah itu naik sebesar 10% dari sebelumnya hanya 58 kasus.

Trend kasus kekerasan yang terjadi adalah kekerasan dalam Rumah  Tangga  (KDRT). Jumlah kasus KDRT di Solo Raya itu antara lain, Sukoharjo ada 19 kasus, Sragen 6 kasus, Solo 36 kasus, Karanganyar 23 kasus, Boyolali 3 kasus, Klaten 10 kasus dan Wonogiri 11 kasus. Dari data tersebut bahwa kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ini seperti fenomena  gunung es, karena yang terlihat hanya puncaknya banyak kasus yang terjadi tapi hanya sedikit yang berani melapor. Kasus kekerasan seksual menjadi benar-benar sulit diberantas karena terdapat berbagai kelemahan. Seperti lemahnya penagakan hukum terhadap kasus kekerasan seksual di Indonesia.

Oleh sebab itu ketika Data Bicara untuk segera Tegakkan Supremasi Hukum Undang Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

#LongLiveWomenStruggle #EndWomenViolence

(Madiha)

Tingkatkan Capaian Program, SPEK-HAM Beraudiensi Dengan Dinsos PPPA dan KB Klaten

Audiensi diselenggarakan pada Jumat 3/1 di kantor Dinsos PPPA dan KB atau Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten. Rombongan di terima langsung oleh Veronika Retno, Kepala Bidang Dalduk dan KB di ruang kerjanya. Dalam kesempatan ini Direktur SPEK-HAM Rahayu Purwaningsih menyampaikan program yang telah dilakukan di Kabupaten Klaten terkait dengan program PEKERTi (Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi).

Audiensi dengan Dinsos PPA dan KB

Ayu menjelaskan beberapa kegiatan yang telah dilakukan, yaitu Pelatihan Kader Perempuan Dewasa dan Perempuan Muda di Kecamatan Juwirng, Klaten Tengah dan Bayat. “Kader perempuan di 3 Kecamatan tersebut telah dibekali materi-materi terkait dengan Kesehatan Reproduski untuk disampaikan ke kelompok-kelompok perempuan yang lainnya”, jelas Ayu. Ayu menambahkan 400 perempuan dewasa dan 250 perempuan remaja telah menerima manfaat dari program ini.

Antonius Danang Wijayanto selaku Manajer Program PEKERTi SPEK-HAM menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) dan pelibatan PIK R atau Pusat Informasi Konseling Remaja dalam implementasi program ini. “Kami sangat berharap PLKB bisa berkolaborasi dengan kader-kader yang telah terbentuk, sementara itu PIK R bisa berkolaborasi dengan kelompok remaja”, jelas Danang.

Bersama Kabid Dalduk dan KB Klaten

Menanggapi hal tersebut Veronika Retno, Kabid Dalduk dan KB menerima dan mempersilakan SPEK-HAM untuk mengajak PLKB dan PIK R yang berada di tingkat Kecamatan yang telah dibentuk untuk berkolaborasi dalam program ini. “Kami ada program Kampung KB, saya kira ini juga bisa menjadi peluang untuk diajak kerjasama karena menurut saya ini bisa nyambung”, ungkap Retno. Dia sangat berharap dengan berjalannya program ini bisa meningkatkan angka kepesertaan KB dan peningkatan derajat kesehatan perempuan. Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM.        

MENINGKATKAN PENDAPATAN PEREMPUAN, KELOMPOK RUKUN MAKMUR BOYOLALI OLAH SUSU SAPI MENJADI ICE CREAM

Kelompok Rukun Makmur, Boyolali

Hari ini, Sabtu 4 Januari 2020, tepat 7 tahun terbentuknya Kelompok Perempuan Rukun Makmur yang berlokasi di Desa Musuk, Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali berdiri. Saat ini tidak kurang  dari 32 orang perempuan terlibat dalam kegiatan kelompok perempuan yang fokus pada pengembangan bidang peternakan dan pertanian ramah lingkungan. Bertepatan dengan hari ulang tahun kelompok, perayaan ditandai dengan peresmian Rumah Produksi Es Cream Rukun Makmur

Kelompok Rukun Makmur saat ini tengah mengembangkan produk olahan susu sapi, atas dukungan program dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Potensi susu sapi di Desa Musuk masih cukup banyak, 12 orang anggota Rukun Makmur memiliki sapi perah baik keberadaan sapi tersebut milik sendiri ataupun gaduhan. Karena harga susu yang cukup rendah yaitu Rp. 5000,00/ liter,maka berbagai ide muncul untuk mengolah susu menjadi bernilai ekonomis yang tinggi.

Gayung Bersambut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali mendukung melalui pelatihan pengolahan susu dan memberikan stimulant program olahan susu berupa peralatan produksi dan rumah produksi. Lokasi produksi berada di rumah Ibu Tutik dukuh Pengkol RT 01 RW 01 Desa Musuk. Saat ini kelompok Rukun Makmur memproduksi ice cream dalam 3 varian, original dijual dengan harga Rp. 2000/ cup, untuk toping coklat / meses di jual dengan harga Rp. 2500/ cup sedangkan yang premium dengan toping varian rasa buah akan di jual Rp 3000 / cup.

Olahan susu sapi menjadi ice cream

Usaha olahan susu ini di harapkan menjadi terobosan yang baik untuk menopang peningkatan pendapatan perempuan anggota Rukun Makmur. Potensi ketersediaan bahan baku susu sapi, dan masih sedikitnya usaha sejenis di Desa Musuk menjadi peluang besar usaha ini berkembang. Point penting yaitu memetakan potensi desa dan menggali peluang kerjasama dari Pemerintah Daerah maupun pihak lain menjadi strategi peningkatan ekonomi pedesaan. (Noko/Nila)

SPEK-HAM meminta maaf atas kesalahan pemberitaan Asuhan Paska Keguguran di RSD BAGAS WARAS

Klaten, Jumat, 13 Desember 2019, SPEK-HAM diwakili oleh Badan Pengurus yayasan meminta maaf atas kesalahan pemberitaan di website kami yang menyangkut kredibilitas Rumah Sakit Daerah Bagas Waras, Klaten

Bertempat di RSD Bagas Waras Klaten, Tim SPEK-HAM bertemu dengan manajemen Rumah Sakit untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyudutkan dan tidak benar perihal asuhan paska keguguran dengan metode AVM yang ada di RSD Bagas Waras.

Dari pertemuan tersebut, SPEK-HAM secara tertulis melalui surat meminta maaf atas kesalahan pemberitaan yang mempengaruhi kredibilitas Rumah Sakit Daerah Bagas Waras, Klaten.

Selanjutnya SPEK-HAM akan melakukan review dan revisi terkait konten berita serta melakukan evaluasi dalam melakukan pemberitaan dan publikasi kedepannya.

Berikut adalah scan surat resmi permohonan maaf dari Yayasan SPEK-HAM. (red)

Catatan Tahunan Penanganan Kasus SPEK-HAM 2018

Elimination of Violence Againts Women

SPEK-HAM sebagai salah satu anggota Forum Pengada Layanan melakukan pendampingan penaganan kasus kekerasan berbasis Gender. Setiap tahunnya kami berupaya untuk melakukan publikasi data kasus Kekerasan terhadap Perempuan yang kami tangani sebagai pembelajaran bagi masyarakat secara luas.

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah serta keberagaman modusnya. Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) 2018 Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), diketahui ada 406.178 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2018, naik 14% dari tahun sebelumnya sebanyak 348.466. Untuk lebih detailnya bisa unduh disini

Pelatihan Produk Hilir Minyak Atsiri Serat Wangi di Aula Kecamatan Larangan

Pada 13 Maret 2019 bertempat di Aula Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes diselenggarakan pelatihan produk hilir minyak atsiri serat wangi yang diselenggarakan oleh SPEK-HAM dan difasilitasi oleh Baperlitbangda Kabupaten Brebes. Dalam sambutan pembukaannya, Abu, dari pihak Baperlitbangda mengharapkan dalam pelatihan ini para peserta kebanyakan ibu-ibu dapat berwirausaha dan mendapatkan penghasilkan dari produk minyak atsiri.

“Nanti dari narasumber akan detail menjelaskan tentang pengolahan. Proses penanamannya sudah dianggap tahu. Nah, ini nanti proses produksi produk turunannya bagaimana. Saya berharap ibu-ibu dapat mengikuti pelatihan dan bisa menjadi wirausaha sukses,” terang Abu.  Pihaknya juga berharap agar pelatihan dapat mengurangi angka pengangguran di Kecamatan Larangan dan Songgom. Selain itu juga meningkatkan ketrampilan proses pengolahan minyak atsiri.

Dalam sambutannya, Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM memperkenalkan tentang lembaga yang sudah sejak tahun 2014 bekerja di Kabupaten Brebes. “Program yang kami lakukan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan ekonomi,” terang Rahayu Purwaningsih. Menurutnya semua kegiatan pelatihan ini bisa terlaksana atas kerja sama SPEK-HAM dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Brebes. Setelah pelatihan ini akan ada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan mendampingi packaging dan produksinya.

tidak ada kendala berarti saat pelatihan membuat sabun sereh wangi

Tidak ada halangan yang berarti bagi para peserta pelatihan, kecuali bahan cetakan untuk membuat sabun yang susah didapat dan akan diusahakan oleh SPEK-HAM. Dan untuk rencana tindak lanjut dalam minggu ini kelompok akan berpraktik pembuatan sabun dengan didampingi dari relawan SPEK-HAM dan koordinator/ketua kelompok masing-masing desa. (red)

Pertemuan OPD Kabupaten Brebes Penyusunan Profil Kegiatan Investasi/Kajian Kawasan Atsiri Organik

Pertemuan SPEK-HAM bersama OPD Kabupaten Brebes

Berlatar belakang Brebes yang sangat dekat dengan kemiskinan dan itu juga ditemukan di wilayah Kecamatan Pamulihan. Waktu ke Kecamatan Wlahar maupun ke Pamulihan mesti dengan kondisi  menyeberang. Bahkan menurut cerita jika ada guru kalau ditempatkan pada wilayah tersebut selalu ingin pindah karena sulitnya medan yang dilalui. Melihat situasi tersebut kemudian ada keinginan untuk menulis dan membuat proposal untuk menangani blank spot area yaitu wilayah Pamulihan.  

Di Kabupaten Brebes ada tujuh wilayah perbatasan: Kabupaten Kuningan, Cilacap, Tegal, Banyumas, Kuningan,  Majalengka,  Ciamis, yang terdiri dari 17 kecamatan dan 5 kawedanan. “Brebes iakan jadi ajang internasional salah satunya Kecamatan Larangan akan dijadikan  agropolitan tetapi kemudian itu tidak direspon dengan baik oleh Pemerintah daerah/bupati. Pendekatan untuk meminimalisir kemiskinan sebenarnya dengan pengelolaan sumber daya yang ada dengan kearifan lokal yang ada,”ujar Rofik dari Baperlitbangda dalam pertemuan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Baperlitbangda, Selasa (12/3).

SPEK-HAM dengan program Membangun Kawasan Atsiri Organic di Brebes Provinsi Jawa Tengah menyampaikan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bahwa ke depan program ini akan menjadi eduwisata industri minyak atsiri dari hulu ke hilir. Sedangkan strategi implementasinya adalah kemitraan multipihak, kelompok sosiopreneurship dan penguasaan teknologi.

Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki usul pengembangan kawasan ada di dualokasi dan masing-masing lokasi ada di wilayah utara. Pengembangan bisa di Brebes Selatan karena area yang luas dan sekarang juga tidak sedang ditanami. Sebagai contoh, di Kecamatan Bumiayu, dan Maribaya ada peternakan dan pertanian. Pihaknya juga mengusulkan bagaimana agar bisa menyentuh semua kecamatan di Brebes, dengan melakukan langkah konkrit membentuk kelompok/kader pemberdayaan seperti perempuan kepala keluarga di masing-masing kecamatan. “Kalau butuh data wilayah silahkan bisa berkoordinasi,”ujar narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tersebut.  

Sedangkan narasumber dari Dispermasdes/pemberdayaan ekonomi  karena ada wilayah Kecamatan Larangan, Pamulihan, Wlahar, Cenang saat ini  ada program BUMDES bisa memperkuat masalah perdagangan misalnya untuk pemasarannya dan lain – lain. “Kalau ada kelompok-kelompok tani juga bisa diberdayakan,”ujarnya.

Suasana pertemuan SPEK-HAM dengan OPD

Menurut Endang Listiyani dari SPEK-HAM  kawasan yang akan dibangun adalah kawasan organik dan ini akan jadi jembatan Brebes yang full kimia. “Untuk 46ha itu baru rintisan kawasan, nah ke depannya butuh pengembangan dan kemudian bisa direspon masyarakat Brebes sendiri,”ujar Endang Listiyani. Menurutnya ini yang nanti bisa didiskusikan bersama peran yang bisa dilakukan bersama seperti apa. Kemajuan wilayah itu tidak terlepas dari kepemimpinan yang berpihak pada masyarakatnya serta mengawal program penangulangan kemiskinan. (red)