Search for:

Kelompok Mawar dan Tanaman Pangan Keluarga

Kelompok Perempuan Mawar, Desa Balerante, Klaten merupakan salah satu kelompok perempuan yang didampingi oleh SPEK HAM sejak terjadinya erupsi Merapi tahun 2011. Sejak perkenalan hingga tahun 2014 ini, banyak pembelajaran yang sudah dilakukan bersama, mengenai respon bencana, peternakan terpadu dan tanaman pangan, pengelolaan uang kelompok serta masih banyak yang lainnya.

Salah satu yang menjadi fokus pembelajaran saat ini adalah mengenai tanaman pangan keluarga. Tentang bagaimana memanfaatkan ruang-ruang kosong di halaman rumah untuk ditanami dengan berbagai macam sayur yang bisa dijadikan konsumsi sehari-hari.

Kelompok Perempuan Mawar dan SPEK HAM kali ini, 30 Agustus 2014, berkesempatan untuk melakukan praktik pembelajaran tanaman pangan bersama Mas Eka Budhi Sulistiyo. Praktik tanaman pangan keluarga dilakukan di rumah Ibu Darsiati, di RT 06 RW 03. Praktik tanaman pangan keluarga ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu tentang peternakan terpadu. Bermacam bibit semangka, sawi hijau, sawi putih, kacang panjang, cabe, tomat, dan terong ditanam dengan menggunakan media polibag.

PIC_0813Kegiatan praktik tanaman pangan keluarga ini semuanya dilakukan oleh anggota Kelompok Perempuan Mawar, dari mencangkul tanah, mengambil kompos, mencampur tanah dengan kompos, kemudian memasukkannya ke dalam polibag, sampai pada penataan polibag dan penanaman bibitnya. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk cair yang didapat dari kegiatan sebelumnya. Saat ini Kelompok Perempuan Mawar sedang mempraktikkan pembuatan pupuk cair itu secara mandiri. (nur eko/edit : nuel oei/spekham.org)

Kelompok Perempuan “Mawar” Balerante dan Pupuk Cair

Sore itu, Kamis 28 Agustus 2014 nampak Kelompok Perempuan “Mawar” Desa Balerante, Klaten sedang mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan kali ini bertempat di rumah Ibu Darsiati di RT 06 RW 03. Pertemuan kali ini mengadakan pembahasan mengenai pupuk cair, yang dipandu oleh teman dari SPEK HAM dan Mas Eka Budhi Sulistiyo sebagai fasilitator.

Pembuatan pupuk cair ini memanfaatkan bahan-bahan yang ada didaerah balerante, berupa sisa kotoran sapi, air kencing, air sisa memandikan sapi dan air yang bercampur kotoran sapi “lethong”.

Tahap-tahap pembuatan pupuk cair :

  1. Kotoran cair tersebut diambil langsung dari kandang sapi kemudian masukkan dalam wadah (botol mineral 1,5PIC_0724
    liter).
  2. Sisakan sepersepuluh bagian dari wadah untuk diisi cairan proaminosin hingga penuh, kemudian ditutup yang rapat.
  3. Setelah ditutup, jungkir-balikkan wadah yang sudah terisi kotoran sapi cair tersebut agar proaminosin bercampur merata.
  4. Kemudian tempatkan di tempat yang teduh, diamkan selama 24jam.
  5. Setelah 24 jam, buka tutup botol tersebut untuk membuang gas yang berada dalam botol.
  6. Setelah itu ulangi lagi buka penutup pupuk cair tersebut tiap 12 jam sekali selama 6 hari.
  7. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan dari awal membuat pupuk sampai pupuk dapat digunakan secara langsung adalah selama 7 hari atau 1 minggu. Larutan yang sudah jadi tersebut juga bisa dijadikan “Biang” pupuk cair. Sehingga pupuk cair tersebut dapat diperbanyak sendiri tanpa harus membeli.

Cara penggunaan pupuk cair :

  1. 200 ml pupuk cair dicampurkan dengan 10 liter air.
  2. Kemudian siram atau semprotkan pada tanah/media tanam.
  3. Semisal untuk memupuk tanaman rumput, setelah rumput dipotong, langsung siram dengan pupuk cair tersebut.
  4. Untuk penyemprotan rutin bisa dilakukan tiap 2 minggu sekali.

Semoga bermanfaat.

(nur eko/spekham.org)

Karnaval Budaya Klaten “Kebudayaan Membangun Manusia”

Kabupaten Klaten selalu menggelar agenda tahunan untuk memperingati HUT Kabupaten Klaten dan HUT Republik Indonesia dalam bentuk Karnaval. Kegiatan ini diikuti oleh 26 Kecamatan dan 16 SKPD serta puluhan Komunitas Seni yang ada di Klaten. Tidak ketinggalan pula KPA Kabupaten Klaten dan SPEK HAM sebagai Lembaga yang mengangkat isu HIV & AIDS juga ikut dalam acara karnaval.

Karnaval Budaya 2Karnaval digelar selama dua hari, Senin & Selasa, 18 & 19 Agustus 2014, di sepanjang Jl. Pemuda Klaten. Karnaval dimulai pukul 13.00-17.00 WIB dan dibagi dalam dua agenda, yakni Karnaval “Pembangunan” dan Karnaval “Budaya” sebagai acara puncak. KPA dan SPEK HAM ikut berpartisipasi dalam Karnaval “Budaya” dengan menyertakan kelompok-kelompok dampingan (SMK Kesehatan, PMR SMU Negeri 1, Teater Gligik, KomPak, Ikatan Waria Klaten, Forum Nahdiyin Peduli HIV & AIDS, Stand up Komedi, musik RAP, Beatbox) yang tergabung dalam “Forum Peduli HIV & AIDS Kabupaten Klaten” dengan menampilkan potensi dari komunitas seperti tari, mocopat, teatrikal dan musik beatbox.

Disaksikan langsung oleh Bupati Klaten beserta segenap tamu undangan di pangung kehormatan, dan juga ribuan masyarakat di sepanjang jalan, arak-arakan budaya ini berlangsung meriah. Pada kesempatan ini pula diserahkan hasil temuan Kasus HIV & AIDS di Kabupaten Klaten dari tahun 2007-2014, dan hasil temuan kasus HIV & AIDS tahun 2014 dari Nonik (perwakilan dari IWAK) dan Antonius Danang (Perwakilan dari LSM SPEK HAM) kepada Bapak Sunarno,SH (Bupati Klaten).

Kegiatan ini dikemas dalam 5W ; Wasis, Wareg, Waras, Wisma, Wutuh, yang merupakan penjabaran misi dari Kabupaten Klaten yaitu terwujudnya Toto, Titi, Tentrem, Kerto Raharjo. “Wasis berarti pendidikan, Wareg berarti ketersediaan pangan, Waras berarti kesehatan, Wisma berarti tempat tinggal, dan Wutuh berarti persatuan.” jelasnya.

Pelestarian budaya merupakan perwujudan dari salah satu misi Bupati Klaten dengan mengembangkan budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Klaten. “Ini adalah sebuah kegiatan tahunan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Klaten, memberikan apresiasi kepada seniman dan mereka yang berkecimpung dalam seni budaya sekaligus juga menghibur masyarakat.” dan sekalian sebagai ajang mengkampanyekan program-program Instansi dan Lembaga-lembaga yang ada di Klaten, seperti isu HIV dan AIDS yang diangkat oleh SPEK HAM dan KPA. (danang/spekham.org)

Site Visit SR NU ke Populasi Kunci Klaten

Mengawali semester 9, SR-NU Jawa Tengah mengadakan “Site Visit” di 8 Kabupaten Kota, salah satunya  adalah Kabupaten Klaten yang merupakan bagian dari Kota Kabupaten yang menjadi dampingan  SSR SPEK-HAM untuk isu HIV & AIDS dari tahun 2013. Kunjungan SR-NU kali ini merupakan bentuk monitoring dari hasil kerja temen-teman lapangan sebagai tulang punggung projek yang diamanahkan Global Fun kepada NU.

Klaten sebagai Kota Kabupaten yang berada di tengah “Segitiga Emas” antara Yogya, Solo dan Semarang merupakan tempat transit yang sangat nyaman bagi para petualang, termasuk para pencari nafkah di lereng merapi (bc : sopir truk pengangkut pasir dan batu). Dengan banyaknya petualang yang transit dan pencari nafkah di Kabupaten Klaten, tidak dipungkiri banyak bermunculan juga bisnis-bisnis yang berbau dengan hiburan malam. SR-NU bersama SSR – SPEK HAM melakukan pendampingan di Kabupaten Klaten dengan 5 populasi kunci (HRM, WPS, LSL, WARIA dan IDU’s), bersama dengan teman-teman penjangkau lapangan melakukan penjangkauan dan sosialisasi tentang HIV & AIDS di komunitas-komunitas resiko tinggi (5 populasi kunci) sebagai bentuk dasar pencegahan.

Setelah melewati dua semester pendampingan di Kabupaten Klaten, dan kemudian memasuki semester 9 ini, SR-NU Jawa Tengah kembali berkunjung ke Kabupaten Klaten untuk melihat seberapa jauh perkembangan dan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan oleh teman-teman penjangkau lapangan di Klaten. Kunjungan kali ini mendatangi dua tempat, yang pertama adalah di lokalisasi “Mbaben” dan yang kedua di “Cafe Radio” sebagai tempat pojok informasi HIV untuk teman-teman komunitas seni dan pelajar Klaten (Cafe Radio juga merupakan tempat berkumpul bagi komunitas LSL, WPSTL, dan IDU’s). Pemilihan dua tempat ini sangatlah beralasan karena “Mbaben” sebagai tempat lokalisasi yang sangat populer di kota Klaten dan sudah menjadi dampingan dari PL WPS. Banyak hal bisa digali di tempat ini. Bisa bertemu langsung dengan mbak-mbak’nya dan para pelanggan setianya. Bisa langsung tahu berapa banyak penghasilan rata-rata yang didapat untuk setiap bulannya. Kenapa bisa terjun di dunia hiburan malam. Tim SR-NU yang terdiri dari dr. Lies, Mas Teddy dan Mas Ardy sangat antusias bisa melihat langsung suasana dan situasi di bekas lokalisasi terbesar di Klaten pada malam hari.

IMG-20140822-WA001Kunjungan tim SR-NU berakhir di salah satu tempat di mana teman-teman PL Klaten sering berkumpul untuk melakukan koordinasi dan melakukan sosialisasi tentang HIV dan AIDS. Tempat ini dikenal dengan nama “Cafe Radio”. Di Cafe Radio, tim SR-NU bertemu dengan teman-teman PE (Waria, LSL, IDU’s dan Waria), KPA (Mas Amin dan Mbak Intan) beserta pemilik “Cofe Radio (CR)” yaitu Mas Tri. Cafe Radio dijadikan pusat Pojok Informasi HIV & AIDS buat teman-teman muda di Klaten dan teman-teman nongkrong komunitas. Banyak obrolan bersama malam itu, tentang perkembangan HIV di Klaten dan juga tentang WPA. Tidak luput juga menjadi obrolan adalah tentang sepak terjang teman-teman PL klaten yang luar biasa yang keluar dari mulut PA’nya KPA dan pemilik “Cafe Radio”.

Obrolan dan diskusi berakhir pukul 22.30 WIB dengan kata akhir dari dr. Lies yang berharap kerja yang luar biasa dari teman-teman Klaten agar dipertahankan dan ditingkatkan. Pesan dari Mas Teddy agar kisah sukses dari teman-teman Klaten ini bisa merangkul dari banyak komunitas sehingga bisa membentuk “Komunitas Peduli AIDS Klaten” yang tentunya tidak lepas dari peran serta teman-teman KPA Kabupaten Klaten.

Maju terus Klaten dalam tugas mulia untuk sesama yang membutuhkan dalam satu tujuan “Klaten STOP AIDS”.

(danang/spekham.org)

Pojok Informasi HIV AIDS di Cafe Radio dan Cafe Lincak

Hasil diskusi dan ngobrol bareng dengan beberapa siswa SMU. Menurut mereka, berdasarkan laporan dari berbagai sumber, penderita HIV AIDS di Klaten dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya. Peningkatan ini, ujarnya, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tetang HIV AIDS. “Selama ini yang sering kali terjadi adalah penderita tidak mengetahui jika diri atau keluarganya sedang terjangkit penyakit yang mematikan itu. Hal tersebut membahayakan orang-orang terdekatnya, yang tanpa sadar mereka terancam bahaya HIV/AIDS tersebut,” jelas salah satu dari siswa pada malam itu di Coffee Radio

Teman-teman juga mengungkapkan  bahwa AIDS masih tetap dipandang sebagai salah satu penyakit paling menakutkan dewasa ini. Bukan hanya karena belum ditemukan obatnya, melainkan karena laju penyebarannya pun dalam skala yang sangat mencemaskan. “Bukan karena korbannya hanya kaum homoseksual, tetapi telah merambat ke semua kalangan ; tua dan muda, kaya dan miskin, homoseksual dan heteroseksual.” Dalam diskusi bersama ini juga sempat terlontar dari salah satu pelajar yang pernah terkena dampak NARKOBA. Tidak ada orang yang ingin tertular penyakit HIV AIDS, karena hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya. “Meskipun telah ditemukan obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, tetapi obat-obatan tersebut masih jauh dari harapan penderitanya,” jelasnya. Atas dasar itu, mengingat tidak adanya obat yang ampuh untuk mencegah penyakit HIV AIDS ini, maka cara yang jitu untuk menanggulanginya adalah dengan memutuskan jalinan penularan penyakit itu atau mencegahnya.  .

Om Tri sebagai pemilik Coffee Radio juga ikut nimbrung bareng dengan tim SPEK HAM dengan membari wejangan. Siapapun yang telah positif terinfeksi HIV AIDS, maka tetaplah bersemangat dan jangan menyerah. “Anda tidak perlu resah dan berlarut-larut dalam kesedihan, meskipun pada saat ini belum ditemukan obat-obatan yang dapat menyembuhkan HIV AIDS. Hidup bahagia dengan mengidap HIV AIDS bukanlah suatu kemustahilan,” terangnya. “Banyak fakta yang menunjukkan bahwa mereka yang positif HIV tetap bisa hidup bertaun-tahun lamanya,” imbuhnya. Yang juga penting dipahami adalah pemahaman terhadap tips jitu pencegahan penyakit ini. Misalnya, 1) Hindari berbagai penggunaan jarum suntik, baik itu penggunaan secara bersamaan untuk penindikan, pemakaian narkoba, maupun membuat tato. Hindari penularan melalui transfusi darah dengan memastikan transfusi yang aman. 2) Bagi wanita yang hamil/menyusui, berhati-hatilah dengan resiko penularan terhadap anak anda dengan tidak memberikan ASI kepada mereka.

Kegiatan dalam bulan puasa yang dilakukan oleh tim Klaten ini sangatlah tepat karena berbarengan dengan kegiatan menunggu berbuka puasa, jadi sambil nongkrong sambil melakukan penyuluhan. Cofe Radio dipilih sebagai  tujuan karena tempat ini merupakan tempat nongkrong untuk kalangan pelajar SMU-Mahasiswa/i. Selain Cofe Radio, ada dua tempat yang menjadi target kunjungan yaitu Lincak Cafe dan Presco Cafe. Aktifitas ini dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dimulai dari jam 16.00-19.00, dengan peserta dari temen-temen pelajar SMU. Kemudian dilanjutkan tahap kedua, jam 20.00-23.30 dengan peserta dari teman-teman Mahasiswa dan masyarakat umum.

Tim Klaten masih akan terus melakukan penyuluhan-penyuluhan  dan penjangkauan di angkringan-angkringan yang ada di sepanjang jalan Yogya-Solo. Untuk sementara kami hanya bisa melakukan di dua tempat yaitu Cafe Radio dan Lincak Cafe. (danang/spekham.org)

Geliat Kelompok Perempuan Mawar Desa Balerante

Kelompok Mawar, Kelompok perempuan dari Desa Balerante sebagai wadah berkumpul, berdiskusi dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan para perempuan Balerante.

Gadoh Sapi 1Diskusi dan pertemuan rutin dilakukan untuk kemajuan bersama. Seperti yang dilakukan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 di rumah Bu Darsi. Pertemuan kali ini membahas tentang pengelolaan ternak kelompok. Dengan memperhitungkan pengeluaran, pemasukan dan pembagian hasil, kelompok mempunyai keinginan untuk beralih dari pengelolaan sapi penggemukan ke pengelolaan sapi perah.

Pengalaman kelompok “MAWAR” dalam gadoh sapi penggemukan selama 5 bulan ini dirasa belum bisa mencukupi kebutuhan yang berkelanjutan. Penggadoh merasa masih kurang dan tidak seimbang antara harga jual dibandingkan dengan tenaga penggadoh, pola pakan, rumput, dan air. Air diperhitungkan karena daerah Balerante merupakan daerah yang mempunyai kesulitan dalam memperoleh air, air diperoleh dengan cara membeli atau memanfaatkan dari tadah hujan. Sedangkan dari pengalaman pribadi anggota kelompok yang mempunyai sapi perah, ada pemasukan rutin yang didapatkan setiap bulannya dari penjualan susu.

Gadoh Sapi 2Kelompok Mawar belum pernah melakukan penggadohan sapi perah, oleh karena itu perlu pendalaman lagi. Pendalaman tentang sistem penggadohan, serta pemanfaatan kotoran sapi yang memungkinkan untuk mendapatkan tambahan pemasukan bagi kelompok ini.

Perencanaan pertama adalah pembelian sapi perah, sapi perah yang akan dibeli adalah sapi perah yang dalam kondisi hamil 5 atau 7 bulan. Keuntungan pembelian sapi saat dalam kondisi hamil adalah anakkan sapi itu sendiri, dan susunya juga bisa langsung diperah, jadi ada pemasukan tiap bulannya. Sapi dapat menghasilkan jumlah dan kualitas susu yang baik sampai pada tahap 4 kali beranak. Setelah beranak 4 kali, sapi masih menghasilkan susu, akan tetapi jumlah dan kualitasnya sudah menurun. Sapi indukkan tersebut akan dijual saat hamil yang ke 2 atau 3 kali, agar harga jual sapi tidak merosot jauh. (eko nur/edit:nuel/spekham)

“Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination”

Malam Renungan AIDS Nusantara atau yang akrab disebut MRAN merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman aktivis HIV AIDS yang rutin diadakan setiap tahunnya. Sederet aksi-aksi atau kegiatan bermunculan dari berbagai pemerduli HIV AIDS tersebut, tak ketinggalan salah satunya adalah SPEK-HAM yang digawangi oleh teman-teman Petugas Penjangkau wilayah Klaten, yang bekerja sama dengan KPAD Kabupaten Klaten, DINKES Kabupaten Klaten, Ikatan Waria Klaten (IWAK), BEM UNWIDHA, MURAL, STUCK, KOMPAK, teman-teman dari Sekolah Kesehatan Klaten dan teman-teman musisi Akustik Klaten, mengadakan sebuah Aksi di Jalan Pemuda yang pagi itu menjadi kawasan Car Free Day (Minggu, 1 Juni 2014). Kegiatan ini mengusung tema “Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination”.

mran cfd 2

Walk for HIV and AIDS, Stop AIDS Dissemination ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 09.00 WIB. Dalam kegiatan ini, semua elemen bergabung menjadi satu dalam satu barisan dan berjalan menyusuri Jalan Pemuda. Tidak sekedar berjalan, teman-teman pemerduli HIV AIDS ini juga melakukan orasi untuk menyampaikan berbagai informasi tentang HIV AIDS, membagikan 1000 leaflet, 1000 PIN yang bertuliskan informasi kasus HIV AIDS di tahun 2014 dan 1000 Permen berpita merah. Teman-teman ini berjalan mulai dari depan kantor BRI Klaten dan berakhir di Depan Alun-alun Klaten.

mran cfd 4

Di depan Alun-alun Klaten ini mereka menggelar sebuah aksi yang tak kalah menarik yakni berupa pertunjukan Live Akustik, Pembacaan Puisi dan Aksi Pembubuhan Tandatangan (signature sign) sebagai bentuk dukungan dan partisipasi masyarakat Klaten. (butet harahap/spekham)

Sosialisasi dan Penapisan di Lapas 2B Klaten

Klaten, 20 Mei 2014.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan atas kerjasama antara lapas 2B Klaten, Dinkes dan KPAD Klaten serta SPEK-HAM Surakarta ini melibatkan kurang lebih 100 warga binaan Lapas. Kegiatan yang bertempat di Masjid Al-Dzikru yang sekaligus menjadi pondok pesantren di area Lapas ini, diharapkan warga binaan menjadi lebih tahu tentang bagaimana penularan dan pencegahan HIV AIDS serta mengetahui informasi tentang kesehatan lainnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan Pemeriksaan VCT dan IMS. Pemeriksaan akan dilakukan secara maraton selama 3 hari, yaitu pada tanggal 20, 21 & 22 Mei 2014, dengan target peserta 100 orang. Diharapkan melalui pemeriksaan dan sosialisasi ini, warga binaan dapat terlindung dari penyebaran HIV AIDS. (erfan/spekham)