Search for:

Peran Nyata Perempuan Kelurahan Kemlayan

Kemlayan,  28 Maret 2014.

Pos Pelayanan Terpadu (PPT) Kelurahan Kemlayan mengadakan rapat koordinasi dan diskusi di Balai Kelurahan setempat, yang bertemakan “Mengingat Hal Indah dalam Perjalanan Pembentukan PPT“.

Secara sejarah,  PPT Kemlayan adalah merupakan PPT yang dibentuk oleh SPEK-HAM sejak tahun 2007. Berawal dari “Sekolah Perempuan Sadar Gender”, yang melakukan berbagai kegiatan dan diskusi-diskusi kritis tentang memetakan potensi, asset  dan kerentanan wilayah tersebut. Kemudian juga diadakan penguatan komunitas “Sekolah Perempuan Sadar Gender” lewat pelatihan-pelatihan tentang pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan berbasis gender.

Selama ini PPT sudah melakukan kegiatan pencegahan seperti : sosialisasi tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, UU PKDRT No. 23 tahun 2004, UU PA  No. 23 tahun 2002 maupun penanganan kasus kekerasan berbasis gender di lingkungan sekitarnya seperti ; pendampingan kasus perkosaan anak dibawah umur yang melibatkan orang dewasa, penyelesaian percecokan suami istri.

Proses pencegahan maupun penanganan yang sudah dilakukan selama ini mengalami pasang surut dan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti : belum maksimalnya fungsi dokumentasi kegiatan maupun penanganan kasus,  belum ada SK PPT, serta rencana program kerja PPT yang belum tertata. Hal tersebut pula yang kedepan akan kembali  dimaksimalkan sesuai dengan harapan para perempuan Kemlayan, kembali melakukan kegiatan lebih maksimal dan berarti untuk kemajuan wilayahnya, khususnya untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. (ani & fitri/fitrijunanto@yahoo.com/spekham)

Tes IVA, IMS dan VCT untuk Perempuan di Kelurahan Danukusuman

SPEK-HAM Surakarta bersama dengan Bapermas PP, PA dan KB kembali mengadakan pemeriksaan IVA, IMS dan VCT. Kegiatan yang merupakan rangkaian pemeriksaan tahap ke 5 ini menggandeng Puskesmas Setabelan sebagai pelaksana, dilakukan pada tanggal 3 dan 4 April 2014, di Kantor Kelurahan Danukusuman.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, peserta diberikan pengarahan terlebih dahulu tentang pentingnya IVA, VCT dan IMS oleh tim dari SPEK-HAM. Teknis pemeriksaan juga diberitahukan dengan tujuan agar masyarakat mengikuti pemeriksaan tersebut tidak hanya periksa saja atau ikut-ikutan, akan tetapi mereka tahu pentingnya deteksi dini terhadap IMS dan HIV/AIDS. Antusias dari peserta juga sangat baik, kader-kadernya juga begitu aktif mengajak masyarakat untuk ikut pemeriksaan tersebut.

Sasaran peserta adalah perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah tetapi berisiko terkena IMS dan HIV/AIDS dengan kuota lima puluh orang. Pengambilan hasil dilakukan pada hari Senin, 7 April 2014 di Kelurahan Danukusuman oleh Puskesmas Setabelan yang didampingi tim dari SPEK-HAM. Hasil pemeriksaan bersifat rahasia, hanya pasien dan tenaga medis yang menangani yang boleh tahu. (lia/spekham)

Tes IVA, IMS dan VCT untuk Perempuan di Kelurahan Kadipiro

Kesehatan adalah hal yang penting, namun sering disepelekan dan  tidak semua orang menyadarinya. Kesadaran bahwa kesehatan itu penting muncul saat mereka sudah merasakan sakit. Bagi perempuan, yang mempunyai organ tubuh yang rentan terhadap penyakit, seperti misalnya organ reproduksi yang unik sehingga membuat rentan terhadap virus, bakteri maupun jamur masuk ke dalamnya, jika tidak dideteksi dini maka akhirnya akan menjadi penyakit yang serius bahkan berujung pada kematian.

SPEK-HAM Surakarta peduli dengan kesejahteraan perempuan, salah satunya adalah peduli terhadap kesehatan reproduksi perempuan, mengadakan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), VCT (Voluntary Conseling and Testing) dan IMS (Infeksi Menular Seksual) untuk perempuan di beberapa Kelurahan di Kota Surakarta, salah satunya adalah pemeriksaan gratis di Kelurahan Kadipiro yang dilaksanakan pada hari Selasa, 1 April 2014, bertempat di Kantor Kelurahan Kadipiro. Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk kerjasama SPEK-HAM dengan Bapermas PP, PA, dan KB kota Surakarta, serta menggandeng Puskesmas Manahan yang memiliki tenaga dan alat untuk tes IVA sebagai tenaga pelaksana.

IVA Kadipiro 1

Sasaran dari pemeriksaan gratis tersebut adalah semua perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah, serta memiliki risiko terkena IMS dan HIV/AIDS. Pemeriksaan dilakukan selama dua hari, satu hari untuk pengambilan darah dan sekret serta pemeriksaan, dan hari berikutnya, 2 April 2014 untuk pengambilan hasil (post test), dengan kuota lima puluh orang.

Kegiatan pemeriksaan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi tentang bahaya IMS dan HIV AIDS yang sudah dilakukan sebelumnya, yang mempunyai tujuan agar masyarakat khususnya perempuan, mempunyai kesadaran untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit tersebut. (lia/spekham)

Tes IVA, IMS dan VCT untuk Perempuan di Kelurahan Karangasem

Deteksi dini kanker serviks, IMS (Infeksi Menular Seksual) dan  HIV AIDS dapat dilakukan dengan berbagai cara. Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan menggunakan tes papsmear dan dapat juga dilakukan dengan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

IVA Karangasem

Selasa, 25 Maret 2014, SPEK-HAM Surakarta bekerjasama dengan Puskesmas Pembantu Karang Asem dan Puskesmas Manahan mengadakan tes IVA, VCT (Voluntary Conseling and Testing) dan IMS yang bertempat di Puskesmas Pembantu Karang Asem, dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dan wanita berisikom, bagi yang sudah menikah ataupun yang belum menikah.

Tes VCT dilakukan dengan cara pengambilan darah, kemudian harus dilakukan pengamatan terlebih dahulu di laboratorium sehingga tidak bisa dilihat hasilnya hanya dalam satu hari. Hasil tes VCT diambil hari Rabu, 26 Maret 2014. Hasil dari tes IMS bisa langsung pada saat itu juga para pasien mengetahui hasilnya dan kemudian dari pihak medis bisa langsung memberikan obat pada pasien yang terdiagnosis IMS. (lia/spekham)

Tes IVA dan IMS untuk Perempuan di Kelurahan Sangkrah

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual secara bebas tanpa pengaman , infeksi menular seksual diantaranya ; Ghonoreae, Sifilis, Chlamidia, Herpes Genital, HIV dan AIDS dan lain-lain.

Metode pencegahan dengan deteksi dini dapat dilakukan, diantaranya dilakukan melalui tes IVA. Sebagai wujud kepedulian SPEK-HAM Surakarta terhadap kesehatan reproduksi perempuan, kamis 20 Maret 2014, SPEK-HAM bekerjasama dengan Puskesmas Pembantu Sangkrah melakukan tes IVA dan IMS dengan melibatkan seluruh masyarakat khususnya perempuan di wilayah Sangkrah, Semanggi dan sekitarnya.

Tes yang dilakukan di Kelurahan Sangkrah ini merupakan rangkaian pemeriksaan tahap 2, setelah pada tanggal 10 dan 11 maret 2014, dilakukan pemeriksaan tahap pertama di Kelurahan Pucang Sawit.

Pada proses pelaksanaan tes, pasien atau peserta tes dapat secara langsung mengetahui hasil tes laboratorium dari pihak medis Puskesmas Pembantu Sangkrah untuk kemudian dapat secara langsung di lakukan penanggulangan dan pengobatan. (lia/spekham)

Pameran Teknologi Sederhana Tepat Guna

Teknologi sederhana tepat guna, mungkin itulah yang dibutuhkan masyarakat saat ini, terutama untuk masyarakat yang dijejali dengan banyak aktifitas rutin. Teknologi sederhana, baik dari bahan-bahan pembuatannya, cara kerja serta penggunaannya.

KOPERNIK, sebuah lembaga non profit dari Amerika yang bergerak pada pengadaan peralatan berteknologi sederhana namun tepat guna, serta menekankan programnya pada pemberdayaan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Melalui perwakilan KOPERNIK di Ubud, Bali, bekerjasama dengan SPEK-HAM Surakarta mencoba memfasilitasi kelompok-kelompok dampingan SPEK-HAM, khususnya perempuan yang berada di Musuk Boyolali serta Balerante Klaten dengan peralatan-peralatan berteknologi sederhana guna menunjang produktifitas harian mereka serta untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat setempat.

lampu tenaga surya

Serangkaian kegiatan awal telah dilakukan oleh perwakilan KOPERNIK dan SPEK-HAM. Pemetaan potensi dan masalah yang berkaitan dengan penghidupan sehari-hari dilakukan melalui FGD, sampai pada analisis kebutuhan teknologi sederhana telah dilakukan oleh kedua lembaga. Hasilnya adalah beberapa peralatan dengan teknologi sederhana penunjang penghidupan, terutama peralatan sebagai penunjang kebutuhan dalam pertanian yang diharapkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

penyaring air

Peralatan-peralatan berteknologi sederhana ini diperkenalkan kepada perwakilan dari kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi dampingan SPEK-HAM dalam “Tech Fair” oleh KOPERNIK. Tech Fair diadakan 2 kali, yaitu tanggal 26 Maret 2014 di Musuk, Boyolali dan tanggal 27 Maret 2014 di Balerante, Klaten.

Pengenalan peralatan dan penggunaanya dilakukan oleh KOPERNIK yang diwakili oleh Nonie, Apri, Iman dan Prita. Peralatan yang dipamerkan dalam Tech Fair ini antara lain ; alat pencacah rumput pakan ternak, kompor kayu, lampu tenaga surya, penyaring air mentah menjadi siap konsumsi, alat pemipil jagung, kacamata, dan kasa nyamuk.

 kompor kayuPeralatan-peralatan tersebut akan digulirkan kepada kelompok-kelompok dan dapat dimanfaatkan oleh anggota kelompok dengan membeli secara mengangsur. Hasil penjualan dari peralatan-peralatan tersebut akan dimanfaatkan oleh kelompok untuk membuat peralatan-peralatan dengan teknologi sederhana lainnya yang diperlukan oleh kelompok-kelompok tersebut. (spekham/nuel)

Diskusi Publik : Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Tahun 1999-2013, 413 pengaduan masuk ke SPEK-HAM Surakarta, 65-100% adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga. Jumlah kasus secara nasional yang masuk ke dalam data base Komnas Perempuan pada tahun 2012 saja ada 216.156 kasus, 8.315 (66%), diantaranya adalah kasus ranah personal (keluarga). Bagaimana dengan situasi kekerasan, utamanya kekerasan dalam rumah tangga, yang terjadi di seluruh dunia? Bagaimana pula dengan penanganannya?

Rabu, 19 Maret 2014. SPEK-HAM bekerjasama dengan Komnas Perempuan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, dan Solo Pos FM, mengadakan diskusi publik mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Diskusi menghadirkan narasumber seorang Hakim Pengadilan Negeri di Hennepin County, Minnesota, USA Elizabeth V. Cutter. Selain sebagai seorang Hakim, Elizabeth yang peduli dengan HAM khususnya untuk perempuan, juga merupakan seorang aktifis dari NGO “The Advocates for Human Rights” yang bergerak pada isu-isu ; Hak Perempuan, Hak Pengungsi dan Imigran, Hukum Internasional, dan Pendidikan. Diskusi juga menghadirkan narasumber dari SPEK-HAM Surakarta, Endang Listiani (Direktur Yayasan SPEK-HAM Surakarta) serta Ayu Prawitasari (Redaktur Solopos, Desk Kota).

diskusi publik penghapusan KDRT 4Diskusi mengenai proses-proses peradilan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Amerika dan Solo Raya oleh peserta dari perwakilan LSM, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Polres, Legislatif serta perwakilan dari PPT dan kelompok dampingan SPEK-HAM.

Dalam diskusi yang dilaksanakan di Kantor Redaksi Solo Pos ini, Elizabeth mengungkapkan bahwa hal yang paling penting dalam mengatasi kekerasan dalam rumah  tangga adalah adanya kerjasama yang baik dalam masyarakat yang terdiri dari penegak hukum dan NGO, yang saling berkoordinasi untuk  menciptakan sistem dalam masyakat untuk pencegahan dan penanganan kasus-kasus kekerasan. Minnesota memiliki Peraturan Daerah tentang pendampingan dan hampir setiap tahun diamandemen, setiap kali menemukan kesulitan dalam pendampingan dalam setiap kasus. Hal ini merupakan suatu sistem yang diciptakan oleh koordinasi Penegak Hukum dan NGO yang terjalin baik.

Selain itu juga dibutuhkan kebijakan yang lebih menguatkan pada pemenuhan hak-hak korban. Hukum pidana biasa tidak dapat memenuhi hak para korban, harus ada hukum dan kebijakan khusus dalam masyarakat itu sendiri.(spekham/nuel)

AKSI SOLIDARITAS : PENGOBATAN PASCA BANJIR DI PACING, KLATEN

pacing_banjir1Sabtu, 22 Februari 2014 yang lalu desa Pacing mengalami banjir akibat tanggul Dengkeng yang jebol. Banjir kali ini termasuk parah dengan tinggi sekitar sepinggang orang dewasa. Sebagai bentuk aksi solidaritas, SPEK-HAM yang sejak tahun 2006 melakukan pemberdayaan kelompok perempuan desa Pacing bekerjasama dengan bidan desa melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi penyintas banjir.

 Pemeriksaan/pengobatan gratis dilaksanakan pada Kamis tanggal 27 Februari 2014, hari kamis pukul 13.00 WIB – 15.30 WIB di Pos kesehatan lansia tepatnya rumah ibu Paryanti, RT 10 RW 5 Dukuh Tegal Sari, Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Pemeriksaan ditujukan bagi seluruh warga Pacing, khususnya warga Tegalsari yang paling parah banjirnya. Selain pemberian obat-obatan juga ada PMT bagi balita, ibu hamil, dan lansia.

pacing_banjir6

Pengobatan ini dilakukan oleh Bidan Desa Pacing (ibu Sri Sulastri Amd.Sib) dan dibantu 2 praktikkan mahasiswa STIKES Ahmad Yani Jogja (Ika, dan Hendis), yang kebetulan sedang magang di klinik Bu Bidan, kader-kader kesehatan, serta rekan-rekan SPEK-HAM (Tri, Danang, Eko, dan Jo). Pasien yang ditangani pada pemeriksaan/pengobatan gratis ini antara lain anak-anak, umum (orang tua), dan lansia (semua laki-laki dan perempuan) dengan jumlah pasien 108.

pacing_banjir3Keluhan yang dirasakan warga pasca banjir adalah antara lain pegal-pegal, batuk, pilek, gatal, demam, pusing (hipertensi), maag. Pemeriksaan yang dilakukan selain pemeriksaan kesehatan, ada juga cek tensi serta pemberiaan obat. Persediaan tiap obat 1 kaleng dengan isi 1000 butir dan untuk tablet persediaan 1 pcs dengan macam obat seperti PARASETAMOL, CTM, ANTASID, ASAM MEFEMANAT, VIT B1, VIT B6, VIT B12, VIT BComplek, KALSIUM, SAKANEURON/NEURODEX, PREDNISON, AMOKSILIN (GLYCERYL GUALACOLATE) ada juga tabahan dari Dinas Kesehatan berupa krim nyeri sendi, dan ada juga tambahan dari  ibu bidan berupa SAKANEURON, AMINOPILIN.

pacing_banjir4

Warga yang berdatangan untuk pemeriksaan/pengobatan gratis ini tidak hanya warga Dukuh Tegalsari saja, dari Dukuh Pacing juga ada yang ikut pengobatan ini. Warga Tegalsari, khususnya lansia sendiri sudah dibagikan buku kecil/buku saku yang masih sederhana, semacam Kartu Menuju Sehat untuk mencatat dan melihat perkembangan kesehatan bagi masing-masing pasien, mencatat macam obat yang diberikan ke pasien, sekaligus sebagai absensi dalam pemeriksaan. Buku ini atas inisiatif kader-kader kesehatan dan ibu bidan untuk mencatat tensi darah pasien, mencatat hasil analisis penyakit yang dilakukan bidan desa ke pemilik buku saku tersebut. Dalam pemeriksaan/pengobatan gratis kemarin, bagi warga/pasien yang sudah memiliki buku tersebut tetap digunakan sebagai absensi serta pemeriksaan, bagi yang belum memiliki buku saku, menggunakan potongan kertas buram untuk mencatat tensi, hasil analisa bidan, serta mencatat macam obat yang akan diberikan ke pasien. (Eko/editor : Nila)