Search for:

Remaja Pundungan Kenali Seks dan Gender

Suasana Diskusi Remaja

Puluhan Remaja Pundungan mengikuti diskusi tentang Seks dan Gender pada Sabtu, 10/4. Kegiatan dilakukan di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Desa Pundungan dan SPEK-HAM.

Kegiatan yang dipandu oleh Anna dan Azizah mahasiswi dari UNDIP Semarang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diawali dengan diskusi kelompok. Peserta diminta menuliskan ciri-ciri laki-laki dan perempuan sesuai yang mereka ketahui. Setelah itu mereka diminta untuk membedakan atau memilah mana saja yang termasuk dalam kategori seks dan mana saja yang termasuk gender.

Anna menjelaskan seks atau seksualitas merupakan jenis kelamin yang didasarkan pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara biologis dan mengarah kepada fungsi-fungsinya seperti reproduksi yang bersifat kodrati atau tidak dapat berubah. Kemudian gender adalah persepsi masyarakatt yang mengacu pada peran, perilaku, ekspresi dan indentitas seseorang baik pada laki-laki maupun perempuan.

Diskusi ini juga menyoroti tentang stigma pada perempuan dan laki-laki di masyarakat yang masih sering terjadi, misalnya perempuan harus mengurus pekerjaan rumah tangga, perempuan harus menuruti perkataan laki-laki. Laki-laki tidak boleh cenggeng, derajatnya harus lebih tinggi daripada perempuan, laki-laki tidak boleh memakai baju pink, tidak boleh merawat wajah dan sebagainya. Menurut Anna, pernyataan tersebut disampaikan untuk lebih meningkatkan pemahaman peserta bahwa semuannya itu hanya konstruksi sosial yang terjadi di lingkungan tempat tinggal kita yang bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Sukma, salah seorang peserta berharap setelah paham tentang seks dan gender, Remaja perempuan harus mendapatkan pendidikan hingga sampai pendidikan tinggi dan laki-laki dan perempuan harus saling menghargai. Selain itu remaja laki-laki dan perempuan harus membangun relasi yang setara dengan menghindari kekerasan seksual dan berani menolak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Anna-Magang/Henrico Fajar (Divisi Kesmas SPEK-HAM)

Pojok Informasi HIV AIDS di Cafe Radio dan Cafe Lincak

Hasil diskusi dan ngobrol bareng dengan beberapa siswa SMU. Menurut mereka, berdasarkan laporan dari berbagai sumber, penderita HIV AIDS di Klaten dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya. Peningkatan ini, ujarnya, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tetang HIV AIDS. “Selama ini yang sering kali terjadi adalah penderita tidak mengetahui jika diri atau keluarganya sedang terjangkit penyakit yang mematikan itu. Hal tersebut membahayakan orang-orang terdekatnya, yang tanpa sadar mereka terancam bahaya HIV/AIDS tersebut,” jelas salah satu dari siswa pada malam itu di Coffee Radio

Teman-teman juga mengungkapkan  bahwa AIDS masih tetap dipandang sebagai salah satu penyakit paling menakutkan dewasa ini. Bukan hanya karena belum ditemukan obatnya, melainkan karena laju penyebarannya pun dalam skala yang sangat mencemaskan. “Bukan karena korbannya hanya kaum homoseksual, tetapi telah merambat ke semua kalangan ; tua dan muda, kaya dan miskin, homoseksual dan heteroseksual.” Dalam diskusi bersama ini juga sempat terlontar dari salah satu pelajar yang pernah terkena dampak NARKOBA. Tidak ada orang yang ingin tertular penyakit HIV AIDS, karena hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya. “Meskipun telah ditemukan obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, tetapi obat-obatan tersebut masih jauh dari harapan penderitanya,” jelasnya. Atas dasar itu, mengingat tidak adanya obat yang ampuh untuk mencegah penyakit HIV AIDS ini, maka cara yang jitu untuk menanggulanginya adalah dengan memutuskan jalinan penularan penyakit itu atau mencegahnya.  .

Om Tri sebagai pemilik Coffee Radio juga ikut nimbrung bareng dengan tim SPEK HAM dengan membari wejangan. Siapapun yang telah positif terinfeksi HIV AIDS, maka tetaplah bersemangat dan jangan menyerah. “Anda tidak perlu resah dan berlarut-larut dalam kesedihan, meskipun pada saat ini belum ditemukan obat-obatan yang dapat menyembuhkan HIV AIDS. Hidup bahagia dengan mengidap HIV AIDS bukanlah suatu kemustahilan,” terangnya. “Banyak fakta yang menunjukkan bahwa mereka yang positif HIV tetap bisa hidup bertaun-tahun lamanya,” imbuhnya. Yang juga penting dipahami adalah pemahaman terhadap tips jitu pencegahan penyakit ini. Misalnya, 1) Hindari berbagai penggunaan jarum suntik, baik itu penggunaan secara bersamaan untuk penindikan, pemakaian narkoba, maupun membuat tato. Hindari penularan melalui transfusi darah dengan memastikan transfusi yang aman. 2) Bagi wanita yang hamil/menyusui, berhati-hatilah dengan resiko penularan terhadap anak anda dengan tidak memberikan ASI kepada mereka.

Kegiatan dalam bulan puasa yang dilakukan oleh tim Klaten ini sangatlah tepat karena berbarengan dengan kegiatan menunggu berbuka puasa, jadi sambil nongkrong sambil melakukan penyuluhan. Cofe Radio dipilih sebagai  tujuan karena tempat ini merupakan tempat nongkrong untuk kalangan pelajar SMU-Mahasiswa/i. Selain Cofe Radio, ada dua tempat yang menjadi target kunjungan yaitu Lincak Cafe dan Presco Cafe. Aktifitas ini dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dimulai dari jam 16.00-19.00, dengan peserta dari temen-temen pelajar SMU. Kemudian dilanjutkan tahap kedua, jam 20.00-23.30 dengan peserta dari teman-teman Mahasiswa dan masyarakat umum.

Tim Klaten masih akan terus melakukan penyuluhan-penyuluhan  dan penjangkauan di angkringan-angkringan yang ada di sepanjang jalan Yogya-Solo. Untuk sementara kami hanya bisa melakukan di dua tempat yaitu Cafe Radio dan Lincak Cafe. (danang/spekham.org)