Search for:

PEREMPUAN LERENG MERAPI BELAJAR MENGOLAH SUSU SAPI

Sabtu (14/3/2020) di lereng Merapi Desa Balerante Klaten diselenggarakan pelatihan pembuatan aneka olahan makanan dari bahan susu sapi. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Pelatihan diikuti oleh Kelompok Perempuan Mawar dusun Banjarsari Desa Balerante dan pemerintah desa.

Pelatihan ini merupakan bentuk implementasi MoU UNISRI bersama SPEK-HAM untuk mengembangkan potensi sumber daya local untuk peningkatan ekonomi perempuan di wilayah kerja SPEK-HAM. Potensi desa cukup banyak namun belum optimal pengelolaannya. Balerante merupakan salah satu desa di Klaten penghasil susu sapi. Banyak rumah tangga yang menjadikan ternak sapi menjadi mata pencaharian utama. Sehari-hari perempuan memerah sapi setiap sore dan menyetorkan hasilnya ke koperasi. Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan ketrampilan perempuan mengolah susu, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi.

Prof. Dr. Ir. Sutardi, M.AppSc, selaku Rektor UNISRI dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi susu sapi adalah modal besar yang dimiliki Desa Balerante, tidak semua daerah mempunyai potensi ini. Harapannya setelah mengikuti pelatihan, masyarakat bisa mengembangkan menjadi usaha. “Sudah ada bahan baku tinggal dikembangkan”, tegas Sutardi.

Permen susu dan cheese stick merupakan olahan yang dipraktekkan dalam pelatihan kali ini. Bahan-bahan dan cara membuat mudah serta alat produksinya sederhana. Hanya membutuhkan susu segar, gula, dan tepung.

Mini (25 th), salah satu anggota kelompok Mawar menyampaikan senang dengan adanya acara seperti ini, “Sekarang tahu cara membuat stik keju dan kedepannya akan diproduksi sehingga perempuan di Balerante bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yang berkelanjutan”.

Pemerintah Desa yang diwakili Susilo selaku Kepala Dusun Banjarsari Desa Balerante mendukung adanya pelatihan ini. Balerante sebagai desa wisata yang dikenal dengan eduwisata Kalitalang membutuhkan produk-produk local untuk menarik wisatawatan datang. Harapannya produk-produk makanan ini bisa dipamerkan pada saat ada event-event di kawasan Kalitalang. Nila- Manager Divisi SL

Pelatihan Hard Candy Mawar FATIPA UNISRI

Suasana pelatihan pembuatan hard candy (permen) mawar

Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (FATIPA) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) mengadakan pelatihan pembuatan olahan makanan dari bunga mawar. 

Dua puluhan perempuan anggota Kelompok Putri Mawar mengikuti pelatihan yang bertempat di rumah ketua RT Gondang, Desa Cluntang Boyolali, Senin (29/4/2019). 

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan dan menambah varian produk makanan minuman berbahan baku bunga mawar”, kata Nila, Manager Divisi Lingkungan dan  Ekonomi  SPEK-HAM. Banyaknya bunga mawar di Desa Cluntang menjadi potensi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan. 

Dalam pelatihan yang dipandu oleh Ibu Wuri Dosen Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (FATIPA) UNISRI, peserta diajari membuat hard candy (permen) mawar dengan bahan yang sederhana dan teknologi sederhana tepat guna. 

hasil pelatihan pembuatan permen mawar

“Harapannya paska pelatihan ini kelompok dapat memproduksi sendiri untuk menyediakan kebutuhan menjelang lebaran. Jadi Desa Cluntang punya produk khas omahan mawar yang variatif,” imbuh Nila. (nila)

Olahan Pangan Lokal Meningkatkan Ekonomi Perempuan Desa Balerante

Pelatihan olah pangan berbahan dasar susu bagi kelompok perempuan Mawar, Balerante.

Pagi ini, Rabu 20 Maret 2019 puluhan anggota kelompok perempuan Mawar Desa Balerante dan beberapa mahasiswa berkumpul di Rumah Darsi, salah seorang anggota kelompok. Mereka sibuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan untuk praktik membuat aneka makanan dari olahan susu sapi.

Balerante dikenal sebagai desa penghasil susu sapi. Setiap hari mampu menghasilkan ribuan liter susu sapi segar, karena 1 ekor sapi saja mampu menghasilkan 20-40 liter susu setiap harinya. Susu sapi segar ini disetorkan ke Koperasi setiap harinya dengan harga Rp. 6000/liter.

Sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomis dan memberikan tambahan pendapatan pada peternak khususnya peternak perempuan, Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan pelatihan olahan pangan lokal berbahan baku susu sapi. Hari ini anggota kelompok perempuan Mawar dilatih mengolah susu sapi menjadi yogurt, es krim dan kerupuk susu. “Bahan-bahan dan cara membuatnya mudah ya, ibu-ibu ?”, tanya Bu Yannie Asrie Widanti, STP, M.Gizi selaku trainer dalam pelatihan ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara SPEK-HAM dan UNISRI dalam program pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan melalui pengembangan sumber daya lokal. Setelah pelatihan, diharapkan masyarakat mampu menindaklanjuti dengan praktek untuk usaha atau setidaknya dikonsumsi keluarga. “Setelah kami pulang, ibu-ibu bisa memulai praktik sendiri, bisa dijual, bisa terima pesanan es krim jika ada hajatan”, tambah Bu Yannie.

Suasana pelatihan

Hal senada juga diungkapkan pemerintah desa Balerante, melalui Kaur Perencanaan Bapak Jainu, “Dana desa sekarang banyak 1 M lebih, setelah punya ketrampilan, kelompok  bisa mengajukan usulan kebutuhan untuk meningkatkan usaha. Silakan usulkan alat-alat untuk produksi es krim, kerupuk dan lainnya saat ada Musrenbangdes. Ini peluang supaya desa maju. Jangan hanya punya cita-cita bekerja sebagai penambang pasir dan pencari kayu bakar di gunung. Harus lebih maju karena potensi Balerante sangat banyak,”pungkasnya. (nila)

Penandatanganan MoU antara Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) dan SPEK-HAM


Dekan FATIPA UNISRI Ahmad Mustofa, STP, MSi , Rektor Prof. Dr. Ir. Sutarno dan salah seorang pengurus yayasan UNISRI bersama Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM dan jajaran yayasan SPEK-HAM

Kamis, 28 Februari 2019 bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung B lantai II Unisri, berlangsung acara penandatanganan MoU antara Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (FATIPA) UNISRI dan SPEK-HAM terkait dengan Program Pendampingan Masyarakat untuk Pengelolaan Potensi pangan lokal. Acara ini dihadiri oleh Badan Pengurus Yayasan SPEK-HAM, Rektor UNISRI, Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, dan Perwakilan Yayasan Slamet Riyadi

“Kerjasama ini sangat kami perlukan untuk pengelolaan produk olahan makanan dari produksi pertanian di wilayah kerja SPEK-HAM” papar Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM. Latar belakang dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas dalam bidang ilmu dan teknologi pangan dari sisi keilmuan pendidikan serta meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dalam sambutannya Dekan FATIPA UNISRI Ahmad Mustofa, STP, MSi. menyampaikan bahwa kerjasama ini nanti bisa mewujudkan harapan UNISRI yang mempunyai impian memiliki desa binaan untuk pengembangan teknologi pertanian dan pangan untuk masyarakat. “Kami akan support dengan menyediakan SDM baik dari Dosen, maupun mahasiswa untuk program peningkatan kapasitas kelompok dampingan dalam pengelolaan produk olahan dari hasil pertanian,”terang Ahmad Mustofa.  

Prof. Dr. Ir. Sutarno, selaku rektor UNISRI menyampaikan bahwa kerjasama ini bisa membawa dampak bagi masyarakat dampingan SPEK-HAM khususnya perempuan serta bermanfaat bagi aplikasi keilmuan mahasiswa khususnya jurusan FATIPA. 

Senada dengan pernyataan rektor UNISRI, salah satu perwakilan Yayasan Slamet Riyadi Didik Hardyanto, SH, MH. mendukung terlaksananya penandatanganan MoU ini dan berharap ke depan kerja sama bisa berkesinambungan satu sama lain. 

Jangka waktu dalam kerjasama ini dilaksanakan selama lima tahun. Kegiatan pertama akan dilaksanakan di Balerante pada 20 Maret 2019 yaitu pelatihan pengolahan produk turunan susu sapi bersama kelompok perempuan Mawar. (Valiant21)