Search for:

Bangga Menjadi Kader Kesehatan

Suasanan Diskusi Komunitas Perempuan

Demikian yang mengemuka dalam Diskusi Komunitas Perempuan Blumbang pada Rabu, 16/12 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Disampaikan Winarsih, salah seorang peserta diskusi menjadi kader kesehatan memang membanggakan, selain bisa membantu warga kita juga bisa memberikan informasi terkait kesehatan. Menurutnya walaupun ada warga yang acuh tak acuh saat diberikan informasi tentang kesehatan, dia tidak pernah sakit hati.

“Kuncinya kita lakukan tugas kita dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, tak perlu risau kalau-kalau ada yang menyalahkan atau tidak suka kepada kita,” ungkap Winarsih.

Senada, Apri peserta diskusi lainnya menyampakan kader menjadi ujung tombak dari setiap program pemerintah. Misalnya saat ini di masa pandemi COVID-19 seorang kader menjadi garda terdepan untuk mengedukasi dan mengajak warga masyarakat agar bersedia mengikuti vaksin.

Henrico Fajar pendamping dari SPEK-HAM yang hadir dalam diskusi ini menyampaikan salah satu ciri khas seorang kader adalah sifat kesukarelawan. Menurutnya kader adalah orang-orang pilihan yang mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah.

“Jiwa relawannya itu lho yang harus dicontoh, saya tahu bahwa terkadang kader harus berkorban waktu, tenaga, pikiran bahkan terkadang juga materi. Tetapi semuanya dijalani dengan ikhlas tanpa mengeluh, itulah hebatnya seorang kader,”ungkap Rico. Pertemuan yang digelar rutin setiap bulan ini terselenggara atas kerja sama antara Pemerintah Desa Blumbang dan Solidaritas Perempuan Untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) diikuti oleh Bidan Desa dan Kader Kesehatan setempat. Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Tidak Melulu Pembangunan Fisik

Iwan Setiawan, Sekretaris Desa Blumbang (kedua dari kiri) memberikan sambutan dan membuka acara.

Demikian disampaikan Iwan Setiawan, Sekretaris Desa Blumbang dalam pembukaan  dan sambutan Pelatihan Kesehatan Reproduksi Perempuan pada Rabu, Kamis 10-11/11 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Menurut Iwan Pemerintah Desa Blumbang berkomitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan Stunting. “Dalam perencanaan pembangunan kami berkomitmen tidak hanya fokus pada pembangunan fisik saja, tetapi juga pembangunan manusia”, ungkap Iwan.

Iwan menambahkan melalui dukungan anggaran dana desa diharapkan persoalan kesehatan reproduksi perempuan tertangani dengan baik, selain itu kasus Stunting bisa ditekan seminimal mungkin melalui upaya pencegahan yang komprehensif.

Pelatihan Kesehatan Reproduksi Perempuan ini di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama Rabu, 10/11 diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari Perangkat Desa, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kader Kesehatan dan Karang Taruna.

Elizabeth Yulianti dari SPEK-HAM Menyampaikan Materi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR).

Sementara itu sesi kedua, terdiri dari Perempuan Hamil beserta Pasangannya, Pasangan Usia Subur, Pasangan Orang Tua dengan Anak Stunting dan Bidan Desa. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Puskesmas Klego dan SPEK-HAM.

Materi yang disampaikan meliputi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Gender dan HKSR, Kerentanan Perempuan terhadap IMS, HIV-AIDS dan Kanker Serviks serta RTL serta Komitmen Bersama.

Arina Iswandani, Kasie Kesga Dinkes Boyolali yang hadir sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa perempuan adalah aset yang berharga yang berpotensi menghasilkan generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlu mendapat perhatian salah satunya dalam sisi kesehatannya.

Narasumber dan Peserta Pelatihan Berswafoto bersama Kepala Desa Blumbang

Ida Nursanti, salah seorang peserta menyampaikan pelatihan ini sangat berguna meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, bukan hanya bagi perempuan tetapi juga bagi laki-laki dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan Stunting. Data dari Dinas Kesehatan Boyolali menyebutkan angka kasus Stunting di Kecamatan Klego menduduki peringkat pertama, yaitu sebanyak 502 kasus (Data Penimbangan Balita Serentak Bulan Februari 2021). Advenia, Zoik/ Magang UNDIP, Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Diskusi Komunitas Perempuan Blumbang, Kembali Digelar

Setelah ditiadakan hampir satu tahun, akhirnya Komunitas Perempuan Desa Blumbang kembali menggelar pertemuan untuk pertama kali di masa pandemi Covid-19 ini. Pertemuan digelar pada Jumat, 19/2 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Pertemuan yang dihadiri puluhan peserta ini membahas tentang kondisi warga khususnya perempuan dimasa pandemi. Sebagian besar peserta mengaku resah dan ketakutan kalau-kalau terkena virus korona. “Terus terang kami resah dan ketakutan, takut kalau tertular virus korona yang katanya penularannya cepat sekali”, ungkap Sri Ismiyati. Rasa takut ini juga dialami banyak warga di sini.

Namun di sisi lain ada perubahan pada masyarakat yang dulunya tidak hidup bersih dan sehat. Saat ini kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan membersihkan lingkungan menjadi gaya hidup bagi warga. Selain itu mereka juga disiplin untuk menjaga jarak, saat mengikuti kegiatan bersama. 

Sementara itu peserta lainnya, Fikri menyatakan banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan beban pulsa yang meningkat akibat pembelajaran daring anak-anak mereka. Menurutnya tidak semua orang tua mampu membeli paket data. Selain itu yang lebih disayangkan lagi ialah masih banyak orang tua yang belum paham penggunaan teknologi HP untuk mendukung pembajaran daring tersebut.

Pada bagian lain para peserta berharapa adanya sosialisasi pencegahan, penanganan dan vaksinasi dari tenaga kesehatan kepada masyarakat luas. Selain itu pemberian bantuan bagi warga terdampak Covid-19 juga masih dibutuhkan. Dihubungi terpisah Widayanto Kepala Desa Blumbang, menyatakan warganya yang terdampak covid-19 sudah mendapatkan bantuan baik itu yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan dari desa sendiri. Henrico Fajar (Divisi Kesmas SPEK-HAM)

Pemdes Blumbang Gelar Musdes

Musdes Blumbang dihadiri oleh muspika setempat

Kegiatan Musyawarah desa atau Musdes Desa Blumbang Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali dilaksanakan pada Jumat, 8/11 bertempat Balai Desa Blumbang. Hadir dalam kegiatan ini Camat beserta Muspika Kecamatan Klego. Hadir pula anggota BPD, para ketua RT dan RW, kader kesehatan, PKK Desa, tokoh masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Kariyono Camat Klego dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdes membahas RPJMDes berisi tentang program-program kegiatan selama 6 tahun mendatang, oleh karena itu Kepala Desa dalam wajib melaksana semua program yang telah disepakati dalam forum ini. Dia berpesan jangan sampai ada ego sektoral dalam penentuan program kegiatan serta tidak berorientasi pada pembangunan infrastruktur saja, tetapi juga pembangunan manusia.

“Ini forum masyarakat desa, panjenengan semua bukan mewakili RT dan RW tetapi mewakili desa Blumbang, jangan sampai ada ego sektoral dan buatlah program kegiatan atas dasar kebutuhan bukan keinginan” ungkap Kariyono. Dia berharap dengan implementasi UU Desa, Desa Blumbang mempunyai sumber daya sendiri salah satunya lewat BUMDES untuk menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sendiri.

Kepala Desa Blumbang Widayanto, dalam sambutannya menyampaikan kembali visi desa Blumbang, yaitu “Terciptanya Desa yang Mandiri dan Lestari”. Oleh karena itu menurut dia untuk mewujudkan Visi tersebut dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari semua elemen masyarakat yang ada di Desa Blumbang. “Amanat UU Desa menyatakan bahwa kepala desa yang telah dilantik, maksimal dua bulan harus melaksanakan musdes untuk menentukan arah pembangunan desa selama enam tahun ke depan”, ungkap Widiyanto.  

Sementara itu Ida Rohma salah seorang kader kesehatan menyampaikan harapannya agar perempuan di Desa Blumbang lebih diperhatikan utamanya dari segi kesehatan, melalui pelatihan-pelatihan kesehatan reproduksi. Selain itu ada perhatian khusus untuk kader kesehatan yang selama ini telah bekerja penuh dedikasi demi kesehatan warga Blumbang lewat Posyandu dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Sebagai informasi kader kesehatan Desa Blumbang dan PKK desa mengusulkan beberapa program kegiatan, antara lain: pelatihan kespro bagi perempuan dewasa dan remaja, peningkatan kapasitas kader kesehatan, pemeriksaan kespro (IVA tes), pelatihan penyuluhan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta peningkatan kapasitas kelompok pemerhati perlindungan anak. Henrico Fajar K.W (Divisi Kesehatan Masyarakat)