Search for:

Syuting lagiiiiiiiiiiii, Promo lagiiiii…….

“ Peran media dalam upaya meningkatkan penjualan & promosi produk komunitas “

Selasa, 9 September 2014 bertempat di Griya Lilin, Kampung Gabudan Joyosuran, kami  mempersiapkan  beberapa keperluan syuting dari Trans7, yang menelpon  mau mengadakan liputan untuk program acara “TAU GA SEHH“ yang tayang setiap pukul 12 siang. Kami dibantu satu tim dari Griya Lilin ; ibu Nana, Ibu Dwi, Ibu Linda, Ibu Atik dan ibu Yani yang sehari-hari bekerja di bengkel Griya lilin. Sedangkan dua tim yang lain sedang mengadakan pameran di PRPP Semarang selama 15 hari.

Syuting Trans7Pada pukul 14.30 WIB, Kru dari Trans7 sudah datang, dua laki-laki dan satu perempuan. Kami mengikuti instruksi dari Cameraman dan beberapa kali dibantu CO dari SPEK-HAM agar lebih menarik dan hidup dalam proses pengambilan gambar. Pengambilan gambar dimulai dari proses awal melelehkan bahan utama, yaitu lilin. Kemudian proses pewarnaan dan pembentukan lilin menjadi aneka bentuk seperti es buah, es cream dan aneka bunga. Proses syuting diakiri dengan wawancara dengan dua anak dari Forum Anak Joyosuran (FORAJOS) yaitu Putrid dan Lia yang mengutarakan tentang kota solo dengan berbagai makanan kas solo.

Kegiatan liputan seperti ini sudah beberapa kali dilakukan, seperti dari Indosiar untuk acara Jelita, RCTI dengan acara Seputar Indonesia siang, TATV untuk Pernik Bisnis dan beberapa media cetak seperti Solo Pos, Kompas, Femina, dan Sekar, selain itu juga beberapa media online seperti Antara, Detik.Com yang telah datang dan meliput kegiatan di Griya Lilin. Kegiatan kegiatan tersebut menjadi salah satu media yang cukup efektif untuk sebuah pemasaran produk kami, dari yang belum dikenal orang banyak sampai produk kami dikenal dan dipesan dari luar pulau. Selama ini kami hanya promosi dan menjual produk dari bazaar, event pameran dan dari Facebook. Dengan semakin dikenal maka semakin banyak pula media lokal maupun nasional yang datang dan meliput usaha kami.  “Senang mas, kami bisa diliput dan nongol di TV kaya artis. Makanya sekarang kalau ada syuting, saya minta gentian  teman-teman yang diambil gambarnya, bukan saya terus yang muncul“ Begitu Ibu Eky Puji Lestari menuturkan pengalamanya.

Promosi memang menjadi faktor penting dalam sebuah usaha. Setidaknya dengan mengenalkan produk kepada masyarakat luas yang menjadi target market akan mempermudah dan evisiensi dalam meningkatkan penjualan. Seperti Griya Lilin yang dirintis sejak tahun 2004 dan mengalami pasang surut, tetapi sejak 2009 semangat itu semakin membara. Semakin dikenal berarti semakin  banyak pesanan yang dating, tidak hanya dari dalam kota tetapi juga dari luar kota, bahkan luar pulau. Kegiatan yang semakin maju ini juga berdampak pada para tetangga di RW 3, yang sekarang juga dilibatkan dalam usaha ini. “Dari kegiatan ini, mereka bertambah pengalaman.” begitu dituturkan Ibu Nana, Ibu Atik dan Ibu Dwi. “Kami bahkan jadi pemenang sebagai penunggu stan terbaik seSolo lho dalam Peringatan Hari Kartini kemarin.“ timpalnya sambil mengakiri perbincangan kami sore itu.(Reportase by noko alee/spekham.org)

Tabungan Sampah “Sumber Rejeki”

Program Pengelolaan Sampah Terpadu adalah salah satu Program yang dicanangkan Pemerintah daerah Surakarta. SPEK-HAM merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang menunjang kebijakan Pemerintah tersebut bersama masyarakat dampingan. Program ini kami refleksikan sebagai program yang efektif dan perlu dikuatkan dengan dukungan berbagai pihak, baik Pemerintah setempat maupun swasta, agar menjadi sebuah gerakan yang signifikan dan memiliki rantai nilai ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesehatan. Pengelolaan sampah memang sudah semakin banyak dilakukan oleh banyak pihak, tidak terkecuali bagi perempuan di Kelurahan Kemlayan, khususnya di RW II. Program ini sesuai dengan gagasan SPEK HAM untuk membuat komunitas “Gerakan Cinta Bumi”.

Selasa, 15 Juli 2014 pukul 16.00 WIB, bersama salah satu Community Organizer dari Divisi Sustainable Livlihoods SPEK HAM, Murni, melakukan diskusi tematik tentang penanganan sampah perkotaan khususnya di RW II yang merupakan wilayah dampingan kerja SPEK HAM. Dalam diskusi tersebut kami melakukan pemetaan permasalahan sampah di RW II dan keinginan warga untuk rencana tindak lanjutnya. Dalam diskusi ini kami menemukan beberapa hal :

  • Kurang terkondisikannya sampah non organik yang hanya dibuang, dicampur dengan sampah organik.
  • Tidak ada inovasi yang dilakukan dari sampah non organik.
  • Sampah hanya dibuang dan dikumpulkan, serta diberikan cuma-cuma kepada pemulung.
  • Adanya ketertarikan dan minat dari beberapa warga untuk memanfaatkan sampah sebagai hal yang bermanfaat. “[nara sumber : Ibu Duma (ketua PKK RW II) dan Ibu Rosdiyah (warga peduli lingkungan)]”.

Sesuai peta masalah yang dirumuskan, maka perlu adanya solusi nyata yang akan menunjang masyarakat dalam melakukan aksi perlindungan lingkungan. Kelompok Perempuan RW II Kemlayan memiliki beberapa aksi yang perlu untuk direalisasikan, antara lain :

  • Sosialisasi tentang pemilahan sampah.
  • Melakukan pemilahan sampah organik dan an organik tingkat rumah tangga.
  • Memanfaatkan pemilahan sampah an organik untuk menunjang perekonomian perempuan dengan membuat tabungan sampah.
  • Membuat ketrampilan dari sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan digunakan.

DSCN9301Diskusi kemudian dilanjutkan pada hari Kamis, 28 Agustus 2014. Diskusi untuk menindaklanjuti adanya aksi pengelolaan sampah. Sebelumnya, Ibu Dumawati sebagai Ketua PKK RW II Kemlayan menyampaikan bahwa Kelompok Perempuan RW II Kemlayan menyetujui untuk mendirikan tabungan sampah. Tentunya ini menunjang program kerja Divisi Sustainable Livelihoods itu sendiri dalam penanggulangan resiko bencana berbasis masyarakat demi keberlanjutan hidup mereka. Dalam diskusi yang kedua, CO Divisi SL memberi sosialisasi tentang jenis sampah, dampak yang ditimbulkan, jenis sampah apa saja yang dapat dimanfaatkan, dan cara pemilahan sampah. Kemudian mensosialisasikan pembentukan managemen tabungan sampah.

Sebelum diskusi kedua dimulai, semangat terlihat dengan beberapa ibu yang membawa hasil pemilahannya ke tempat pertemuan. Ada sampah botol plastik, kardus, kain bekas potongan, dan kertas bekas. Hal tersebut merupakan perwujudtan dari komitmen yang sudah dibangun.

Diskusi ini membahas lebih rinci tentang bagaimana sistem tabungan sampah tersebut akan dilakukan. Tak selang berapa lama, komunitas membentuk Kepengurusan Tabungan Sampah. Didapatkan struktur kepengurusan baru, sebagai berikut :

Penanggungjawab               : Ibu Dumawati (Ketua PKK RW II)

Ketua                                      : Ibu Nofi (RT 03)

Sekretaris/ Pencatatan       : Ibu Ninuk dan Ibu Katileo

Bendahara                             : Ibu Takari

Penimbangan                        : Ibu Hartatik dan Ibu Aminah

Jadwal pengumpulan dan penimbangan sampah dilakukan pada minggu ke-2 tiap bulan.

Adapun mekanisme kegiatan penimbangannya :

  • Warga membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah.
  • Warga mengisi buku register dan menuliskan jenis sampah yang dibawa.
  • Sampah ditimbang sesuai karakteristik sampah oleh pengurus.
  • Pengurus menulis berat sampah dan nominal di buku nasabah dan buku pencatatan pengurus.
  • Kemudian sampah dijual ke pengepul (kerjasama pengepul akan dilakukan komunitas dengan pengepul setempat yang bernama Pak Soni).

Gerakan ini sebagai wujud cinta bumi oleh warga RW II Kemlayan, yang akan dimulai pada minggu kedua bulan September, yang jatuh pada tanggal 13 september 2014 nanti. Kegiatan ini dilakukan oleh 30 Ibu yang mengikuti diskusi. Karena dirasa pembukuan Pra Koperasinya sudah apik, maka sesuai kesepakatan dari kelompok Ibu-Ibu, uang hasil penjualan akan dimasukkan ke Pra Koperasi yang sudah ada sebagai tambahan tabungan atau simpanan sukarela Ibu-Ibu. Gerakan bertujuan demi terciptanya lingkungan yang nyaman, bersih, dan memberi edukasi untuk para generasi penerus. (onie/spekham.org)

Kelompok Mawar dan Tanaman Pangan Keluarga

Kelompok Perempuan Mawar, Desa Balerante, Klaten merupakan salah satu kelompok perempuan yang didampingi oleh SPEK HAM sejak terjadinya erupsi Merapi tahun 2011. Sejak perkenalan hingga tahun 2014 ini, banyak pembelajaran yang sudah dilakukan bersama, mengenai respon bencana, peternakan terpadu dan tanaman pangan, pengelolaan uang kelompok serta masih banyak yang lainnya.

Salah satu yang menjadi fokus pembelajaran saat ini adalah mengenai tanaman pangan keluarga. Tentang bagaimana memanfaatkan ruang-ruang kosong di halaman rumah untuk ditanami dengan berbagai macam sayur yang bisa dijadikan konsumsi sehari-hari.

Kelompok Perempuan Mawar dan SPEK HAM kali ini, 30 Agustus 2014, berkesempatan untuk melakukan praktik pembelajaran tanaman pangan bersama Mas Eka Budhi Sulistiyo. Praktik tanaman pangan keluarga dilakukan di rumah Ibu Darsiati, di RT 06 RW 03. Praktik tanaman pangan keluarga ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu tentang peternakan terpadu. Bermacam bibit semangka, sawi hijau, sawi putih, kacang panjang, cabe, tomat, dan terong ditanam dengan menggunakan media polibag.

PIC_0813Kegiatan praktik tanaman pangan keluarga ini semuanya dilakukan oleh anggota Kelompok Perempuan Mawar, dari mencangkul tanah, mengambil kompos, mencampur tanah dengan kompos, kemudian memasukkannya ke dalam polibag, sampai pada penataan polibag dan penanaman bibitnya. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk cair yang didapat dari kegiatan sebelumnya. Saat ini Kelompok Perempuan Mawar sedang mempraktikkan pembuatan pupuk cair itu secara mandiri. (nur eko/edit : nuel oei/spekham.org)

Kelompok Perempuan “Mawar” Balerante dan Pupuk Cair

Sore itu, Kamis 28 Agustus 2014 nampak Kelompok Perempuan “Mawar” Desa Balerante, Klaten sedang mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan kali ini bertempat di rumah Ibu Darsiati di RT 06 RW 03. Pertemuan kali ini mengadakan pembahasan mengenai pupuk cair, yang dipandu oleh teman dari SPEK HAM dan Mas Eka Budhi Sulistiyo sebagai fasilitator.

Pembuatan pupuk cair ini memanfaatkan bahan-bahan yang ada didaerah balerante, berupa sisa kotoran sapi, air kencing, air sisa memandikan sapi dan air yang bercampur kotoran sapi “lethong”.

Tahap-tahap pembuatan pupuk cair :

  1. Kotoran cair tersebut diambil langsung dari kandang sapi kemudian masukkan dalam wadah (botol mineral 1,5PIC_0724
    liter).
  2. Sisakan sepersepuluh bagian dari wadah untuk diisi cairan proaminosin hingga penuh, kemudian ditutup yang rapat.
  3. Setelah ditutup, jungkir-balikkan wadah yang sudah terisi kotoran sapi cair tersebut agar proaminosin bercampur merata.
  4. Kemudian tempatkan di tempat yang teduh, diamkan selama 24jam.
  5. Setelah 24 jam, buka tutup botol tersebut untuk membuang gas yang berada dalam botol.
  6. Setelah itu ulangi lagi buka penutup pupuk cair tersebut tiap 12 jam sekali selama 6 hari.
  7. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan dari awal membuat pupuk sampai pupuk dapat digunakan secara langsung adalah selama 7 hari atau 1 minggu. Larutan yang sudah jadi tersebut juga bisa dijadikan “Biang” pupuk cair. Sehingga pupuk cair tersebut dapat diperbanyak sendiri tanpa harus membeli.

Cara penggunaan pupuk cair :

  1. 200 ml pupuk cair dicampurkan dengan 10 liter air.
  2. Kemudian siram atau semprotkan pada tanah/media tanam.
  3. Semisal untuk memupuk tanaman rumput, setelah rumput dipotong, langsung siram dengan pupuk cair tersebut.
  4. Untuk penyemprotan rutin bisa dilakukan tiap 2 minggu sekali.

Semoga bermanfaat.

(nur eko/spekham.org)

Pernik Cantik dari Limbah Sampah

“Workshop Pemanfaatan Limbah dan Sampah Plastik”

Diselenggaran  oleh KPJ – Forajos – PKK Joyosuran – SPEK HAM untuk mendukung gerakan “Cinta Bumi“

Minggu pagi tanggal 31 Agustus 2014. Sejak pukul 09.30 WIB, anak-anak dan ibu-ibu berkumpul di Bale Kelurahan Joyosuran. Mereka datang membawa botol plastik aneka ukuran dari botol minuman yang sudah tidak terpakai yang biasanya berserakan atau dibuang ke kali, yang semakin membuat mampet saluran air dan membuat air tergenang  yang akan mengakibatkan banyak nyamuk.

Setelah peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja serta anak-anak dari 12 RW di Kelurahan Joyosuran sudah mulai berdatangan, acara segera di mulai. Diawali dengan sambutan dari PKK Kelurahan Joyosuran Pokja Satu, yang menyampaikan perlunya mendorong kegiatan-kegiatan di masyarakat yang terkait dengan lingkungan dan peningkatan keterampilan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan potensi sampah. Sampah bisa bermanfaat pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan industri rumah tangga dan juga kebersihan lingkungan menjadi lebih terjaga.

DSCN9398Dalam kegiatan ini, Kelompok Perempuan Joyosuran (KPJ) berperan pada pemberian materi, yang disampaikan oleh Ibu Eky Puji Lestari selaku koordinator perempuan untuk penguatan ekonomi kreatif di KPJPU. Selain itu juga ada ada co fasilitator Ibu Rani Misdiyati dan Ibu Trie yang membantu pada proses prakteknya. Diawali dengan pemaparan hasil pemetaan KPJ tentang lingkungan, dimana wilayah ini berpotensi terjadi  genangan air atau banjir yang disebabkan oleh insfrastruktur yang kurang memenuhi syarat karena saluran pembuangan air  dibuat sempit dan kurang saluran yang bisa dibuka untuk dibersihkan. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan khususnya kali dan saluran air juga masih perlu ditingkatkan. Selain itu juga disampaikan pemaparan hasil temuan dalam pemetaan tentang potensi perempuan Joyosuran, termasuk  remaja, dalam berperan aktif  menjaga lingkungan dan mencintai bumi dengan terlibat dalam gerakan “Cinta  Bumi” yang mulai dicanangkan sejak Desember 2013.

DSCN9343Berbagai kreasi dari barang bekas seperti botol minuman yang terbuat dari bahan dasar plastik menjadi aneka pernak-pernik cantik seperti kap lampu, celengan dari bahan plastik, aneka bunga dan lain-lain. Kegiatan ini  menjadi salah satu media untuk mengenalkan kepada remaja dan ibu-ibu untuk menjaga lingkungan dengan berperilaku yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah. Kegiatan ini menjadi gerakan awal pada remaja karena akan dilanjutkan dengan pelatihan kepemimpinan dan workshop pendalaman bagi ibu-ibu, yang akan dilakukan di show room Griya Lilin di Kampung Gabudan pada minggu kedua. Kemudian pada tanggal 14 September 2014 akan dilaksanakan kegiatan mendukung gerakan ini dengan berbagai aktifitas untuk remaja maupun ibu-ibu.

Kegiatan semacam ini akan lebih baik jika dikomunikasikan secara intens kepada Pemerintah Kelurahan sehingga akan menjadi bahan diskusi tentang keberlanjutan kegiatan ini. Dengan adanya keterlibatan dari pihak Kelurahan akan lebih memaksimalkan dukungan kepada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Terlebih ketika terjadi perubahan Kepala Kelurahan tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan yang ada di masyarakat karena sudah menjadi  keputusan Kelurahan melalui SK Lurah. Berawal dari membangun kesadaran diri, memperkuat komitmen keluarga dan masyarakat  untuk  mulai peduli dengan lingkunganya, moment peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2014 memberikan spirit kepada masyarakat bahwa tumbuh di lingkungan yang sehat menjadi bagian salah satu hak manusia. (a noko alee/spekham.org)

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Bercocok Tanam Pekarangan

“Sebuah kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Perempuan Joyosuran (KPJ) Kenanga RW 04, Kelurahan Joyosuran“

Banyak hal yang mampu memberikan inspirasi kepada perempuan-perempuan Joyosuran setelah diadakan kegiatan kunjungan pembelajaran di Kecamatan Selo dan Kecamatan Musuk, Boyolali pada bulan Juni 2014 lalu. Kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah  bisa menjadi salah satu alternatif berhemat kebutuhan sehari-hari seperti sayuran loncang, seledri, tomat, cabe dan lain-lain.

Untitled-1Untuk merealisasikan   ide dan gagasan ini, maka pada tanggal 28 Agustus 2014 pukul 18.30 WIB, Kelompok Perempuan Kenanga mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mendukung kegiatan tanaman pangan keluarga di pekarangan sebagai salah satu bentuk gerakan “Cinta Bumi. Kegiatan ini menjadi gerakan bersama untuk mencintai dan merawat lingkungan dengan mengelola sampah  rumah tangga bernilai ekonomis dan mendukung kegiatan tanaman pangan rumah tangga.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos difasilitasi oleh Bapak Eka Budi Sulistyo yang memiliki pengalaman berpuluh tahun dalam pengolahan pupuk organik. Bapak  Eka banyak menyampaikan teori maupun praktek langsung membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah seperti daun-daunanan, air cucian beras, sisa sayur, sisa nasi dan lain-lain serta air comberan sebagai pelengkap, selain itu juga ada bahan tambahan seperti mikroba probiotik, serta larutan penyedap rasa. Pelatihan yang berlangsung 3 jam ini melibatkan tidak kurang dari 20 anggota Kelompok Perempuan  Kenanga, Rw 04 Kelurahan Joyosuran. Mereka terlibat secara antusias dalam kegiatan ini. Pada sesi praktek semakin menarik, banyak pertanyaan kritis  tentang varian bahan, ciri-ciri kegagalan  dan keberhasilan dalam proses fermentasi dan bagaimana memberikan pupuk yang benar pada tanaman agar buah menjadi lebat dan manis.

Semoga kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di perkotaan yang tidak memiliki lahan untuk memanfaatkan pekarangan sempit untuk mendukung gerakan “Cinta Bumi” dan yang paling penting perempuan mampu menyediakan sumber-sumber pangan sehat berkualitas bagi keluarga. (a noko alee/spekham.org)

Posyandu Kambing Desa Musuk Boyolali

Kegiatan Posyandu kambing yang pertama kali dilakukan oleh Kelompok Perempuan Rukun Makmur, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali pada 17 Agustus 2014 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republic Indonesia ke 69, dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anggota kelompok maupun masyarakat sekitar bahwa hewan ternak  juga memerlukan perhatian kusus dalam pemeliharaanya. Selain itu, kegiatan juga bertujuan agar kelompok mampu melakukan monitoring secara berkala (2 bulan sekali) untuk melihat perkembangan dan tumbuh kembang kambing, seperti penambahan berat badan, panjang dan lingkar badan kambing serta keluhan apa saja yang ditemui saat memelihara kambing.

Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang dari 15 orang anggota kelompok Rukun Makmur. bertempat di Posko Kelompok di rumah Ibu Surani (ketua kelompok) jam 13.00 WIB. Diawali dengan pemberian informasi tentang bagaimana mengetahui gejala ternak yang sakit, oleh bapak Margono yang memang memiliki ketrampilan dalam hal kesehatan kambing . Bagaimana  cara pengobatan tahap pertama dan apa manfaat suplemen/obat cacing untuk tumbuh kembang ternak kambing. Kegiatan posyandu kambing ini diikuti 5 ekor kambing dari 7 kambing yang dimiliki kelompok (perguliran dana dari SPEK-HAM). Satu ekor kambing tidak datang karena sedang hamil tua dan satu lagi karena pemiliknya sedang pergi.

Kegiatan diawali dengan pendataan nama pemilik dan nama kambing, kemudian dilanjutkan penimbangan dan pemberian obat cacing yang dilakukan oleh bapak Margono, serta konsultasi kondisi kambing dan apa yang harus dilakukan. Karena anggota Kelompok Rukun Makmur ini semua perempuan, maka pada saat penimbangan menjadi hal yang lucu karena ada beberapa kambing berontak pada saat mau dimasukan sarung dan ditimbang. Kegiatan ini akan dilakukan lagi pada awal bulan Oktober 2014. (nocko alee/spekham.org)

Geliat Kelompok Perempuan Mawar Desa Balerante

Kelompok Mawar, Kelompok perempuan dari Desa Balerante sebagai wadah berkumpul, berdiskusi dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan para perempuan Balerante.

Gadoh Sapi 1Diskusi dan pertemuan rutin dilakukan untuk kemajuan bersama. Seperti yang dilakukan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 di rumah Bu Darsi. Pertemuan kali ini membahas tentang pengelolaan ternak kelompok. Dengan memperhitungkan pengeluaran, pemasukan dan pembagian hasil, kelompok mempunyai keinginan untuk beralih dari pengelolaan sapi penggemukan ke pengelolaan sapi perah.

Pengalaman kelompok “MAWAR” dalam gadoh sapi penggemukan selama 5 bulan ini dirasa belum bisa mencukupi kebutuhan yang berkelanjutan. Penggadoh merasa masih kurang dan tidak seimbang antara harga jual dibandingkan dengan tenaga penggadoh, pola pakan, rumput, dan air. Air diperhitungkan karena daerah Balerante merupakan daerah yang mempunyai kesulitan dalam memperoleh air, air diperoleh dengan cara membeli atau memanfaatkan dari tadah hujan. Sedangkan dari pengalaman pribadi anggota kelompok yang mempunyai sapi perah, ada pemasukan rutin yang didapatkan setiap bulannya dari penjualan susu.

Gadoh Sapi 2Kelompok Mawar belum pernah melakukan penggadohan sapi perah, oleh karena itu perlu pendalaman lagi. Pendalaman tentang sistem penggadohan, serta pemanfaatan kotoran sapi yang memungkinkan untuk mendapatkan tambahan pemasukan bagi kelompok ini.

Perencanaan pertama adalah pembelian sapi perah, sapi perah yang akan dibeli adalah sapi perah yang dalam kondisi hamil 5 atau 7 bulan. Keuntungan pembelian sapi saat dalam kondisi hamil adalah anakkan sapi itu sendiri, dan susunya juga bisa langsung diperah, jadi ada pemasukan tiap bulannya. Sapi dapat menghasilkan jumlah dan kualitas susu yang baik sampai pada tahap 4 kali beranak. Setelah beranak 4 kali, sapi masih menghasilkan susu, akan tetapi jumlah dan kualitasnya sudah menurun. Sapi indukkan tersebut akan dijual saat hamil yang ke 2 atau 3 kali, agar harga jual sapi tidak merosot jauh. (eko nur/edit:nuel/spekham)