Search for:

MANFAAT PEREMPUAN IKUT MENABUNG DI PRA KOPRASI SRIKANDI

Ibu Dita
Anggota Pra Koperasi Srikandi

Di dalam situasi pandemic Covid19 yang meresahkan saat ini, kita belum tahu sampai kapan selesainya. Namun harapan dan optimisme selalu ada. Seorang anggota kelompok perempuan Srikandi Kelurahan Gilingan Kota Surakarta merasa beruntung, dia Dita Apriliana ibu muda umur 25 tahun, menyampaikan senang dengan ikut bergabung dalam Kelompok Perempuan Srikandi di RW 05 Kelurahan Gilingan-Surakarta, banyak manfaat yang didapatkan.

Salah satunya dengan mengikuti Pra Koperasi Simpan Pinjam. Dengan menjadi anggota pra koperasi, sedikit demi sedikit dapat menyisihkan tabungan sukarela yang dibagi setiap menjelang Lebaran. Saat ditanya oleh pendamping, Dita mendapat tabungan sukarela yang yang paling banyak diantara anggota yang lain, sebesar Rp 1.111.000, – (Satu juta seratus sebelas ribu rupiah). Uang tersebut sangat bermanfaat untuk tambahan biaya hidup saat masa pandemic Covid19, membayar pendaftarkan anak saya masuk ke TK. “Saya merasa senang dan akan saya tingkatkan lagi tabunganya karena anak sudah mulai masuk sekolah, jadi untuk persiapan biaya anak sekolah,” ucap Dita.

Awal terjun dalam kegiatan Kelompok Perempuan Srikandi Gilingan, karena sering melihat perempuan-perempuan di lingkungan RW 5 mengadakan pertemuan setiap bulan di gedung warga. Mereka menyebutnya pertemuan SPEK-HAM, karena di damping oleh SPEK-HAM. ternyata banyak sekali kegiatannya. Ada Bank Sampah, pembuatan karak non-borax, maupun Pra Koperasi. “Yang saya sangat tertarik pada kegiatan Bank Sampah, disitu ada pemilahan dan penimbangan sampah, ini berarti sudah mengacu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam lingkungan. Disitulah saya ikut bergabung, setiap tanggal, 28 mengadakan penimbangan dan terus terjual, “penjelasan Dita lebih lanjut. 

Dita juga menegaskan bahwa Pra Koprasi/ simpan pinjam yang ditangani oleh ibu – ibu, ada pembukuan yang tertib dibuat setiap bulan. Pengurus selalu transparan dalam menyampaikan laporan keuangan secara terinci, dari simpanan pokok, simpanan wajib maupun  tabungan sukarela. Kegiatan kelompok perempuan yang didampingi oleh SPEK-HAM bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, serta kemandirian perempuan dalam mengakses sumber-sumber ekonomi. Terutama bagi perempuan rentan dan perempuan miskin wilayah perkotaan. Sehingga perempuan mampu survive menghadapi berbagai kondisi, termasuk saat pandemic Covid-19 saat ini.

Dalam  tabungan suka rela ini tidak dibatasi dan disepakati bahwa untuk pembagian tabungan Sukarela ini dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri maupun menjelang masuknya anak sekolah. Karena Hari Raya tahun ini jatuh pada bulan Mei 2020. (Pakde/NL)

Dialog Kelompok Perempuan Srikandi Kelurahan Gilingan dengan Anggota DPRD Kota Surakarta

Senin 16 April 2018, dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini, Kelompok Perempuan Srikandi Gilingan (KPKGS) melakukan sebuah dialog situasi dan kebutuhan perempuan perkotaan dalam upaya pemenuhan hak dasar. Kelompok Perempuan Srikandi dibentuk pada tahun 2012 sebagai sebuah wadah berkegiatan bagi perempuan dalam upaya peningkatan kualitas hidupnya.

Bertempat di gedung pertemuan RT 02 RW 05 Kelurahan Gilingan, 30 orang anggota kelompok dengan semangat menyambut kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Ibu Heni Nogogini selaku anggota DPRD Kota Surakarta. Ini kali pertama sejak 6 tahun yang lalu kegiatan kelompok perempuan dihadiri DPRD. Meskipun selama 6 tahun terakhir kelompok ini sudah memiliki kegiatan yang sangat aktif. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain : Pengelolaan Sampah, Koperasi Simpan Pinjam, dan UKM Karak Non Kimia. Kegiatan tersebut dalam pelaksanaannya di dampingi oleh SPEK-HAM.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan dari Ibu Wuryani Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Gilingan dan Ibu Heni Nogogini selaku anggota DPRD Kota Surakarta. Dilanjutkan dengan sharing pengalaman kegiatan kelompok Srikandi.

Ibu Sulis selaku Ketua Kelompok Perempuan Kelurahan Gilingan Srikandi (KPKGS) mengatakan sudah ada kemajuan perempuan di Gilingan melalui pengelolaan Bank Sampah “SRIKANDI“. Hasilnya sudah mencapai  Rp 1.947.500 dari penjualan sampah pada tahun 2017, oleh anggota bank sampah digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga seperti sayur dan sembako.

Dalam kesempatan dialog dengan Anggota DPRD perempuan komisi III, kelompok perempuan menyampaikan usulan program untuk mendukung produksi usaha karak. Ibu Sulis mewakili anggotanya, menyampaikan kendala produksi karak, “Alhamdulilah produksi karak masih berjalan, tapi kemarin musim hujan produksi berhenti karena tidak bisa kering. Kami butuh bantuan mesin pengering. Sudah mengajukan proposal ke Walikota, mohon dibantu dari DPRD”.

Menanggapi usulan kelompok perempuan Ibu Heni Nogogini terlebih dahulu mengapresiasi program-program Kelompok Perempuan Srikandi. “Saya sangat senang sekali menghadiri pertemuan kelompok perempuan yang ada di RT 02 RW 05 Kelurahan Gilingan. Saya berada di Komisi 3 bidang Pendapatan dan Pajak, salah satu mitra OPD Dinas Koperasi dan UMKM. Menanggapi usulan ibu-ibu saya akan menapung dan bantu untuk menyampaikannya pada pihak terkait. Proposal untuk pengadaan alat pengering karak sudah sampai di Walikota dan saya tinggal nggiring atau dampingi”.

Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Gilingan pada pertemuan kelompok memberikan angin segar dukungan pengembangan usaha kecil karak non kimia yang dikerjakan oleh ibu-ibu anggota kelompok. “Saya baru tahu ada UMKM Karak di sini, apabila ada kegiatan dari dinas Koperasi dan UMKM atau Bazar saya nanti pasti akan kotak dengan Ibu Sulis untuk memperluas pemasaran”, janji Ibu Wuryani

Dari kegiatan dialog dengan legislatif, Kelompok perempuan Srikandi belajar bagaimana melakukan advokasi untuk mendorongkan program dan anggaran bagi perempuan khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan. Berharap mampu berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan Kota Surakarta.

Soepadmin & Nila AyuDivisi Sustainable Livelihood