SPEK-HAM Libatkan Kelembagaan Tingkat Desa dalam Program PEKERTi

PM menyampaikan informasi temuan kasus Kespro di Kabupaten Klaten

SPEK-HAM bersama Yayasan IPAS Indonesia dan Pemerintah Desa Tlogorandu menggelar kegiatan pertemuan kelembagaan kesehatan tingkat desa pada selasa, 28/7 di Balai Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang Program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi) dan mengidentifikasi peran-peran kelembagaaan tingkat desa ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, bidan desa, kader PKK, kader posyandu, SKD dan perwakilan Karangtaruna.

Danang Wijayanto selaku Manajer Program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi) mengatakan, bahwa fokus program ini adalah pada pendidikan masyarakat tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Menurutnya kabupaten Klaten masih mempunyai pekerjaan rumah dalam hal tingginya kasus-kasus Angka Kematian Ibu (AKI). Pada tahun 2017: 18 kasus, 2018: 13 kasus dan tahun 2019: 12 kasus. Sementara itu jumlah kasus keguguran, pada tahun 2017: 508, 2018: 442 dan tahun 2019: 465 kasus.   

Oleh karena itu butuh dukungan dan keterlibatan semua elemen masyarakat, baik itu pemerintah, perempuan, laki-laki, remaja, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, dsb. Dalam kegiatan ini peserta mendiskusikan tentang peran-peran dan tantangan dalam mengimplementasikan program kesehatan khususnya kesehatan reproduksi perempuan di tingkat Desa.

Beberapa peran-peran kelembagaan desa yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK Posyandu, SKD dan Karangtaruna telah teridentifikasi. Misalnya PKK melalui Pokja IV telah menjalankan program kesehatan, meliputi: sosialisasi dan konseling KB, sosialisasi tentang kesehatan lingkungan, sosalisasi pencegahan stunting, pembagian dan penyuluhan gizi untuk anak, sosialisai dan penyuluhan reproduksi remaja, sosalisasi dan pembuatan biopori dan sosialisasi tentang PHBS.

Sementara itu Dita Prasetyawati perwakilan Karangtaruna Desa Tlogorandu menyampaikan  guna mengupayakan penurunan angka Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), perkawinan anak, kehamilan remaja. Saat ini Karangtaruna telah memberikan pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi kepada para remaja. Hanya saya menurutnya partisiapasi remaja dalam kegiatan ini masih rendah.     Sebagai informasi Yayasan IPAS bersama dengan SPEK-HAM saat ini sedang menjalankan program Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Terintegrasi (PEKERTi) di Kecamatan Juwiring, Klaten Tengah dan Bayat. Fokus di tahun 2020, selain melibatkan perempuan remaja, juga melibatkan kelompok laki-laki, tokoh agama dan masyarakat. Henrico Fajar/Divisi Kesmas/SPEK-HAM.

Share This:

Post Tagged with , , ,