Search for:

BANK SAMPAH GAJAH PUTIH DINOBATKAN SEBAGAI SRIKANDI LINGKUNGAN TINGKAT KOTA

Bank Sampah Gajah Putih RT 3 RW 09 Kelurahan Karangasem merupakan bank sampah yang didampingi oleh SPEK-HAM sejak berdiri tahun 2017.

Awal mulanya dari pertemuan SPEK-HAM dengan ketua PKK RT 03 RW 09 pada acara Peresmian program Warga Bebas Asap Rokok. Ibu Rini selaku ketua PKK waktu itu menyampaikan mulai mengumpulkan dan memilah sampah rumah tangga, tetapi terkendala proses penjualan karena tidak tau mau dijual kemana dan belum adanya kepengurusan bank sampah.

Mengetahui kondisi tersebut, SPEK-HAM melakukan edukasi memberikan pemahaman detail mengenai bank sampah serta bagaimana aturan main dan cara agar bank sampah dapat berjalan pada saat pertemuan PKK RT 03 RW 09 Kelurahan Karangasem. Selanjutnya anggota PKK, ditambah dukungan dari kelompok bapak-bapak, membentuk Bank Sampah yang diberi nama “Gajah Putih”.
Dalam perjalanannya, Bank Sampah Gajah Putih berjalan sangat baik, bahkan kehadirannya dilirik oleh stakeholder setempat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dukungan bantuan Sarana & Prasarana dari Pemerintah Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Telkom Solo, PDAM Solo, serta bank ternama yaitu MAYBANK. Hal tersebut tak lepas dari dukungan pendampingan dari SPEK-HAM, serta koordinasi rutin dari pengurus Gajah Putih kepada SPEK-HAM.

Penimbangan Bank Sampah rutin dilakukan setiap dua minggu sekali, jumlah sampah an organik yang terkumpul selalu mengalami peningkatan jumlah. Dari catatan Bank Sampah Gajah Putih hingga November 2022 ini sudah berhasil menjual kurang lebih 4 ton sampah plastic dan kertas. Melihat komitmen dan kerja keras seluruh anggota bank sampah, maka ketua Bank Sampah kemudian memberanikan diri mengajukan proposal bantuan sarana prasana administrasi kepada Walikota Surakarta.

Pada tanggal 3 Oktober 2022 yang lalu, Bank Sampah Gajah Putih menerima hibah dari Walikota Surakarta sebesar Rp 15.000.000,00 yang kemudian peruntukannya untuk membeli laptop, printer dan proyektor yang akan menunjang kerja-kerja administrasi bank sampah. Tidak hanya sampai di sini prestasi dan dukungan dari seluruh stakeholder. Baru-baru ini ketua Bank Sampah Gajah Putih menyabet juara 1 kader lingkungan di Kota Surakarta dan dinobatkan sebagai “SRIKANDI LINGKUNGAN” tingkat Kota Surakarta. Atas prestasinya mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,00 yang akan digunakan untuk pengembangan kegiatan Bank Sampah Gajah Putih. Semoga dengan semakin bertambahnya sarana dan prasarana yang dimiliki, Bank Sampah Gajah Putih semakin berkembang dan menjadi salah satu bank sampah percontohan dan menginsipirasi di Kota Surakarta. (Pakde Padmin – Divisi SL

BELAJAR PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI GAJAH PUTIH

Perwakilan dari Kelurahan Bulu Lor, Semarang

Bank sampah Gajah Putih merasa bangga dengan adanya kunjungan 50 orang tamu  dari masyarakat Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang pada hari Minggu, tanggal, 18 Oktober 2020 yang dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Wisnu Nugroho selaku Lurah Bulu Lor.

Tujuan kunjungan untuk menambah wawasan dan pengalaman warga Kelurahan Bulu tentang pengelolaan bank sampah.  Menurut Lurah Bulu, Bank Sampah Gajah putih menjadi percontohan Kampung Iklim. Sudah dikenal menjadi lokasi kunjungan tamu dari luar daerah  maupun untuk pratek belajar dari mahasiswa yang menyelesaikan studinya.

“Di Bank Sampah Gajah Putih ini kami akan ikut belajar bagaimana caranya membentuk bank sampah dan bisa mengakses program pemerintah” ungkap Lurah Bulu. Di Kelurahan Bulu Semarang, juga sudah terbentuk kelompok WALINGGANA (Wanita Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana) yang memiliki program pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana.

Prestasi Bank Sampah Gajah Putih antara lain juara tiga Lomba Kali Bersih tingkat kota, juara PHBS tingkat kota dan Juara Lomba Hatinya PKK tingkat Propinsi Jawa Tengah.  Pengelolaan Bank Sampah yang dilakukan secara kontinyu seperti jadwal rutin penimbangan sampah yang diadakan setiap minggu kedua dan minggu keempat menjadi nilai positif yang bisa dipelajari oleh peserta kunjungan. Selain juga kegiatan pengelolaan 3 R dari ibu- ibu anggota bank sampah menjadikan Bank Sampah Gajah Putih layak disebut Bank Sampah terpadu.  (Soepadmin)

Observasi Bank Sampah Gajah Putih dampingan SPEK-HAM oleh Mahasiswa Sosiologi UNS

Suasana penimbangan sampah di Bank Sampah Gajah Putih Karangasem

Enam mahasiswa Sosiologi UNS melakukan pengamatan pada bank sampah dampingan SPEK-HAM Solo yaitu Bank Sampah Gajah Putih, RT 03 RW 09 Kelurahan Karangasem. Pengamatan dilakukan semenjak Selasa, 7 Mei 2019. Pengamatan ini dilakukan untuk melaksanakan praktik tugas mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat serta untuk menyaksikan secara langsung bagaimana pemberdayaan yang dilakukan oleh SPEK-HAM dalam bidang bank sampah. Diawali dengan diskusi antara enam mahasiswa Sosiologi dengan salah satu Koordinator Lapangan Divisi Sustainable Livelihood (SL) wilayah perkotaan SPEK-HAM Solo, Soepadmin, di Kantor SPEK-HAM. 

Diskusi diawali dengan perkenalan mahasiswa sosiologi UNS serta penyampaian maksud dan tujuan dilanjutkan dengan membahas mengenai bank sampah secara keseluruhan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh SPEK-HAM dalam memberdayakan masyarakat melalui bank sampah. Kebanyakan kelompok dampingan SPEK-HAM merupakan perempuan karena perempuan merupakan prioritas pemberdayaan sebagai upaya kesetaraan gender. Setelah berdiskusi kemudian SPEK-HAM yang diwakili Soepadmin bersama mahasiswa Sosiologi UNS mengunjungi lokasi Bank Sampah Gajah Putih yang berada pada RT 03 RW 09 Karangasem, Solo.

Pada kunjungan tersebut mahasiswa Sosiologi UNS dikenalkan mengenai bank sampah, apa saja yang dilakukan oleh kelompok, sampah apa yang dapat digunakan untuk dijual dan yang dapat dimanfaatkan, pengenalan kegiatan kelompok, hasil-hasil dari bank sampah, serta diakhiri dengan penjelasan mengenai bagaimana membuat EM4 dan pupuk organik dari sampah.  

Pengamatan mahasiswa pada penimbangan di bank sampah

Pengamatan kemudian berlanjut pada hari Minggu 12 Mei 2019 di Bank Sampah Gajah Putih Karangasem. Acara ini diikuti oleh delapan mahasiswa Sosiologi UNS, tiga  Mahasiswa Teknik UNS, serta seorang Mahasiswa Hukum UNISRI. Acara yang dilakukan pukul empat sore tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana proses penimbangan sampah oleh Bank Sampah Gajah Putih. Semua anggota dan pengurus bank sampah dan mahasiswa hadir dan  terlibat dalam kegiatan ini. Bagi mahasiswa sosiologi acara ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama sehingga mahasiwa benar-benar mengetahui bagaimana proses penimbangan bank sampah serta bagaimana SPEK-HAM Solo melakukan pendampingan kepada masyarakat RT 03 RW 09 Karangasem melalui program Bank Sampah.

Setelah semua anggota selesai melakukan penimbangan serta pencatatan, kemudian dilaksanakan diskusi singkat mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh seluruh mahasiswa yang difasilitasi Soepadmin dari SPEK-HAM. Semua peserta mahasiswa terlihat antusias. Dalam diskusi ini juga mengakomodir partisipasi mahasiswa berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada SPEK-HAM dan Kelompok Bank Sampah Gajah Putih. Acara ditutup dengan buka puasa bersama di rumah ketua Bank Sampah Gajah Putih,  Widodo bersama istri, Sri Sudarini. (Muh.Ta’arufHuda/Mhhs)