Author Archives: SPEK-HAM

Koperasi Simpan Pinjam Membuat Saya Mandiri

Post Image

Salah  seorang anggota Kelompok Perempuan Kampung Sewu (KPKS) yang merasakan keberhasilan setelah mempunyai usaha makanan /wedangan adalah Mujiati. Menurut keterangan perempuan yang memiliki nama lengkap Veronika Sri Mujiati atau akrab  dipanggil Ibu Handoko awal bulan Juni 2019 diberi ijin untuk berjualan di samping Pendopo Alit Kelurahan Sewu dengan modal awal Rp 500.000. Pembeli dagangannya adalah beberapa pelanggan selain […]

Continue Reading

Puskesmas Pedan dan Jalinan Kerja Sama Kembali

Post Image

Sudah satu tahun ini, Yulis Miharti selaku koordinator VCT tidak terhubung dengan SPEKHAM, namun kali ini, sejak Rabu (25/9) terjali kembali kerja sama. Hal ini tercetus saat terjadi diskusi di Puskesmas Pedan yang diikuti oleh 10 orang. SPEKHAM memiliki agenda memaparkan perkembangan program terkait HIV. Pihak Puskesmas Pedan mengumumkan jika akan periksa VCT, maka harus […]

Continue Reading
Post Tagged with

Mengobrol terkait dengan Berbagai Hal pada Penanggulangan HIV Berisiko di Puskesmas Musuk

Post Image

Selasa, 24 September bertempat di Puskesmas Musuk, ada perubahan kegiatan tentang supervisi dengan Lakpesdam NU Jateng yang datang langsung dari Jakarta yakni Yayasan Spiritia untuk mengevaluasi layanan dan kinerja SPEKHAM. Layanan yang dikunjungi hanya di Kabupaten Sukoharjo namun tetap membahas layanan pada lainnya. Catatan penting dalam menjangkau dan merujuk temuan HIV positif dan di temuan positif masih sangat rendah. […]

Continue Reading
Post Tagged with

Case Conference terkait Program HIV dan AIDS di Puskesmas Boyolali

Post Image

Selasa (24/9) bertempat di Puskesmas Boyolali, beberapa pendapat diperoleh dari pegiat di Jakarta, penilaian tentang program HIV dan AIDS, temuan positif yang sangat rendah. Mestinya ketika banyak sosialiasi HIV seharusnya banyak yang datang untuk periksa namun pada kenyataannya masih rendah. “Seharusnya ada pada garis positif red, program kita three zero,” ungkap Henrico Fajar, staf SPEKHAM. […]

Continue Reading

Siaran Pers Komnas Perempuan Menyikapi Masa Akhir Tugas Anggota DPR RI Periode 2014–2019 dan Pelantikan Anggota DPR RI Periode 2019–2024 “DPR RI Berkewajiban Menghadirkan Perlindungan bagi Korban Kekerasan Seksual Lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual”

Post Image

Jakarta, 1 Oktober 2019 Pidato Ketua DPRI-RI pada Penutupan Rapat Paripurna Masa Bakti Keanggotaan DPR RI Periode 2014-2019 tanggal 30 September 2019 yang menyebutkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai salah satu RUU Prioritas yang belum dapat diselesaikan, menegaskan bahwa regulasi untuk pemenuhan hak korban kekerasan seksual bukanlah hal prioritas bagi DPR RI Periode 2014 – […]

Continue Reading

Perempuan Tuli Memiliki Hak Bahasa Isyarat tanpa Diskriminasi

Post Image

Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) telah diresmikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diperingati setiap tanggal 23 September sejak 2018. Tujuan diperingatinya HBII adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahasa isyarat dan memperkuat bahasa isyarat HBII menjadi bagian dari Pekan Tuli Internasional yang merupakan inisiatif World Federation of  the Deaf (WFD) pertama diluncurkan tahun 1958 […]

Continue Reading
Post Tagged with ,

Siaran Pers KomnasPerempuan: “Penundaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Langkah Mundur bagi Pemenuhan Hak atas Keadilan” (29 September 2019)

Siaran Pers Komnas PerempuanPenundaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Langkah Mundur bagi Pemenuhan Hak atas Keadilan(Jakarta, 29 September 2019) Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyayangkan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual belum bergerak maju hingga 2 hari menjelang berakhirnya masa tugas DPR RI Periode 2014-2019, bahkan pembentukan Tim Khusus untuk Pembahasan RUU yang direncanakan […]

Continue Reading

FGD Korban KDRT dan Kekerasan Lainnya : Setiap Bulan Tren Korban Meningkat

Post Image

Selasa (24/9), bertempat di Kantor SPEK-HAM, 15 orang korban/penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan lainnya berdiskusi tentang kasus yang dihadapinya. Dari 15 orang tersebut, lebih dari setengahnya adalah wajah-wajah baru. Itu artinya jumlah perempuan korban kekerasan semakin bertambah. Selain korban yang bertambah, kasus juga semakin beragam,  demikian dikatakan Atik Tri Wahyuni, pendamping para […]

Continue Reading
Post Tagged with