Search for:

Komunitas Perempuan Blumbang Adakan Diskusi

Diskusi diselenggarakan pada Rabu 17/11 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Hadir dalam kegiatan ini Bidan Desa, Kader Kesehatan dan sejumlah anggota PKK desa. Diskusi dilaksanakan rutin tiap bulan, kali ini mengangkat tema tentang Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan di Desa.

Fasilitator dari SPEK-HAM, Henrico Fajar, mengajak peserta untuk bersama-sama melihat apa saja usulan yang sudah disampaikan kepada Pemerintah Desa untuk program-program pemberdayaan perempuan, kesehatan perempuan dan anak. Salah seorang peserta, Suyamti mengaku sudah menyampaikan usulan pengadaan sarana dan prasarana posyandu, yakni timbangan, alat ukur berat panjang bayi dan sebagainya.

Rohma selaku Bidan Desa menyampaikan bahwa selama ini Pemerintah Desa Blumbang telah memberikan perhatian pada bidang kesehatan, selain renovasi pembangunan Poliklinik Desa (Polindes) yang sudah terlaksana tahun lalu, pihaknya mengaku anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita, ibu hamil dan lansia juga terus dilakukan. Selain itu ada insentif untuk kader Posyandu. Menurutnya ini sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Desa dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan perempuan dan anak.

Fajar menambahkan bahwa partisipasi perempuan dalam pembangunan di tingkat desa mutlak dibutuhkan. Kader kesehatan perempuan tentu saja menjadi pihak yang lebih tahu tentang situasi dan kondisi kesehatan di wilayahnya masing-masing. Mereka yang menghadapi dan berinteraksi langsung dengan setiap persoalan yang terjadi.

Iwan Setiawan selaku Sekretaris Desa Blumbang, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa selama ini telah menganggarkan lewat anggaran dana desa untuk mendukung program Kespro. Diantara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil, peningkatan sarana dan prasarana kegiatan posyandu hingga pemberian insentif bagi kader kesehatan desa.

“Warga harus merasakan manfaat dari kegiatan atau program yang dijalankan, di tahun 2023 nanti kita akan mengadakan pelatihan kesehatan reproduksi bagi remaja”, ujar Iwan. Dia menambahkan bahwa Pemerintah Desa mengaku siap menjalankan Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dimana salah satunya ada pembentukan Forum Anak di tingkat Desa. Henrico Fajar/ Divisi Kesmas SPEK-HAM

Peduli Kesehatan Diri dan Lebih Dekat Sang Pencipta

Diskusi Komunitas Perempuan Blumbang

Demikian yang mengemuka dalam kegiatan Diskusi Komunitas Perempuan Blumbang bertajuk “Refleksi 2 Tahun Pandemi Covid-19” yang digelar di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali pada Jumat, 17/6. Dua tahun berlalu Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia ini juga dirasakan oleh perempuan di Desa Blumbang.

Ida Nursanti Astuti, salah seorang peserta menyatakan Pandemi Covid-19 ini membuat kita lebih peduli pada kesehatan dan lebih dekat dengan sang pencipta. Walaupun menurutnya melewati masa-masa awal pandemi tidaklah mudah. Dia mengaku mengalami penurunan pendapatan secara ekonomi, selain itu rasa stress yang dia rasakan akibat pembelajaran daring karena harus mengajari anak-anaknya. 

“Awal-awal pandemi dulu memang susah ya, ada pembatasan aktivitas, WFH, sekolah daring, sebagai orang tua kita harus pandai-pandai membagi waktu supaya semuanya bisa lakukan dengan baik,”ungkap Ida. Ida menambahkan pihak bersyukur ada bantuan dari pemerintah seperti BLT, UMKM, Pulsa Listrik, Paket Pulsa Internet, Prakerja yang itu bisa membantu meringankan beban warga.

Hal senada disampaikan oleh Tari, menurutnya beban ekonomi akibat pandemi memang dirasakan banyak warga di desa Blumbang, untuk bertahan hidup selain mengandalkan bantuan dari pemerintah, dirinya bersama keluarga memanfaatkan sayur-mayur yang ditanam di pekarangan rumahnya.

Refleksi 2 tahun Pandemi Covid-19

Masih menurut Tari, dampak yang timbulkan akibat Pandemi adalah adanya kehamilan yang tidak diinginkan, KDRT hingga perceraian. Pendamping dari SPEK-HAM Henrico Fajar yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa kasus Kekerasan terhadap perempuan yang ditangani SPEK-HAM sepanjang tahun 2020 ada 80 kasus, sementara setahun berikutnya 2021 ada 71 kasus. Menurutnya ada korelasi antara kondisi ekonomi warga yang terpuruk saat pandemi dan dampak WFH dengan kenaikan kasus KDRT. Oleh karena itu dia mengajak warga untuk mulai peduli pada lingkungan dengan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Henrico Fajar/Divisi Kesmas.

Tidak Melulu Pembangunan Fisik

Iwan Setiawan, Sekretaris Desa Blumbang (kedua dari kiri) memberikan sambutan dan membuka acara.

Demikian disampaikan Iwan Setiawan, Sekretaris Desa Blumbang dalam pembukaan  dan sambutan Pelatihan Kesehatan Reproduksi Perempuan pada Rabu, Kamis 10-11/11 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Menurut Iwan Pemerintah Desa Blumbang berkomitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan Stunting. “Dalam perencanaan pembangunan kami berkomitmen tidak hanya fokus pada pembangunan fisik saja, tetapi juga pembangunan manusia”, ungkap Iwan.

Iwan menambahkan melalui dukungan anggaran dana desa diharapkan persoalan kesehatan reproduksi perempuan tertangani dengan baik, selain itu kasus Stunting bisa ditekan seminimal mungkin melalui upaya pencegahan yang komprehensif.

Pelatihan Kesehatan Reproduksi Perempuan ini di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama Rabu, 10/11 diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari Perangkat Desa, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kader Kesehatan dan Karang Taruna.

Elizabeth Yulianti dari SPEK-HAM Menyampaikan Materi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR).

Sementara itu sesi kedua, terdiri dari Perempuan Hamil beserta Pasangannya, Pasangan Usia Subur, Pasangan Orang Tua dengan Anak Stunting dan Bidan Desa. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Puskesmas Klego dan SPEK-HAM.

Materi yang disampaikan meliputi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Gender dan HKSR, Kerentanan Perempuan terhadap IMS, HIV-AIDS dan Kanker Serviks serta RTL serta Komitmen Bersama.

Arina Iswandani, Kasie Kesga Dinkes Boyolali yang hadir sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa perempuan adalah aset yang berharga yang berpotensi menghasilkan generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlu mendapat perhatian salah satunya dalam sisi kesehatannya.

Narasumber dan Peserta Pelatihan Berswafoto bersama Kepala Desa Blumbang

Ida Nursanti, salah seorang peserta menyampaikan pelatihan ini sangat berguna meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, bukan hanya bagi perempuan tetapi juga bagi laki-laki dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan Stunting. Data dari Dinas Kesehatan Boyolali menyebutkan angka kasus Stunting di Kecamatan Klego menduduki peringkat pertama, yaitu sebanyak 502 kasus (Data Penimbangan Balita Serentak Bulan Februari 2021). Advenia, Zoik/ Magang UNDIP, Henrico Fajar/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Diskusi Komunitas Perempuan Blumbang, Kembali Digelar

Setelah ditiadakan hampir satu tahun, akhirnya Komunitas Perempuan Desa Blumbang kembali menggelar pertemuan untuk pertama kali di masa pandemi Covid-19 ini. Pertemuan digelar pada Jumat, 19/2 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Pertemuan yang dihadiri puluhan peserta ini membahas tentang kondisi warga khususnya perempuan dimasa pandemi. Sebagian besar peserta mengaku resah dan ketakutan kalau-kalau terkena virus korona. “Terus terang kami resah dan ketakutan, takut kalau tertular virus korona yang katanya penularannya cepat sekali”, ungkap Sri Ismiyati. Rasa takut ini juga dialami banyak warga di sini.

Namun di sisi lain ada perubahan pada masyarakat yang dulunya tidak hidup bersih dan sehat. Saat ini kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan membersihkan lingkungan menjadi gaya hidup bagi warga. Selain itu mereka juga disiplin untuk menjaga jarak, saat mengikuti kegiatan bersama. 

Sementara itu peserta lainnya, Fikri menyatakan banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan beban pulsa yang meningkat akibat pembelajaran daring anak-anak mereka. Menurutnya tidak semua orang tua mampu membeli paket data. Selain itu yang lebih disayangkan lagi ialah masih banyak orang tua yang belum paham penggunaan teknologi HP untuk mendukung pembajaran daring tersebut.

Pada bagian lain para peserta berharapa adanya sosialisasi pencegahan, penanganan dan vaksinasi dari tenaga kesehatan kepada masyarakat luas. Selain itu pemberian bantuan bagi warga terdampak Covid-19 juga masih dibutuhkan. Dihubungi terpisah Widayanto Kepala Desa Blumbang, menyatakan warganya yang terdampak covid-19 sudah mendapatkan bantuan baik itu yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan dari desa sendiri. Henrico Fajar (Divisi Kesmas SPEK-HAM)

Respon Pandemi Covid-19, SPEK-HAM Bagikan Masker

Guna Merespon Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, SPEK-HAM bekerjasama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan dengan dukungan program Mampu menyelenggarakan kegiatan pembagian masker untuk 250 orang perempuan di Desa Blumbang, Kecamatan Klego dan Desa Suroteleng, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali pada Rabu dan Kamis, 10-11/6.

Masker diserahkan langsung dari SPEK-HAM kepada pemerintah desa dan perwakilan kader Kesehatan di masing-masing desa tersebut. Sekretaris Desa Blumbang, Iwan Setiawan menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar masker-masker ini dapat mencegah penularan covid-19. “Walaupun Pemerintah Desa sudah mempunyai program penanggulangan Covid-19, tetapi kami menyambut baik pemberian masker ini semoga bermanfaat untuk mencegah penularan Covid-, ungkap Iwan.

Sementara itu Nur perwakilan kader Kesehatan dari Suroteleng menyampaikan terima kasih kepada SPEK-HAM atas pemberian bantuan masker kepada para perempuan. Menurutnya  pencegahan penyebaran covid-19 telah dilakukan secara maksimal diantaranya dengan pembatasan akses bagi warga di luar daerah sejak bulan Apri yang lalu.

Sama seperti di Desa Blumbang, Masker yang sudah diserahkan ke perwakilan kader Kesehatan, selanjutnya akan didistribusikan kepada para perempuan di wilayah Desa Suroteleng yang membutuhkan. Sebagai informasi kegiatan pembagian masker ini merupakan kelanjutan dari program 1000 masker untuk perempuaan yang telah dilakukan pada 17 April yang lalu. Henrico Fajar (Divisi Kesmas SPEK-HAM)

Pemerintah Desa Blumbang Gelar Musrenbangdes

Widayanto, Kepala Desa Blumbang menyampaikan sambutan dalam kegiatan Musrengbandes

Pemerintah Desa Blumbang Menggelar kegiatan Musrenbangdes pada Jumat, 24/1 di Balai Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Hadir dalam kegiatan ini Camat beserta Muspika Kecamatan Klego, Kepala Desa beserta perangkat, BPD, para RT dan RW, anggota PKK, kader kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pendamping desa dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Partisipasi Perempuan dalam Musrengbandes Blumbang

Kepala Desa Blumbang Widayanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangdes tahun ini akan menghasilkan usulan atau program kegiatan di tahun 2021 yang terdiri atas rencana kegiatan bidang sosial budaya (kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kepemudaan, lingkungan hidup), ekonomi (industri, home industri, UMKM, pertanian) dan infrastruktur (pengelolaan sampah, pengelolaan air bersih, pembangunan jalan, jembatan, dsb).

“Kegiatan ini akan merumuskan dan menetapkan pembangunan desa, menentukan prioritas kegiatan yang akan diajukan ke Musrenbang Kecamatan. Semua warga bisa memberikan usulan terkait dengan program pembangunan desa di tahun 2021 yang sesuai dengan kebutuhan desa”, jelas Widayanto.

Dia menambahkan Musrenbangdes merupakan forum musyawarah desa yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selain merumuskan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, Musrenbangdes ini juga akan menentukan tim delegasi di tingkat Kecamatan.

Drs. Sudarmadi, MM Selaku Camat Klego menyampaikan musrenbanges ini bertujuan untuk menyusun rencana prioritas pembangunan desa, misalnya pemberdayaan terutama di bidang ekonomi. Pemberdayaan menurutnya sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan dalam rangka menyejahterakan masyarakat.

“Jadi saya berharap agar pembangunan itu tidak hanya infrastruktur saja, tetapi juga pemberdayaan itu juga penting bagi masyarakat agar kesejahteraan warga bisa tercapai dengan maksimal”, terang Sudarmadi. Sementara itu Fikri salah seorang kader kesehatan akan mengusulkan kegiatan pelatihan kesehatan reproduksi perempuan dan remaja. ”Nanti di sesi diskusi per bidang pembangunan saya mengusulkan kegiatan untuk perempuan, yaitu pelatihan kesehatan reproduksi untuk perempuan dan remaja”, ungkap Fikri. Menurutnya kegiatan ini penting dilakukan karena masih banyak perempuan yang belum paham tentang kesehatan reproduksi. Mustika Ayu, Novenda/magang, Henrico Fajar K.W/Divisi Kesmas SPEK-HAM

Pemdes Blumbang Gelar Musdes

Musdes Blumbang dihadiri oleh muspika setempat

Kegiatan Musyawarah desa atau Musdes Desa Blumbang Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali dilaksanakan pada Jumat, 8/11 bertempat Balai Desa Blumbang. Hadir dalam kegiatan ini Camat beserta Muspika Kecamatan Klego. Hadir pula anggota BPD, para ketua RT dan RW, kader kesehatan, PKK Desa, tokoh masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Kariyono Camat Klego dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdes membahas RPJMDes berisi tentang program-program kegiatan selama 6 tahun mendatang, oleh karena itu Kepala Desa dalam wajib melaksana semua program yang telah disepakati dalam forum ini. Dia berpesan jangan sampai ada ego sektoral dalam penentuan program kegiatan serta tidak berorientasi pada pembangunan infrastruktur saja, tetapi juga pembangunan manusia.

“Ini forum masyarakat desa, panjenengan semua bukan mewakili RT dan RW tetapi mewakili desa Blumbang, jangan sampai ada ego sektoral dan buatlah program kegiatan atas dasar kebutuhan bukan keinginan” ungkap Kariyono. Dia berharap dengan implementasi UU Desa, Desa Blumbang mempunyai sumber daya sendiri salah satunya lewat BUMDES untuk menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sendiri.

Kepala Desa Blumbang Widayanto, dalam sambutannya menyampaikan kembali visi desa Blumbang, yaitu “Terciptanya Desa yang Mandiri dan Lestari”. Oleh karena itu menurut dia untuk mewujudkan Visi tersebut dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari semua elemen masyarakat yang ada di Desa Blumbang. “Amanat UU Desa menyatakan bahwa kepala desa yang telah dilantik, maksimal dua bulan harus melaksanakan musdes untuk menentukan arah pembangunan desa selama enam tahun ke depan”, ungkap Widiyanto.  

Sementara itu Ida Rohma salah seorang kader kesehatan menyampaikan harapannya agar perempuan di Desa Blumbang lebih diperhatikan utamanya dari segi kesehatan, melalui pelatihan-pelatihan kesehatan reproduksi. Selain itu ada perhatian khusus untuk kader kesehatan yang selama ini telah bekerja penuh dedikasi demi kesehatan warga Blumbang lewat Posyandu dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Sebagai informasi kader kesehatan Desa Blumbang dan PKK desa mengusulkan beberapa program kegiatan, antara lain: pelatihan kespro bagi perempuan dewasa dan remaja, peningkatan kapasitas kader kesehatan, pemeriksaan kespro (IVA tes), pelatihan penyuluhan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta peningkatan kapasitas kelompok pemerhati perlindungan anak. Henrico Fajar K.W (Divisi Kesehatan Masyarakat)